Advokat KIVLAN, Tonin Singarimbun : Sekarang Merasakan Kesulitan Mendapakan Hak-hak hukumnya sebagaimana di Kepolisian seharusnya diberikan Hak Mendapatkan Gelar perkara khusus secepatnya

Advokat Kivlan zein, TONIN SINGARIMBUN, SH. : Bareskrim Polri menggantung gelar perkara khusus pidana Kivlan Zen

Kivlan Zen yang pernah mendapatkan SK Pengangkatan sebagai KASAD pada era Presiden Gusdur karena tidak ada lagi perwira tinggi yang mau mendukung Presiden Gusdur pada waktu itu kata Tonin Singarimbun maka sekarang merasakan kesulitan mendapakan hak-hak hukumnya sebagaimana di Kepolisian seharusnya diberikan hak mendapatkan gelar perkara khusus secepatnya setelah mengajukan surat ke wassdik, demikian juga secara patut seharusnya pengadilan memberikan jadwal persidangan yang menguntungkannya , dan ke-2 hak hukumnya menjadi sirna dan harus pasrah mendekam dalam penjara menunggu nasib dari kekuasaan atau subjektifitas kepolisian dan pengadilan.

Julianta Sembiring hari ini menjabani wassidik Mabes Polri dengan menelan jawaban enteng :  “kami tidak dapat menyelenggarakan gelar perkara yang diminta” karena menunggu hasil praperadilan yang telah diputuskan oleh Hakim Guntur ditunda ke tanggal 22 Juli 2019 tanpa memperdulikan batas penahanan 40 hari akan berakhir tanggal 27 Juli 2019.

TIM Pembela Hukum Kivlan Zen Advokat Rakyat Semesta menyadari Pembelaan Hukum yang sekarang dimintakan adalah hal-hal yang belum masuk ke materil hanya kebenaran profesionalitas penyidik Polri yang menangani penyidikan Pak Kivlan sehingga sepatutnya Polisi tidak perlu takut sebagaimana administrasi penyidikan bisa diperbaiki dengan mudah jika dalil kami benar adanya karena seorang ditangkap, di tetapkan sebagai tersangka dan ditahan dilindungi oleh UU dan tidak ada kewenangan subjektif melanggar administrasi/prosedur penyidikan karena katanya Polisikan sudah profesional ujar Tonin tanpa menyebutkan apa-apa yang telah dilanggar sehingga akibat pelanggaran tersebut akan melepaskan Pak Kivlan Zen lepas demi hukum.

Kami akan mendatangi lagi Ketua PN Jakarta Selatan dan Wassidik Mabes Polri besok kamis sebelum menemtukan arah dan strategi pembelaan lainnya sebagaiamana Pak Kivlan Zen jelas tidak pernah memberikan uang yang berasal dari Habil Marati untuk pembiayaan pembelian Mayer, Revolver, Taurus Fabrica dan Laras Panjang dari Adnil dan Fivi dengan peluru/ amunisi dari anggota Brimob yang diterangkan oleh Helmi Kurniawan alias Iwan pada waktu BAP Projustisia konfrontasi tanggal 18 Juni 2019 di Unit 3 Subdit 4 Jatanras Direskrimum Polda Metro Jakarta antara Kivlan Zen, Helmi Kirniawan alias Iwan dan Tahjudin sebagai saksi dengan Tersangka Habil Marati dalam pidana kepemilikan senjata api pasal 1 ayat 1 UU Darurat nomor 12 tahun 1951.

Tonin juga menyampaikan tentang laporan di Propam pertanggal 17 Juni 2019 dengan Terlapor Irjen M Iqbal Kadiv Humas Polri sebenarnya diajukan ke Bareskrim sebagai pidana ITE penyebaran fitnah/ hoax tetapi oleh petugas di tolak karena yang dilaporkan polisi aktif dan menjadi kewenangan Propam.

Kompolnas juga sudah mengeluarkan rekomendasinya kepada TPH Kivlan Zen untuk mengajukan laporan ke propam terhadap apa-apa yang telah dilaporkan dan jika propam polri tidak menindak lanjuti maka kewenangan Kompolnas akan lahir sehingga TIM sedang menyusun laporan berikutnya ke Propam terhadap penyidik yang dinilai tidak profesional tersebut.

Langkah hukum mengajukan “penghapusan hak penuntutan” sebagaiaman KUHAPidana juga sudah diajukan ke Jaksa Agung beberapa hari yang lalu ujar Tonin sehingga semakin cepat Kejaksaan mengetahui apa sebanarnya sangkaan kepolisian tersebut sehingga tidak hanya mengolah pemberitaan tanggal 28 Mei 2019 dan 11 Juni 2019 dari Kantor Menkopolhukam Jalan Medan Merdeka Barat.

Jaksa sangat profesional yang tidak akan memproses fitnah sebagaimana diucapkan Pak Kivlan pada tanggal 18 Juni 2019 setelah BAP Konfrontir.

Tonin dkk., sudah beberapa kali menyandangi Kejaksaan Tinggi guna bertemu dengan Jaksa yang telah ditunjuk oleh Kajati sehingga diharapkan perkara ini bisa selesai sesuai hukum yang sah dalam mengakhiri keterangannya sore ini. Rabu,10 juli  2019.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *