Cara demokrasi atau cara preman??

 

 

Cara demokrasi atau cara preman??

(terkait ancaman akan ratakan dgn tanah kantor Radar Bogor).
————————————

Ancaman salah satu kader partai berkuasa, yg mengatakan andai kantor Radar Bogor berada di Jawa Tengah maka akan rata dengan tanah, sungguh2 sangat melukai dan mencederai demokrasi!

Politik yg bermatabat bukan dengan cara2 menggunakan otot dan kekerasan. Apalagi cara2 gruduk & hancurkan pihak2 yang kritis.

Kita baru saja merayakan 20 tahun reformasi, reformasi yg lahir dengan darah dan air mata. Sungguh ironis tiba2 ada pihak yg hendak mengkhianati reformasi dengan cara melemparkan ancaman yang tidak beradab karena tidak siap untuk dikritik.

Sepahit apapun kritik tsb, seyogyanya jawablah kritikan itu dengan bekerja dan menghasilkan kinerja yang baik. Itu jauh lebih bermartabat.

Ancaman meratakan kantor Radar Bogor tsb sungguh2 jauh dari slogan saya Indonesia saya Pancasila. Sebab ancaman itu lebih pantas diucapkan oleh preman atau tukang pukul jalanan.

Sesungguhnya UU Pers telah mengatur bahwa pihak yang dirugikan karena suatu pemberitaan diberikan kesempatan untuk melakukan hak jawab, sebelum membawa pengaduan pada Dewan Pers. Manakala masih tidak puas ada proses hukum melalui pengadilan.

Negara Indonesia adalah negara hukum, apapun alasannya cara2 gruduk, apalagi ingin meratakan kantor pihak yang kritis sama sekali tidak bisa dibenarkan.

Mari kita lawan segala bentuk kekerasan,
“Fiat justitia ruat caelum”, tegakkan keadilan, sekalipun langit akan runtuh.

Didi Irawadi Irawadi Syamsuddin
Wakil Sekjend Partai Demokrat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *