Category Archives: Tokoh

Advokat Tonin Singarimbun, SH : KIVLAN ZEN KORBAN KONSPIRASI POLITIK DITETAPKAN SEBAGAI TERSANGKA DAN DILAKUKAN PENAHANAN TANPA PERNAH TERJADI PENYITAAN/PENGGELEDAHAN /TERTANGKAP TANGAN DALAM MEMILIKI SENJATA API KECUALI KETERANGAN ORANG

(SIARAN PERS)

 

 

Advokat Ir. Tonin Tachta Singarimbun SH. Dan Yundri. Bersama Kivlan Zein.

 

 

Jakarta.Mayor Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zen, S.IP., M.Si., ditetapkan sebagai Tersangka dalam perkara makar ternyata sekarang ditahan karena memiliki senjata api illegal sebagaimana untuk itu telah ditahan di Rumah Tahanan Pomdam Guntur, Jakarta selama 20 (dua puluh) hari. Keadaan pria yang telah berusia 73 tahun kelahiran Langsa, 24 Desember 1946 dalam keadaan tabah dan meyakini keadaan ini akan cepat berlalu setelah bertemu dengan ADVOKAT RAKYAT SEMESTA (ARS) yang terdiri dari 13 (tiga belas) Advokat terdiri dari 1) Muhammad Yuntri, S.H., 2)Ir. Tonin Tachta Singarimbun SH., 3)Taufik CH., SH., 4) Ananta Rangkugo S SH., 5) Henry Badiri Siahaan SH., 6) Julianta Sembiring SH., 7)Muhammad Kamil SH., 8)Farchat Bahafdullah SH., 9) Achmad Ernady SH., 10)Sunarto SH., 11)Denny Ernanda SH., 12)Dadi Sutardi, S.H., 13)R. Sugiri Purbokusumo, S.H., yang siap mengemban tugas mulia berdasarkan Surat Kuasa Khusus bertanggal 31 Mei 2019.

 

Tonin Tachta Singarimbun menjelaskan kepada media, mengenai perbuatan makar yang disangkakan berdasarkan pengakuan Pak Kivlan adalah dzolim dan tidak ada perbuatannya demikian juga tidak ada orang yang melaporkan sehingga ditetapkan sebagai Tersangka oleh Penyidik berdasarkan keterangan Eggy Sujana dan selanjutnya dinyatakan memiliki senjata api yang tidak berizin (legal) juga merupakan keadaan yang dipaksakan berdasarkan keterangan da bukan berdasarkan laporan sebagaimana supir Pak Kivlan yang baru bekerja selama 3 (tiga) bulan berdasarkan rekomendasi oleh “I” yang mana keduanya telah juga ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara yang tidak diketahui apa hubungannya dengan Pak Kivlan, yang mana “I” merekomendasi supir untuk menjadi pengawal karena adanya keyakinan upaya pembunuhan yang akan terjadi kepada Pak Kivlan.

 

Advokat Ir. Tonin Tachta Singarimbun SH.dan Yundri.

 

Tonin dan Yundri melihat penetapan tersangka dan penahanan oleh Direskrimum Polda Metro Jakarta terkesan karena objektifikas Penyidik dan bukan karena hukum yang berlaku dimasyarakat sebagaimana untuk menjadikan seorang Tersangka telah ada hukumnya berdasarkan Keputusan Mahkamah Konstitusi sehingga yang terjadi adalah cara-cara lama yang mana hanya berdasarkan pemikiran penyidik yaitu, gelar internal dan bukan berdasarkan gelar perkara secara besar dengan menggunakan pelapor, terlapor, kuasa hukum dan unsur di kepolisian dibawah kepemimpinan Kabag Pengawasan Penyidikan (Wassidik) sebagai bentuk Perkembangan hukum merupakan wujud nyata dari implementasi teori resposif yang menguraikan hukum sebagai suatu sarana respons terhadap ketentuan-ketentuan sosial dan aspirasi-aspirasi masyarakat.

 

Advokat Ir. Tonin Tachta Singarimbun SH.dan Yundri.

 

Singarimbun mengatakan, seandainya penetapan tersangka kepemilikan senjata api dan penahanan sepenuhnya diserahkan kepada penyidik maka hukum hanya menjadi miliki segelintir orang saja sehingga dimana keberadaan Advokat dan Terlapor/ Pelapor yang mana kita ketahui yang menangani perkara klien adalah Jatanras yang sangat berbeda kekhususannya dengan pidana makar dan kepemilikan senjata api karena JATANRAS (Kejahatan dan Kekerasan ) bertugas menyelenggarakan kegiatan-kegiatan penyelidikan, penyidikan tindak pidana umum yang berkaitan dengan kejahatan : kesopanan, penghinaan dan penistaan, membuka rahasia, kemerdekaan seseorang, jiwa, penganiayaan, pencurian, perampokan, pemerasan, ancaman, penghancuran/merusak barang, usaha pelacuran, perjudian, pornografi/asusila, kejahatan jalanan (street crime) meniadakan rasa takut dan kekhawatiran bagi semua orang (fire of crime) maka bila dihubungkan dengan perbuatan makar yang dikembangkan dengan kepemilikan senjata api menjadi tidak relevan lagi pada Jatanras.

Dan ini sudah salah arah penyidikan dari penyelidikan, maka sepatutnyalah Penyidik mengakui keadaan ini dipaksakan kalau tidak mengapa Reskrim tingkat Polda membuat Satuan-satuan seperti Harda, Resmob, Kamnek dll., yang kekhasannya jelas menurut Tonin dan Yundri.

Dengan telah salah pelaksana penyelidikan dan penyelidikan oleh Penyidik yang berlatar belakang/ keahlian yang jelas berbeda dengan sangkaan tersebut sebaiknya diakui saja dengan melepaskan klien Kivlan Zen sambil Direskrimum memperbaiki / mengganti Penyidiknya yang professional sesuai dengan pidana yang disangkakan. Ulang Tonin kejahatan asusila itu sangat berbeda keilmuannya dengan makar dan kepemilikan senjata api sehingga ujarnya janganlah memperlakukan kliennya seperti orang yang tidak pernah memberikan pengabdian kepada Negara ini karena sepatutnya lebih hati-hati memperlakukannya apa lagi sekarang dalam suasana pesta demokrasi karena antara Kejahatan Politik dan Kejahatan Pidana Umum akan sulit dibedakan terhadap kliennya.

 

Advokat Tonin menambahkan lagi, untuk menjadikan orang sebagai Tersangka belum pernah dapat dibuktikan bukti permulaan yang dimaksud dalam KUHAPidana atau sebagaimana Putusan Mahkamah Konstitusi karena berdasarkan keterangan klien belum pernah ada penyitaan senjata api dimaksud demikian juga tidak pernah ada penggeledahan/ tertangkap tangannya senjata yang dimaksud sebagaimana sampai hari ini tidak pernah diberitakan senjata api apa yang dimaksudkan oleh Kepolisian apakah yang perlu ijin Perbakin atau Ijin Kepolisian/ TNI/ BIN dan lainnya karena sebelum ini tuntas sepatutnya penetapan Tersangka dan penahanan tidak dilakukan karena orang harus dianggap belum bersalah sebelum kesalahannya itu dapat dibuktikan sebagaimana KUHAPidana dan bukan karena objektifitas Penyidik saja.

Konfrontir antara klien dengan Tersangka atau saksi lainnya belum pernah dilakukan ….eh eh langsung ditetapkan tersangka demikian juga langsung ditahan padahal klienya dinyatakan memiliki atau menyimpan senjata api oleh keterangan orang lain sehingga jika suatu hari Penyidik masih akan melakukan konfrontir maka hal ini sudah terjadi perbuatan sewenang-wenang karena orang ditahan berarti telah terpenuhinya alat bukti untuk sangkaan kejahatannya.

 

Para Advokat Rakyat Semesta akan bekerja maksimal untuk membuktikan masih ada celah dari sudut pandang pemahaman dan pengalaman para Advokat dibandingkan dengan Penyidik Jatanras karena sampai hari ini tidak pernah diketahui mengenai senjata api tersebut berada dalam penguasaan siapa, bukti pembelian dari klien, siapa penjualnya kepada klien karena yang terjadi adalah klien ada memesan senjata berburu babi hutan dan yang sudah pernah ditawarkan adalah senjata yang tidak cocok dengan keperluan klien sebagaimana untuk ijin dimaksud pengurusannya melalui Perbakin ujar Pak Kivlan kepada Advokat M, Yundri dan Tonin T Singarimbun, SH.

Para Advokat tersebut akan bekerjasama dengan Kuasa Hukum sebelumnya, dan secepatnya setelah menerima surat kuasa tersebut akan melakukan konsolidasi sesama Kuasa Hukum, menyerahkan surat kuasa kepada Penyidik, membuat pengaduan ke Komisi Kepolisian, Komnas HAM, meminta perlidungan ke Pangkostrad karena klien pernah menjabat sebagai Pangkostrad, menghadap Menteri Hankam, KASAD dan bertemu dengan Purnawirawan TNI AD yang memiliki rasa korsa dengan klien guna mendapatkan dukungan moril dan masukan dalam melakukan pembebasan/ pembelaan klien secepatnya.

 

Upaya praperadilan tidak menyelesaikan ini, lebih baik mengajukan gelar perkara dan menghadirkan ahli untuk membantu Penyidik mengeluarkan SP3 merupakan cara yang paling menguntungkan kepada semua pihak ujar Tonin mengakhiri keterangannya kepada awak media.(red)

COVER MAJALAH CEO INDONESIA Pangdam XVI/Pattimura. Mayor Jenderal TNI Suko Pranoto  

Profil Mayor Jenderal TNI Suko Pranoto  Pangdam XVI/Pattimura.

COVER MAJALAH CEO INDONESIA Pangdam XVI/Pattimura.

COVER MAJALAH CEO INDONESIA 

Profil Pangdam XVI/ Pattimura

Mayor Jenderal TNI Suko Pranoto adalah seorang perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang saat ini menjabat Pangdam XVI/Pattimura.

[1] Sebelumnya ia menjabat Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Darat menggantikan Brigadir Jenderal TNI Benny Susianto, S.Ip.

[2] Ia merupakan lulusan Akmil tahun 1987.

[3] dari kecabangan infanteri, Kabinda Kalimantan Selatan BIN.

.[4] Suko Pranoto.Pangdam XVI/Pattimura.

 

Informasi pribadi.

Alma mater Akademi Militer (1987) .

Dinas militer :  Pihak Indonesia Dinas/cabang TNI Angkatan DaratMasa dinas 1987– sekarang

Pangkat : Mayor Jenderal TNI. Satuan Infanteri.

 

Jabatan Militer.

Waasintel Kostrad

Asintel Kasdam Jaya

Patun Seskoad

Perwira Staf Ahli Bidang Manajemen dan Sishanneg Kasdam Jaya

Kabinda Kalimantan Selatan BIN

Danpuspenerbad Pangdam XVI/Pattimura

Komando Daerah Militer XVI/Pattimura

Komando daerah militer TNI-AD

 

Komando Daerah Militer XVI/Pattimura merupakan Komando Kewilayahan Pertahanan yang meliputi provinsi Maluku dan Maluku Utara.

Wilayah teritorial Kodam XVI/Pattimura meliputi 2 (dua) Provinsi, yaitu Provinsi Maluku dan Provinsi Maluku Utara serta 20 (dua puluh) wilayah Kabupaten/Kota, yaitu 11 Kabupaten/Kota di Provinsi Maluku dan 9 Kabupaten/Kota di Provinsi Maluku Utara dan 171 wilayah Kecamatan, yaitu 60 Kecamatan di Provinsi Maluku dan 111 Kecamatan di Provinsi Maluku Utara.

Kodam XVI/Pattimura memiliki 2 (dua) Komando Resort Militer (Korem) yaitu Korem 151/Binaiya terdiri dari 5 Kodim mencakup wilayah Provinsi Maluku serta Korem 152/Babullah terdiri dari 4 Kodim mencakup wilayah Provinsi Maluku Utara.

Komando Daerah Militer XVI/Pattimura

Lambang Kodam XVI Pattmura

 

Aktif15 Mei 1999 – sekarang

Negara Indonesia Cabang TNI Angkatan Darat

Tipe unit Komando daerah militer Bagian dari Tentara Nasional Indonesia

Markas : Ambon, Maluku

Situs webwww.kodam16pattimura.mil.id

 

Komandan tempur

 

Pangdam :Mayor Jenderal TNI Suko Pranoto

Kasdam : Brigadir Jenderal TNI Asep Setia Gunawan, S.Ip.

 

Tinggalkan Balasan

 

Profil Mayor Jenderal TNI Suko Pranoto  Pangdam XVI/Pattimura.

COVER MAJALAH CEO INDONESIA Pangdam XVI/Pattimura.

COVER MAJALAH CEO INDONESIA

 

Profil Pangdam XVI/ Pattimura

Mayor Jenderal TNI Suko Pranoto adalah seorang perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang saat ini menjabat Pangdam XVI/Pattimura.

[1] Sebelumnya ia menjabat Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Darat menggantikan Brigadir Jenderal TNI Benny Susianto, S.Ip.

[2] Ia merupakan lulusan Akmil tahun 1987.

[3] dari kecabangan infanteri, Kabinda Kalimantan Selatan BIN.

.[4] Suko Pranoto.Pangdam XVI/Pattimura.

 

Informasi pribadi.

Alma mater Akademi Militer (1987) .

Dinas militer :  Pihak Indonesia Dinas/cabang TNI Angkatan DaratMasa dinas 1987– sekarang

Pangkat : Mayor Jenderal TNI. Satuan Infanteri.

 

Jabatan Militer.

Waasintel Kostrad

Asintel Kasdam Jaya

Patun Seskoad

Perwira Staf Ahli Bidang Manajemen dan Sishanneg Kasdam Jaya

Kabinda Kalimantan Selatan BIN

Danpuspenerbad Pangdam XVI/Pattimura

Komando Daerah Militer XVI/Pattimura

Komando daerah militer TNI-AD

 

Komando Daerah Militer XVI/Pattimura merupakan Komando Kewilayahan Pertahanan yang meliputi provinsi Maluku dan Maluku Utara.

Wilayah teritorial Kodam XVI/Pattimura meliputi 2 (dua) Provinsi, yaitu Provinsi Maluku dan Provinsi Maluku Utara serta 20 (dua puluh) wilayah Kabupaten/Kota, yaitu 11 Kabupaten/Kota di Provinsi Maluku dan 9 Kabupaten/Kota di Provinsi Maluku Utara dan 171 wilayah Kecamatan, yaitu 60 Kecamatan di Provinsi Maluku dan 111 Kecamatan di Provinsi Maluku Utara.

Kodam XVI/Pattimura memiliki 2 (dua) Komando Resort Militer (Korem) yaitu Korem 151/Binaiya terdiri dari 5 Kodim mencakup wilayah Provinsi Maluku serta Korem 152/Babullah terdiri dari 4 Kodim mencakup wilayah Provinsi Maluku Utara.

Komando Daerah Militer XVI/Pattimura

Lambang Kodam XVI Pattmura

 

Aktif15 Mei 1999 – sekarang

Negara Indonesia Cabang TNI Angkatan Darat

Tipe unit Komando daerah militer Bagian dari Tentara Nasional Indonesia

Markas : Ambon, Maluku

Situs webwww.kodam16pattimura.mil.id

 

Komandan tempur

 

Pangdam :Mayor Jenderal TNI Suko Pranoto

Kasdam : Brigadir Jenderal TNI Asep Setia Gunawan, S.Ip.

Tinggalkan Balasan

Masuk sebagai adminKeluar?

 

PROFIL AHMAD ADI BAKTI,SE

Ahmad adi bakti merupakan pria kelahiran balikpapan kalimantan timur , ayahnya bernama Drs H bambang M yasin berasal dari dompu ,NtB salah satu pengusaha kelapa sawit di kalimantan dan ibunya bernama hj eri aryani berasal dari dompu,NTB .
Ahmad adi bakti bersekolah sd di balikpapan kemudian lulus sma di jakarta ia melanjutkan perguruan tinggi di universitas pelita harapan (lippo karawaci) .
Ahmad diketahui memulai bisnis di usia yang sangat muda ketika ia smp kelas 3 ahmad sudah mulai belajar melakukan kegiatan bisnis dengan membuat suatu rental ps dengan konsep cafe ,disaat teman seumurnya masih bermain ria ia sudah menjalankan suatu usaha dan usaha tersebut bukan merupakan sokongan dari orang tua melainkan hasil uang tabungan yang ia sisihkan.

Kemudian beralih ke sma kemampuan berbisnis ahmad semakin meningkat dengan terlihatnya gairah membangun sayap usaha lainnya , sma kelas 2 ahmad sudah menciptakan perusahaan di bidang general construction , naik ke kelas 3 ayahanda melihat bakat yang mengikuti jejak dari beliau dan akhirnya bpk bambang memilih untuk menjadikan ahmad adi bakti menjadi Presiden direktur di perusahaannya.

Ahmad menjadi CEO di perusahaan yang ia dirikan sekaligus di perusahaan ayahnya saat ini , bukan itu saja tahun demi tahun ahmad berekspansi membangun sesuatu yang baru hingga saat ini ia memimpin 4 perusahaan dan menjadi direktur pemasaran di 2 perusahaan lain.
Ia memiliki tekad untuk membangkitkan jiwa entrepreneur muda di luar sana, “ayooo kita bantu bangsa ini berjaya dengan meningkatkan entrepreneur muda dan memperluas lapangan pekerjaan” ungkap ahmad .

Mimpi mimpi yang ahmad utarakan dan belum tercapai saat ini yaitu membuka lapangan pekerjaan untuk 1 juta orang , mimpi ini masih menjadi target yang ahmad kejar.

PROFIL FARID PADANG, DIREKTUR FASILITAS DAN PERALATAN PELABUHAN PT PELINDO IV

 

PROFIL FARID PADANG

DIREKTUR FASILITAS DAN PERALATAN PELABUHAN PT PELINDO IV.

 

Warga negara Indonesia, lahir di Saparua, Ambon pada 14 Mei 1969. Memulai karier di PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) pada 1998 sebagai Pelaksana Tingkat I Penilikan Alat Apung.

Saat ini, beliau menjabat sebagai Direktur Fasilitas dan Peralatan Pelabuhan. Sebelumnya, Farid Padang menjabat General Manager Cabang Ambon pada 2016 hingga 2017.

Beliau menyelesaikan pendidikan Strata 1 Teknik Perkapalan pada Universitas Pattimura tahun 1995, Program Pasca Sarjana (S2) Manajemen Keuangan pada Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Makassar tahun 2012 dan Program Pasca Sarjana (S2) Manajemen Umum Universitas Hasanuddin pada tahun 2013.

Saat ini Sementara sedang menyelesaikan program s3 teknik sipil jurusan transportasi di universitas hasanudin.