Pernyataan Sikap Asosiasi produsen kemas kaleng Indonesia (APKKI)

  1. Jakarta. Asosiasi produsen kemas kaleng Indonesia (APKKI) dengan ini menyampaikan pernyataan sikap  dengan hasil penyelidikan sunset review anti dumping terhadap produk baja lapis  (Tinplate) yang dilakukan oleh komite anti dumping Indonesia (KADI) sebagai berikut:

1. Bahwa sebagaimana  pada tanggal 15 Januari 2014 pemerintah Indonesia  BEA masuk anti dumping (BMAD)  terhadap  Tinplate yang berasal dari ,Tiongkok dan Korea  berdasarkan peraturan Mentri  No 10/PMK011/2014 pengenaan BMAD  selama 5 tahun semenjak tanggal 15 januari 2015 sampai dengan 14 januari 2019.
2.Bahwa saat ini komite anti  dumping Indonesia (KADI) sedang melakukan penyelidikan sunset review  menentukan apakah akan  merekomendasikan perpanjangan pengenaan BMAD produk tinplate dari ketiga Negara tersebut atau tidak .
3. Bahwa berdasarkan hasil  oleh sunset  oleh  terindikasi kuat bahwa KADI akan merekomendasikan perpanjangan  pengenaan  produk Tinplate kepada Mentri perdagangan RI.
4.bahwa terkait dengan indikasi  diatas,  APKKI yg merupakan Asosiasi  menggunakan produk  sebagai bahan baku utama SANGAT BERKEBERATAN apabila KADI  merekomendasikan perpanjangan pengenaan  BMAD atas  tinplate dengan alasan sebagai berikut:

 
Bahwa industri dalam negeri telah diberikan  proteksi oleh  indonesia dalam bentuk tarif bea  (BM) impor  berdasarkan  011/2014 sebesar 12.5% Sehingga apabila tarif impor.

Atas  dari ketiga Negara dikenakan bea masuk anti  (BMAD)  akan menjadi  BM (12.5%)+BMAD ( 4.4% s/d 7,9%).
B. Bahwa dengan besaran tarif  BM dan BMAD tersebut menyebabkan harga tinplate yg merupakan bahan baku  anggota  menjadi sangat mahal dan akhir nya mendorong terjadinya impor  jadi dan ptodak kalengan jadi yang tarif nya bisa 0% dengan menggunakan tarif  ( free trade agreement).
C. Bahwa semesti nya pemerintah RI meninjau  besaran taruf BM atas prodak  impor agar menjadi di  12,5% perbedaan yg sangat besar ini menjadikan industri kemas  diindoneisa tidak koperatif.
D. Bahwa penerapan BM yg tinggi ditambah BMAD secara langsung mengancam keberlangsungan industri kemas kaleng dan juga  industri produk kaleng sehingga menjadikan harga produk yg menggunakan kaleng menjadi lebih mahal .
E. Bahwa saat ini industri dalam negri tinplate hanya terdapat satu produsen dengan kapasitas 160.000 MT  pertahun dengan kapasitas ini masih belum mencukupi konsusmi dalam , padahal konsumsi tinplate dalam nasional 250.000 MT pertahun.
D.  Bahwa  APKKI dengan ini Meminta dengan sangat kepada KADI dan mentri perdagangan RI atau pemerintah indonesia pada umumnya untuk tidak memperpanjang BMAD dan menurunkan BM tinplate yang 12,5% sehingga akan dapat mendorong pertumbuhan industri kemasan kaleng nasional.
Keterangan pers ini disampaikan dalam rangka dengar pendapat atas hasil penyelidikan sunset riview tinplate yang akan diselenggarakan oleh  KADI pada tanggal 4 mei 2018 agar menjadi perhatian indonesia dari pemerintah kususnya intansi yang berwenang .

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *