Rapat Pemaparan Rencana Proyek Kerja Sama Pembangunan “Ciangir Agro Technopark dan Agro Wisata” Bersama Mitra PT.Asia Agrobis Indonesia

 

 

Dirjen Pas Sri Puguh Utami bersama Komisaris utama PT.Asia Agrobis Indonesia Wibisono,SH,MH memimpin rapat kantor didtjen Pemasyarakatan.

 

 

Jakarta, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementrian Hukum dan HAM Sri Puguh Utami, rabu,19 juni 2019 memimpin Rapat Pemaparan Rencana Proyek Kerja Sama
Pembangunan “Ciangir Agro Technopark dan Agro Wisata” Bersama Mitra PT.Asia Agrobis Indonesia. Bertempat di Kantor PUSAT DITJEN Pemasyarakatan Jakarta.

Rapat Pemaparan di hadiri oleh Dirjen Pemasyarakatan Sri Puguh Utami, Direktur Teknologi informasi Dodot beserta Direktur Ditjen Pemasyarakatan, jajaran staff dan Kepala Lapas seluruh Indonesia. Pihak Mitra dihadiri Komisaris Utama PT.Asia Agrobis Indonesia Wibisono,SH,MH,Direktur Utama Ir.Adam Rustam beserta jajaran staff PT Asia Agrobis Indonesia.

 

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) menggandeng mitra kerjasama yang sangat berpengalaman dalam bidang agro agar program ini tidak biasa biasa aja, dan akan menjadi “Legacy”, ujarnya.

 

Program ini memproyeksikan Permukiman Pemasyarakatan Ciangir sebagai pusat agro-technopark dan agrowisata pemasyarakatan ke depan. Permukiman seluas 30 hektare yang akan dihuni untuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP atau Napi) yang tengah digabungkan dengan asimilasi itu akan digunakan pula sebagai gerai etalase pemasyarakatan.

 

 

Menurut bu Dirjen Permukiman Pemasyarakatan Ciangir tidak hanya akan menjadi pusat asimilasi, tetapi juga menjadi agrowisata pemasyarakatan, Dengan demikian masyarakat dapat melihat dengan gamblang buah dari proses pembinaan yang selama ini dikesampingkan atau tak tersentuh pengetahuan masyarakat karena sepinya ekspos media massa, ujar Utami.

Permukiman seluas 30 hektare itu akan dibuat gerai etalase pemasyarakatan yang akan menyajikan semua hasil karya yang dijual, baik untuk pasar domestik maupun internasional. Permukiman itu pun menjadi Pusat Argowisata Pemasyarakatan yang dapat memberikan edukasi tentang pola pembinaan narapidana yang sebenar-benarnya kepada masyarakat,paparnya

Wibisono menambahkan, Permukiman Pemasyarakatan Ciangir adalah permukiman pemasyarakatan pertama di Indonesia, yang dibangun di Desa Ciangir, Legok, Kabupaten Tangerang. Mengusung konsep modern Agro Techno yang berbasis teknologi Organik,yang akan menghasilkan produk pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan organik, program ini akan mengembalikan kembali tekad yang kuat, untuk mengembalikan menjadi bangsa agraris, revitalisasi, pemasyarakatan, tengah melaksanakannya dengan PASTI (Profesional, Akuntabel, Sinergis, Transparan, dan Inovatif).

Sebagai Lapas yang diproyeksikan berlabel keamanan minimum, warga binaan Permasyarakatan Pemasyarakatan Ciangir akan dibimbing menjadi sumber daya manusia yang potensial sebagai bagian dari pembangunan nasional di pusat industri narapidana. Mereka kembali menjadi manusia utuh yang mampu berkontribusi dalam kemajuan ekonomi nasional, penghasil produk unggulan bernilai ekonomi yang mampu menyokong nilai tambah ekonomi negara.

 

“Pembangunan Permukiman Pemasyarakatan Ciangir diharapkan menumbuhkembangkan kemandirian, sebagai rumah harapan bagi narapidana, pemerintah, dan masyarakat,” kata Utami

Komplek permukiman pemasyarakatan ini dirancang menjadi show case ketahanan pangan (food security),ada beberapa zona area, antara lain zona Area pertanian padi, holtikultura,hidroponik,zona perkebunan buah dan sayur sayuran,zona tambak ikan,zona peternakan sapi, ayam dan unggas, Area Umum Terbuka sebagai Agro Technopark dan Agrowisata yang menjadi tempat sosialisasi pelaksanaan program pembinaan, serta Area Pembinaan Skala Industri.

Sebagai warga binaan yang akan ditempatkan di Open Camp Ciangir adalah WBP dengan kategori narapidana risiko rendah (risiko rendah), yaitu mereka yang telah memasang pembinaan asimilasi dan telah melalui assesmentdanpermasalahanpenggunaan.

Pembangunan Permukiman Pemasyarakatan di Ciangir menjadi bagian penting dari pemidanaan modern, serta merupakan terobosan progresif dan solusi pembinaan pelindungan hukum yang holistik, integral, dan terintegrasi. Cara ini juga merupakan metode modern untuk mendorong produktivitas warga binaan pemasyarakatan melalui kegiatan industri yang diminta calon tenaga kerja tangguh dan siap berkompetisi, selain menjadi wahana Agro-technopark dan agrowisata,pungkas Utami.
[20/6 08.36] .

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *