Dampak Pelemahan Rupiah Terhadap Industri Properti

 

Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Industri Properti

Jakarta.Depresiasi nilai tukar rupiah sepertinya akan masih berlanjut yg diakibatkan oleh faktor external maupun internal. Saat ini Rupiah sudah mencapai kisaran Rp 14.900. – Rp 15.000 atau sering dipersepsikan telah menyentuh angka pisikologis.

Banyak kalangan mempertanyakan sejauh apa dampak pelemahan Rupiah terhadap USD terhadap Industri properti. Secara umum pengaruh depresiasi Rp terhadap USD akan memberikan dampak besar seiring dengan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia. Apabila BI melakukan kenaikan BI rate tentu Perbankan juga akan melakukan adjusment terhadap suku bunga dimasing2 Bank. Dan apabila hal ini terjadi maka industri properti akan mengalami langsung akibat kenaikan suku bunga perbankan ini.

Industri properti akan terdampak pada sisi demand side dan supply side sekaligus.

Disisi demand side, daya beli masyarakat terhadap property hunian misalanya akan turun karena biaya angsuran KPR akan naik sementaran pendapatan masyarakat masih tetap. Hal ini akan menurunkan tingkat penjualan perusaan pengembang. Seberapa besar penurunannya tentu harus dilihat seberapa besar kenaikan suku bunga dari masing2 Bank.

Disisi Supply Side, kenaikan suku bunga akan meningakatkan beban bunga yang harus dibayar oleh perusahaan pengembang disanping beban biaya konstruksi juga diperkirakan akan mengalami kenaikan.

Apabila depresiasi Rupiah tidak diantisipasi oleh pemerintah dampak terhadap industri properti akan nyata terjadi dan bisa mengakibatkan krisis properti yang juga bisa memicu krisis disektor industri lainnya.

Kondisi riil industri property semester I 2018, sebenarnya sdh menunjukkan tanda2 pelambatan penjualan khsusnya di sektor hunian, bila dibandingkan dengan tahun2 sebelumnya. Hal ini lebih disebakan stagnasi ekonomi indonesia yang ditunjukkan oleh pertumbuhan ekonomi yg hanya dikisaran 5%an, apabila depresiasi rupiah terus terjadi dan BI menaikkan suku bunga acuannya untuk menjaga stabilisasi Nilai tukar, diperkirakan Industry Property akan mengalami pukulan luamyan besar.

Untuk mengantisiapasi hal tersebut, pemerintah maupun BI bersama dengan pengembang diharapkan dapat duduk bersama untuk mengambil langkah2 strategis agar dampak terhadap industri property dapat termitigasi dengan baik

Chandra Rambey
WKU Bidang Riset dan Hubungan Luar Negeri REI DKI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *