#analispolitikwarungkopi

 

#analispolitikwarungkopi:

Beberapa menit setelah kuikon mengumumkan kemenangannya, Koh FIFA yang ditanya wartawan, apakah akan berkampanye untuk Jokowi di Pilpres 2019, mantan Mensos itu mengiyakannya.

Hal yang sama juga dilakukan Ridwan Kamil. Benarkah Koh FIFA dan Kamil akan melakukannya? Tentunya kita harus menunggu 2019.

Tapi logikanya, Koh FIFA ikut Pilgub bukan lewat partainya Jokowi, bahkan di Pilgub dia berseteru dgn jagonya partai Jokowi. Bahkan perahu yg digunakannya adalah partai seteru partainya Jokowi.

 

Kalo pun kemarin Jokowi mengijinkan koh FIFA ikut Pilgub itu tak lain hanya sebuah basa basi politik karena Jokowi tau persis koh FIFA begitu ngotot mau ikut Pilgub.

Kalo pun tak diijinkan, koh FIFA tetap saja akan ikut Pilgub. Sama seperti Edi Rahmayadi, walaupun tak diijinkan elit TNI, dia tetap aja ngotot ikut Pilgub di Sumut.

 

Dalam kondisi seperti itu, apakah mungkin Koh FIFA akan mengkhianati perahu yg sudah mengantarnya berlayar di Jatim?

Lalu kenapa Koh FIFA mengatakan akan berkampanye untuk Jokowi di pilpres 2019? Bukankah itu hanya basa basi politik mengingat Jokowi masih seorang presiden! Terlepas dari semua itu, kita tunggu 2019, apakah koh FIFA berkampanye untuk Jokowi atau tidak.

Lalu bagaimana dengan Kamil, apakah mungkin dia akan berkampanye untuk Jokowi di pilpres 2019?

Sekarang mari kita bertanya, apa kontribusi Jokowi terhadap Kamil di Pilgub Jabar? Bahkan, saat itu Kamil nyaris tidak mendapatkan perahu dan partainya Jokowi maupun Jokowi tidak menolongnya.

Padahal, saat Pilgub Jakarta dimana Kamil sempat digadang gadang untuk maju, Jokowi memanggilnya ke istana. Dan akhirnya Kamil mengumumkan tidak akan ikutan di Pilgub Jakarta.

 

Tapi saat Pilgub Jabar, Kamil ditinggal hingga nyaris tak mendapatkan perahu. Dalam kondisi seperti ini, apakah Kamil akan menjadi jurkam Jokowi. Bukankah ucapannya tsb hanya basa basi politik, mengingat Jokowi masih sebagai seorang Presiden? Terlepas dari semua itu kita tunggu saja Pilpres 2019.

Salam dari Tukang Kopi Pinggir Jalan. Neta S Pane

 

#analispolitikwarungkopi

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *