Pemerintah Perlambat MEDSOS, ORMAS PASKA MESIMA Menuntut Kerugian Materil Mencapai Triliunan Rupiah

 

Advokat. Senior Ir. Tonin Tachta Singarimbun SH dkk ( Ketum Ormas DPP Paska Mesima).

 

 

Jakarta. Keputusan Pemerintah memblokir atau mengurangi fitur upload-download gambar dan video menggunakan WA, IG dan FB sejak mulai tanggal 22 Mei 2019 telah merugikan masyarakat / rakyat di Indonesia yang kehidupannya telah bergantung dengan hal tersebut, jelas Ir Tonin Tachta Singarimbun SH kepada media hari ini, jumat,24 MEI 2019.

Sebagai contoh, si Junet yang diminta istrinya mengirimkan foto atau video dimana posisinya karena diduga selingkuh, maka tidak dapat membuktikan itu walaupun masih dapat berbicara dan cara kirim text.

Begitu juga si Bono, yang selalu mengirimkan foto makanannya sebelum berdoa maka tidak dapat melakukannya.

Sedangkan Rini yang melakukan kegiatan usahnya melalui FB, IG dan WA menjadi rugi karena tidak dapat jualan, pun Tono seorang kurir yang tidak dapat mengirimkan bukti penerimaan barang , Tini tidak bisa mengirimkan foto dan video pesta ulang tahun dan banyak case-case lain.

Mereka adalah rakyat yang telah diberikan hak konstitusi dan merupakan perbuatan yang damai dihadapan hukum sehingga pelanggaran apa yang dialami oleh masyarakat tersebut?

 

 

Menurut Advokat Ir Tonin Tachta Singarimbun SH selaku Ketua Umum Ormas Paska Mesima , sesuai AD/RT yang berbadan hukum sangat giat membela kepentingan hukum masyarakat akan mengajukan gugatan class action di Pengadilan Jakarta Pusat, yang rencananya akan didaftarkan pada hari Senin mendatang, tanggal 27 MEI 2019.

 

Akibat hal tersebut, secara materil dan imateril, kerugian tersebut nyata dan mekanisme hukum akan ditempuh, dan jangan dikatakan nantinya pengumpulan masa (power people), karena ini murni pelanggaran, yaitu perbuatan melawan hukum (PMH) oleh Pemerintah kepada rakyatnya walaupun pasti ada yang tidak perduli atau tidak merasa rugi dengan pemblokiran beberapa fitur tersebut.

Class action menurut Tonin, sesuai terminologinya telah terpenuhi yaitu, waktu dan keadaan kejadian yang sama sehingga nantinya masyarakat yang menjadi anggota lass action akan menerima ganti kerugian walaupun pasti ada upaya Pemerintah mengumpulkan masyarakat lain yang tidak merasa rugi.

 

” Ini akan menjadi case adu strategi, karena dampak nuansa politik masih kental dan pemblokiran tersebut mungkin juga ada kaitannya dengan itu tapi sepatutnya warga tidak dirugikan dong”, tambah Tonin .

Harapan  Tonin, kita lihat nanti Hakim pro ke mana, karena saya yakin Hakim juga pengguna WA, IG atau FB yang juga secara langsung mengalami pemblokiran fitur favorit tersebut.

” Kami akan menuntut kerugian materil atas hal ini. Tuntutannya bisa mencapai triliunan rupiah” akhir penjelasan Advokat  Ir Tonin Tachta Singarimbun SH.(red).

 

 

 

Ormas DPP Paska Mesima. Akan mengajukan gugatan class action untuk kepentingan semuanya, karena gugatan class action lebih afdol oleh ORMAS.
Berniat ajukan gugatan class action melawan kebijakan pemerintah yang menutup sosmed seperti WA, IG dan FB ke PN Jakarta Pusat pada hari Senin, tanggal 27 mei 2019.

Bagi anggota WA, IG, FB yg merasa dirugikan atas kebijakan tsb bisa inbox nama dan NIK saja .
Kepada Seluruh Rakyat Indonesia, yg ada dalam group wa pengguna IG dan FB….

Mohon Kirimkan Ke. :

ttslawfirm@gmail.com atau wa 085217734637

Peserta class action kirimkan saja nama dan NIK , foto copy ktp menyusul setelah persidangan Dimulai.

Advokat. Ir. Tonin Tachta Singarimbun SH dkk ( Ketum Ormas DPP Paska Mesima)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *