Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN) menggelar acara tahunan Konstruksi Indonesia

 

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN) menggelar acara tahunan Konstruksi Indonesia pada 31 Oktober–2 November di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Pada tahun ini, tema yang diusung dalam acara tersebut yakni Ketahanan Masyarakat Jasa Konstruksi Indonesia Menghadapi Liberalisasi Perdagangan Barang dan Jasa dengan Fokus Utama pada Peningkatan Sumber Daya Manusia.

Dirjen Bina Konstruksi Syarif Burhanuddin mengatakan, acara dimaksudkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur, terutama dalam hal pengembangan sumber daya manusia (SDM) konstruksi dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi.

Saat ini, Syarif mengatakan Indonesia masih menghadapi tantangan terkait kondisi tenaga kerja konstruksi. Dari sekitar 8,14 juta tenaga kerja konstruksi, baru 5,96% yang bersertifikat atau sekitar 485.534 orang.

“Dengan kegiatan Konstruksi Indonesia, kami harapkan juga jadi ajang untuk bagaimana mempercepat sertifikasi SDM tenaga kerja konstruksi,” kata Syarif kamis,1 november 2018.

Konstruksi Indonesia 2018 akan menampilkan ribuan produk inovatif terhadap solusi bangunan dan konstruksi, mulai dari workshop/seminar konstruksi Indonesia dengan mengangkat tema-tema spesifik di bidang konstruksi.

Selain itu, juga dilakukan sertifikasi massal untuk 12.000 tenaga kerja konstruksi. Rencananya, penyerahan sertifikatnya dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada saat Pembukaan acara Konstruksi Indonesia 2018.

Acara iniĀ  diadakan berdampingan dengan Indonesia Infrastructure Week 2018, pameran infrastruktur terbesar dan terlengkap di Indonesia.

Ketua Umum LPJKN Ruslan Rivai mengatakan, selaku lembaga yang diberi tugas melaksanakan sertifikasi dan registrasi tenaga kerja konstruksi, pihaknya sangat mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas serta perkembangan industri konstruksi di Indonesia.

“Melalui Konstruksi Indonesia 2018 , selain sebagai wujud komitmen kami dalam mendukung program-program pemerintah terhadap pertumbuhan industri konstruksi di Indonesia, kami juga melaksanakan misi peningkatan dan pengembangan pengetahuan dan teknologi di bidang jasa konstruksi serta pengembangan SDM konstruksi Indonesia,” tutur Ruslan.

Ada pertemuan antara pebisnis lokal dengan stakeholder dari luar negeri, misalnya Inggris, Australia, China, Jerman dan lain-lain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *