Blunder lagi terkait Pertemuan Rahasia Jokowi Dengan Bos Freeport

Ketua Pendiri Garda PAS Wibisono bersama mantan Menteri ESDM Sudirman Said.

 

Jakarta, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandi, Sudirman Said membongkar terkait Presiden Jokowi pernah menggelar pertemuan rahasia dengan bos Freeport McMoran James R Moffet.

Ditemui terpisah, Presiden Jokowi membantah tudingan ini, saya kira ini blunder lagi buat jokowi, karena bantahan ini tidak ada bukti dan saksi yang membantah pertemuan tersebut, ujar pengamat inftastruktur dan ketua pendiri Garda PAS Wibisono menanggapi pertanyaan wartawan di jakarta (23/2/2019).

Menurut versi Sudirman Said, pertemuan rahasia itu disebut menyepakati soal surat 7 Oktober 2015 atau surat yang disebut sebagai cikal bakal perpanjangan izin PT Freeport Indonesia.

Sudirman membantah bahwa surat perpanjangan izin diinisiasi oleh dirinya yang saat itu menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, kata wibi.

Sudirman kemudian menceritakan kronologi pertemuan antara Jokowi dan bos besar Freeport itu.

Sehari sebelum diterbitkannya surat perpanjangan, yakni pada 6 Oktober 2015, Sudirman mengaku ditelepon ajudan presiden untuk datang ke Istana. Namun, ia tidak diberi tahu tujuan Presiden memanggilnya.

“Kira-kira pukul 08.30 WIB, saya datang dari rumah, duduk sekitar 5, 10 menit, langsung masuk ke ruang kerja Pak Presiden,” katanya.

Sudirman bercerita, sebelum masuk ke ruang kerja Jokowi, ia dibisiki ajudan presiden untuk menganggap bahwa pertemuan tersebut seolah-olah tak pernah ada.

Menurut Sudirman, Sekretaris Kabinet dan Sekretaris Negara yang mencatat setiap jadwal Presiden pun tak diundang. Ia pun menuruti pesan yang disampaikan asisten pribadi Presiden tersebut. Saat masuk ke ruangan, Sudirman merasa sangat kaget. Lantaran di ruangan tersebut sudah ada James R Moffet yang saat itu adalah bos Freeport McMoran Inc,paparnya

“Tidak panjang lebar Presiden (Jokowi) mengatakan, ‘Tolong disiapkan surat seperti apa yang diperlukan. Kira-kira kita ini menjaga kelangsungan investasi, nanti dibicarakan setelah pertemuan ini’. Baik,” kata Sudirman.

Di pertemuan itu, Moffet menyampaikan draft tentang kelangsungan investasi PT Freeport di Indonesia. Namun, Sudirman tak setuju draft itu.

Dia pun memilih membuat draft yang dianggap akan lebih menguntungkan Indonesia.

“Saya bilang ke Moffet bukan begini cara saya kerja. Kalau saya ikuti drafmu, akan ada preseden negara didikte oleh korporasi. Dan saya akan buat draft yang melindungi kepentingan republik,” katanya.

Draft yang dibuat Sudirman diperlihatkan kepada Presiden Jokowi.

“Saya katakan (ke Presiden) draftnya seperti ini dan saya belum tanda tangan. Apa komentar Presiden?, Presiden mengatakan, lho begini saja sudah mau. Kalau mau lebih kuat, ya diberi saja,” katanya.

Sudirman mengatakan, dengan cerita tersebut, artinya surat 7 Oktober 2015 itu bukan inisiatif dirinya, melainkan atas perintah Presiden Jokowi.

 

Jokowi Membantah

Cerita Sudirman itu dibantah Jokowi. Jokowi mengakui sempat beberapa kali bertemu dengan Presiden Freeport McMoran Inc James R Moffet di Indonesia.

Jokowi pun mengakui pertemuan tersebut untuk memperpanjang izin operasional Freeport di Indonesia.

Namun, Jokowi mengungkapkan sejak awal pertemuan tersebut ditujukan untuk menguasai 51 persen saham Freeport.

“Ya perpanjangan. Dia kan minta perpanjangan. Pertemuan bolak-balik memang yang diminta perpanjangan, terus apa?” ungkap Jokowi saat ditemui di Hotel El Royale, Jakarta, Rabu (20/2/2019).

 

Klarifikasi kementrian ESDM

Menteri Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan memberikan klarifikasi terkait dengan pernyataan mantan Menteri ESDM Sudirman Said yang menyebutkan ada pertemuan rahasia Presiden Joko Widodo dengan bos Freeport McMoran (FCX) James Moffet pada 2015 yang membahas perpanjangan kontrak.

Dalam klarifikasinya, Jonan mengaku tak tahu-menahu mengenai pertemuan tersebut. Namun, Jonan tak secara tegas menampik adanya surat perpanjangan kontrak yang diminta oleh Freeport, seperti yang disebutkan oleh Sudirman Said.

Hanya, ia menegaskan bahwa sekalipun pertemuan itu benar terjadi, itu tidak memberikan pengaruh apa pun terhadap status dan perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia yang telah berubah menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) pada 21 Desember 2018.

Jonan menegaskan bahwa ketika ia ditugaskan oleh Presiden untuk menyelesaikan perundingan dengan Freeport sejak Oktober 2016, semua negosiasi kembali dimulai dari awal.

Jonan mengatakan, kepada tim negosiasi yang terdiri dari Menteri ESDM, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani, Presiden Jokowi telah memberikan arahan yang tegas.

“Arahannya sudah jelas. Pertama, (pengambilalihan saham) 51 persen. Kedua, harus bangun smelter. Ketiga, jadi IUPK. Keempat, penerimaan. Akhirnya, seperti yang kita ketahui,” kata Jonan.

Di masa Jonan, negosiasi ini mulai kembali dari nol dengan berlandaskan pada arahan Presiden dengan empat poin.

“Sewaktu saya ditugaskan di sini, ditinggal semua. Kita mulai runding baru dengan empat syarat itu. Yang penting itu. Start dari nol perundingannya,” ungkap Jonan.

Selain itu, Jonan pun mengaku tidak kenal dengan Presiden Freeport McMoran Inc James R Moffet. Sebab, pada waktu Jonan menjabat sebagai menteri, CEO Freeport McMoran sudah dijabat oleh Richard Adkersen.
Ia mengatakan, Adkersen memang pernah dua kali meminta untuk bertemu dengan Presiden.

Namun, ketika Jonan menyampaikan pesan itu kepada Presiden, Jokowi menolak pertemuan tersebut.

Dari gambaran diatas, Saya menilai tudingan Sudirman Said sangat berdasar, karena begitu Sudirman tidak bisa menjalankan perintah Presiden,maka dia di pecat, mantan Menteri ESDM Sudirman Said mengungkap soal pertemuan rahasia Jokowi dengan bos Freeport James R Moffet terkait perpanjangan kontrak Freeport sangat telak dan patut dijadikan kajian yang serius,kejujuran melawan kebohongan,kata Wibi.

Pertemuan rahasia tersebut menjadi cikal bakal keluarnya surat tertanggal 7 Oktober 2015 dengan Nomor 7522/13/MEM/2015 yang berisi perpanjangan kegiatan operasi freeport di Indonesia,pungkas Wibisono.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *