Danrem 152/Babullah Kolonel Inf. Endro Satoto, S.I.P., M.M. Menghadiri Sarasehan Nasional

 

Jakarta.Danrem 152/Babullah Kolonel Inf Endro Satoto, S.I.P., M.M hari ini menghadiri Srasehan Nasional bertema “Merawat Perdamaian: Belajar Dari Resolusi Konflik Dan Damai Di Maluku & Maluku Utara Untuk Indonesia Yang Bersatu, Berdaulat, Adil Dan Makmur”.

Acara tersebut berlangsung sejak Selasa (10/7/2018) sampai Rabu (11/7/2018) di Hotel JS Luwansa Rasuna Said, Kuningan Jakarta Selatan.

Danrem 152/Babullah Kolonel Inf Endro Satoto, S.I.P., M.M. adalah seorang perwira menengah TNI Angkatan Darat Saat ini dia menjabat sebagai Danrem 152/Babullah.

Sebelumnya ia menjabat
Kasrem 131/Santiago Kodam XIII/Merdeka. Kemudian Sebelumnya ia menjabat Komandan Brigif 20/Ima Jayakeramo.Kolonel Endro Satoto merupakan alumni Akademi Militer tahun 1991.

Acara Sarasehan hari ini  dihadiri oleh sekitar 500 orang undangan yang berasal dari masyarakat Maluku dan Maluku Utara yang terlibat dalam resolusi konflik dan damai di Kepulauan Maluku, perwakilan dari daerah-daerah yang rawan konflik seperti Aceh, Papua, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan wilayah lainnya.

 

Hadir pula pejabat kementerian/lembaga; pejabat TNI/Polri, perwakilan kedutaan besar negara sahabat, pejabat daerah (pemerintah Provinsi, Kabupaten, dan Kota), siswa lembaga pendidikan baik sipil maupun militer, perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa, dan masyarakat umum.

Hadir juga pada hari pertama Wakil Presiden Jusuf Kalla yang memberikan pidato dalam sesi pertama yang bertema “Indonesia Tanah Air Beta: Belajar Dari Sejarah Dan Kearifan Lokal Masyarakat Maluku Sebagai Wujud Implementasi Bela Negara”.

Tujuan dari kegiatan sarasehan ini adalah untuk mendiseminasikan proses “resolusi konflik dan damai di Maluku” sehingga menjadi pembelajaran bagi komponen bangsa lain dalam semangat Bhineka Tunggal Ika.

Acara tersebut digelar dalam bentuk diskusi terbuka dengan beberapa panel atau sesi diskusi, yang melibatkan sejumlah pejabat, tokoh masyarakat, tokoh agama serta pemangku kepentingan di Provinsi Maluku dan Provinsi Maluku Utara, tokoh-tokoh perajut perdamaian, tokoh-tokoh nasional, serta undangan lain dari seluruh indonesia dan juga negara sahabat.

Sub-sub tema yang akan dibahas selama sarasehan berlangsung antara lain: Indonesia Tanah Air Beta (belajar dari sejarah dan kearifan lokal masyarakat Maluku sebagai wujud implementasi bela negara); Resolusi konflik dan damai berlatar golongan dan agama; Resolusi konflik dan damai berlatar separatisme dan terorisme; Pendekatan pembangunan manusia dan kebudayaan dalam resolusi konflik dan damai; Peran perguruan tinggi dalam resolusi konflik dan damai; Membangun dan Mewujudkan Kesejahteraan masyarakat Maluku dan Maluku Utara; dan Refleksi atas konflik dan damai di Maluku dan Maluku Utara untuk Ketahanan Nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *