Apel Gelar Pasukan Pengamanan Asian Games VIII-2018

Jakarta, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta, Senin (13/8/2018), menggelar Apel Gelar Pasukan Pengamanan Asian Games VIII-2018 di silang Monas, Jakarta Pusat.

Apel yang diikuti lebih dari 500 personil Satpol PP dari tingkat kabupaten/kota dan provinsi ini dipimpin Kepala Satpol PP Yani Wahyu Purwoko.

“Kita mendukung Asian Games VIII-2018, dan akan menyukseskan penyelenggarannya. Karena itu, hari ini kita menyelenggarakan Gelar Pasukan sebagai bentuk kesiapan dan keseriusan kita da!am mengambil peran strategis dalam mengamankan event yang diselenggarakan pada 18 Agustus hingga 2 September 2018 tersebut di Jakarta dan Palembang,” jelas Yani dalam pidatonya.

Yani menjelaskan, total personel Satpol PP yang diterjunkan untuk pengamanan Asian Games sebanyak 2.880 personel. Mereka dikerahkan ke titik-titik yang menjadi lokasi penyelenggaraan event dan yang bersinggungan dengannya, seperti Gelora Bung Karno, Jalan MH Thamrin-Sudirman, Monas, Wisma Atlet, sepanjang rute yang dilalui atlet dari tempat penginapan ke arena pertandingan, Velodrome Rawamangun dan arena pertandingan Pencak Silat di TMII, Jakarta Timur.

“Ke-2.880 personel ini ada yang dlploting dan ada yang mobile. Yang ploting dibagi tiga shift; shift pertama pukul 06:00-14:00 WIB, shift kedua pukul 14:00-21:00 WIB, dan shift ketiga pukul 21:00-06:00 WIB,” jelas Yani.

Meski demikian ia mengatakan, dari semua objek yang diamankan, hanya ada tiga lokasi yang dijaga selama 24 jam/hari (3 shift), yakni GBK, Monas dan Wisma Atlet.

“Pengamanan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan dan gangguan terhadap ketertiban masyarakat, karena sesuai arahan Gubernur, event Asian Games harus terlaksana dengan baik, aman dan lancar, karena apa pun yang terjadi pada event ini akan mempengaruhi citra Indonesia, termasuk Jakarta, di tingkat internasional. Karenanya, harus maksimal dan profesional,” katanya.

Yani bahkan mengakui kalau karena arahan Gubernur, maka personel Satpol PP yang diterjunkan tidak boleh berkostum mirip tentara (PDL dan PDH) yang lengkap dengan atributnya, karena akan memberi kesan kalau Jakarta tidak aman, sehingga harus dijaga seketat itu.

“Semua personel yang melakukan pengamanan diwajibkan mengenakan seragam taktis yang berupa kaos oranye dan celana coklat, seragam yang biasa dipakai tiap Rabu, karena selain kostum ini terkesan santai, juga terkesan ramah dan humanis,” katanya.

Ketika ditanya jenis pelanggaran apa yang akan ditindak, Yani menjelaskan pelanggaran terhadap fungsi jalan, taman dan trotoar, seperti parkir liar, pengemudi yang melawan arah, dan pengrusakan terhadap fasilitas taman.

“Untuk pengamanan di Jalan MH Thamrin dan Sudirman sudah kita lakukan sejak bulan lalu, dan sudah banyak warga yang ditindak karena parkir sembarangan dan menggunakan trotoar sebagai tempat berlalu lintas,” katanya.

Selain mengamankan pelaksanaan Asian Games pada 18 Agustus-2 September 2018, Satpol PP juga mengamankan pelaksanaan Pawai Obor Asian Games di tiap wilayah kota administrasi di Jakarta pada 15-17 Agustus 2018.

“Untuk acara ini, kami memploting personel di sepanjang jalur yang dilalui peserta Pawai Obor,” tutup Yani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *