Coffee Morning dan Dialog Interaktif dengan Tema “Peran Pers dalam Mengawal Proses Peradilan yang Independen dan transparan

 

KOTA BEKASI, MajalahCEO – Assosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) DPC Bekasi Raya bekerjasama dengan PN Bekasi Kelas 1A Khusus melaksanakan Coffee Morning dan Dialog Interaktif dengan Tema “Peran Pers dalam mengawal proses peradilan yang independen dan transparan”, yang digelar bertempat di Graha Wulan Sari, di Jalan Kemakmuran Nomor 15 Margajaya, Bekasi Selatan Kota Bekasi pada, Jum’at (15/11/2019).

 

Hadir saat acara sebagai tamu undangan, sejumlah perwakilan dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bekasi, para Narasumber (Hakim, Akademisi, Praktisi dan Wartawan Senior), Insan Pers dari berbagai Media dan organisasi Kewartawanan, bahkan para Mahasiswa, dengan dipandu moderator oleh humas PN Bekasi.

M. Lengkong selaku Ketua AWPI DPC Bekasi Raya dalam kata sambutannya menyampaikan bahwa apa yang dilaksanakan AWPI bersama PN Bekasi dapat di implementasikan serta menambah sinergitas.

 

“Semoga kedepannya dengan manfaat baik berupa wawasan yang didapat melalui kegiatan ini, kita secara baik pula dapat mengaplikasikannya, serta dapat berperan secara nyata, turut membangun bangsa dengan bidang kita secara profesional, demi kemajuan Indonesia khususnya di Kota Bekasi,” tutur M. Lengkong yang juga merupakan Pimpinan Umum di Media online telusurnews.com, tersebut.

 

Diharapkannya giat Coffee Morning dan Dialog Interaktif bersama AWPI DPC Bekasi Raya dengan PN Bekasi Kelas 1A Khusus, dapat menjadi inspirasi, kata M. Lengkong.

 

Sementara itu, mewakili Ketua PN Bekasi Kelas 1A Khusus, Wayan Karya, S.H., M.Hum, yakni Wakil Ketua Muhammad Mukhlis, S.H. M.H., mengatakan, “Saya sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan dialog seperti ini,” ungkapnya serius.

 

Selanjutnya dirinya menyampaikan bahwa sinergitas bersama media terjalin dalam koridor obyektifitas,. “Pengadilan dan Pers memiliki peran yang sama karena dalam melaksanakan tugas harus berdasarkan fakta,” ujarnya.

 

Masih kata Mukhlis, dalam menjalankan tugas di Pengadilan Negeri berdasarkan tiga asas, pertama adanya kepastian hukum (legal justice), kedua rasa keadilan bagi terdakwa dan masyarakat (moral justice). Ketiga adalah sosial justice, bahwa  setiap keputusan harus memberikan manfaat kepada masyarakat.

 

“Pers memiliki peran yang sangat penting dalam memberi pencerahan bagi pencari keadilan. Oleh karenanya sinergitas antara PN Kelas IA Khusus Kota Bekasi dengan wartawan merupakan hal yang sangat penting,” pungkasnya.

 

Dalam kesempatan yang sama Didit Susilo, Wartawan Senior Bekasi menyoroti perihal Penegakkan hukum di Indonesia.

 

”Contohnya yang paling konkret adalah, vonis hukuman penjara beberapa tahun yang dijatuhkan kepada seorang nenek yang mencuri ubi milik tetangga hanya untuk mempertahankan hidup. Contoh tersebut membuktikan kalimat bahwa hukum tajam ke bawah, tumpul keatas,” kata Didit.

 

“Sebagai masyarakat Indonesia yang peka akan kurang maksimalnya penegakkan hukum di Indonesia ini, mari kita sama-sama menerapkan prinsip, bahwa hukum memang harus dijalankan sebagaimana mestinya,” papar Didit.

 

Di tempat yang sama, Akademisi dari Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara (Ubhara), Anggreany Hariyani Putri, mengatakan pers memiliki fungsi sebagai social control dan mempunyai hak untuk pemenuhan kebutuhan informasi kepada masyarakat.

 

“Misalnya dalam membuat sebuah berita, seorang jurnalis harus obyektif sesuai dengan fakta yang ada, tidak ditambah-tambahkan dan dikurang-kurangi. Pers juga berhak untuk memberikan kritik jika melihat ada penerapan hukum di pengadilan yang salah, sehingga menciptakan budaya yang transparan dalam hal keterbukaan informasi,” ucap Putri.

 

Sedangkan, dari Praktisi Hukum, Andreas Sapta Finady, S.H., dalam penyampaiannya, Pers sudah seharusnya memperhatikan fakta hukum yang berkekuatan hukum tetap. Juga berjalan sesuai koridor dan etika yang berlaku.

 

“Peran media Pers dapan mengawal proses Peradilan yang Independen dan Transparan, dan tentunya ‘Tidak memihak’,” tegas Andreas mengkritik.

 

Humas PN Bekasi Kelas 1A Khusus, Djuyamto, S.H., juga selaku Moderator acara juga menyampaikan bahwa kegiatan dialog interaktif seperti ini merupakan pertama kali digelar Pengadilan Negeri bersama media di Indonesia.

 

“Baru pertama dilaksanakan di Indonesia, antara wadah wartawan bersama Pengadilan Negeri. Sehingga, diharapkan bisa menjadi contoh di daerah lainnya dalam mendukung transparansi publik pengadilan dan independensi media dimata masyarakat dalam ranah pengadilan,” pungkas Djuyamto.[]Zark/Dod

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *