Pers Release Tonin Tachta Singarimbun SH sebagai Tim Pengacara Kivlan Zein dan Ketua Umum Ormas Paska Mesima

 

 

Jakarta. Seperti keterangan acara Konferensi Pers Kapolri Jendral Tito di TV duduk disebelah Menkopolhukam Wiranto tentang rencana pembunuhan oleh Iwan didanai atau atas perintah seseorang dengan Jelas di TV disebutkan siapa-siapa yang menjadi target pembunuhan adalah Menkopolkam Wiranto, Luhut Binsar Panjaitan, Budi Gunawan dan Gories Mere ?

Kemudian ke 6 orang yang dituduh terlibat sebagai eksekutor, sumber senjata yang dibiayai tersebut adalah 1 orang Istri Purn Mayor Jenderal, Anggota TNI yang sudah berhenti “kebenaran status mereka bisa di cek di penyidik”. Dengan cepat dan tangkas maka : Helmi Kurniawan alias IWAN, Azwarmy, Tajudin, Irfan, Adnil, Vivi di tetapkan sebagai Tersangka berdasarkan laporan polisi nomor : LP/439/V/2019/PMJ/Ditreskrimum tanggal 21 Mei 2019 dengan pelapor Mada Dimas SH.,terlapor H. Kurniawan als Iwan dalam pasal 1 UU Darurat Nomor 12 /1951 yang mana pelapor adalah polisi sendiri jadi bukan delik aduan sehingga sebenarnya apakah ke-6 orang tersebut ditangkap atau tertangkap tangan di Cikini sebelum rencana pembunuhan dimaksud pada tanggal 22 Mei 2019 sebagaimana demontrasi tersebut telah memakan jiwa / terjadi juga pembunuhan.

Abil Marati diluar nama ke6 orang tersebut juga ditetapkan sebagai tersangka dalam skenario pembunuhan tersebut.

Hal tersebut dijelaskan. Ir Tonin Tachta Singarimbun SH sebagai Advokat PH Tim Pengacara Kivlan Zein dan Ketua Umum Ormas Paska Mesima. Saat Diwawancarai  media di Jakarta,  selasa,  4 Juni 2019.

Menurut Tonin Singarimbun, SH,  Dengan telah selesainya fase 22 Mei 2019 dan pembunuhan Wiranto cs., tidak pernah terjadi maka Kivlan Zen ditokohkan sebagai pendana dan perancang pembunuhan Wiranto, Luhut, Budi Gunawan dan Gories merr yang mana kebenarannya hanya berdasarkan pengakuan dalam BAP sebagaimana ucap Pak Tito disebelah Pak Wiranto dalam press conference mengundang wartawan yang mana senjata yang akan dipergunakan untuk pembunuhan dimaksudkan juga di publikasikan oleh Polisi dan TNI dalam press conference yang berbeda waktu dan tempat.

 

Mayjend (Purn) TNI AD Kivlan Zen mantan Kepala Staf Pangkostrad TNI AD yang ada hubungan dengan Iwan yang memiliki utang karena wanprestasi sebesar Rp 150 juta karena tidak dapat menyelenggarakan aksi orasi mengenang supersemar demikian juga Azwarmi adalah supir partime yang diduga memiliki senjata tak bersurat guna pengawalan P Kivlan berdasarkan referensi Iwan sekitar 3 bulan lalu.

Pak Kivlan yang sekarang disangkakan dan ditahan dengan perbuatan yang masih perlu diuji lagi kebenaran rencana pembunuhan, pembiayaan pembunuhan, kepemilikan senjata dan entah berantah apa lagi dirancang berdasarkan keterangan yang sebenarnya cukup pada tahap penyelidikan yang dalam sebagai aktor yang sekarang rencana pembunuhan berujung kepemilikan senjata api.(red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *