APJPI Bersatu Siap Merubah Citra Buruk Profesi Penagihan

 

Jakarta.Pada hari yang berbahagia ini, Sabtu 28 Juli 2018 kami Kumpulan Direktur dan Komisaris mendeklarasikan berdirinya Asosiasi Perusahaan Jasa Penagihan Indonesia Bersatu (APJPI Bersatu), dimana berdirinya APJPI Bersatu didasarkan kepada Akta Pendirian No. 208 Tanggal 26 Juli 2018 oleh Notaris di Jakarta yaitu Netty Maria Machdar, SH.

 

Adapun selaku pendiri APJPI Bersatu sebagai berikut : Akhmad Junaidi, SH, Emiral Rangga Tranggono, SH, CPL, Amin Mujito, ST, Makmur Tarigan, Jaelani Saputra, Armada Malindo, I Gde Adi Putrawan, SH, Daniel Hari Purnomo, SH, B. Sidin Sihotang, Dolok Martin Oprint Dewasa Siahaan, ST, Devy Arisandi, Iskandar Uno, SH, Ishak dan Muzammil.

 

Lahirnya Perusahaan Jasa Penagihan merupakan suatu berkat dan kebahagiaan bagi orang perseorangan yang menggeluti profesi dibidang jasa penagihan pada sektor lembaga jasa keuangan baik bank maupun non bank, “Ujar” Ketua Umum APJPI Bersatu, Amin Mujito, ST di Hotel Mercure Simatupang, Lebak Bulus, Jakarta, (28/7/2018).

 

Dengan diundangkannya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 30/POJK.05/2014. Tentang Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Bagi Perusahaan Pembiayaan yang didalam
Pasal 49 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan menerangkan bahwa:

 

Perusahaan dapat melakukan kerjasama dengan pihak lain untuk melakukan fungsi penagihan kepada Debitur, kemudian Perusahaan harus menuangkan kerjasama dengan pihak lain sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dalam bentuk perjanjian tertulis bermaterai dan Kejasama dengan pihak lain sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib memenuhi ketentuan yakni, “Pihak lain tersebut berbentuk badan hukum, Pihak lain tersebut memiliki izin dari instansi berwenang dan Pihak lain tersebut memiliki sumber daya manusia yang telah memperoleh sertifikasi profesi di bidang penagihan dari lembaga yang ditunjuk oleh asosiasi perusahaan pembiayaan indonesia,” kata Amin.
Adapun harapan-harapan dan perbaikan-perbaikan dari berdirinya APJPI Bersatu ini diantaranya :

 

Pertama, Berdirinya APJPI Bersatu dapat mendorong dirumuskannya regulasi atau ketentuan-ketentuan yang dapat memperkuat kerja-kerja jasa penagihan, yang mana atas regulasi dan ketentuan dimaksud tentunya Para Pelaku Usaha Jasa Penagihan akan tunduk dan patuh terhadap regulasi dan ketentuan dimaksud, sehingga tidak terjadi kriminalisasi dan atau stigma yang buruk bagi Para Pelaku
Usaha Jasa Penagihan didalam melaksanakan kerja jasa penagihan.

 

Kedua, Berdirinya APJPI Bersatu dapat menjadi wadah pembentukan karakter, etika dan edukasi bagi Para Pelaku Jasa Penagihan baik dalam menjalankan perusahaan yang menerapkan tata kelola perusahaan yang baik serta edukasi hukum agar didalam pelaksanaan pemberian jasa penagihan tidak melawan dan atau melanggar hukum.

 

Ketiga, Berdirinya APJPI Bersatu diharapkan dapat merubah citra buruk profesi penagihan dari yang kurang baik ditengah masyarakat menjadi sebuah profesi yang mampu memberikan solusi bagi masyarakat selaku debitor yang mengalami permasalahan didalam melaksanakan kewajibannya membayar angsuran kepada perusahaan pembiayaan.

 

Keempat, Berdirinya APJPI Bersatu dapat membangun kualitas perusahaan yang baik sesuai dengan ketentuan di Undang-undang No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas dan dengan sungguh-sungguh menerapkan kaidah-kaidah ketenagakerjaan sebagaimana diamanatkan didalam Undang-undang No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan, sehingga dalam hal ini terjadi pembukaan lapangan pekerjaan yang sehat dan berkeadilan dan

 

Kelima, Berdirinya APJPI Bersatu akan membentuk norma-norma positif bagi Perusahaan Jasa Penagihan sehingga selain terjadi Iklim positif diantara Pelaku Usaha Jasa Penagihan juga sebagai mitra yang baik bagi Lembaga Jasa Keuangan baik bank maupun perbankan, atau perusahaan perusahaan lain yang membutuhkan pelayanan jasa penagihan di Indonesia. (Ahr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *