Didatangi Papmiso, Komisi IV DPRD Kota Bekasi akan Panggil Managemen HDP

_Bekasi City Papmiso chairman, *Yanto SBY* : The first incident was the destruction of such merchandise, *but once they (traders) lost their gas cylinders and large spoons (irises).* Previously, even the security forces often intimidated._
______________________________. _Ketua Papmiso Kota Bekasi, *Yanto SBY* : Insiden kejadian ini pertama untuk perusakan barang dagangan seperti itu, tapi *pernah mereka (pedagang) kehilangan tabung gas dan sendok besar (irus).* Sebelum-sebelumnya pun oknum Security sering melakukan intimidasi._

 

 

KOTA BEKASI, MajalahCEO – Soleh itu adalah korban disaat jualan keliling, bukan lagi berhenti dia lagi keliling, dia lagi narik gerobak tapi ditabrak oleh oknum Security. Dan ini kejadian pertama untuk perusakan barang dagangan seperti itu, tapi pernah mereka kehilangan tabung gas dan sendok besar (irus). Sebelum-sebelumnya pun oknum Security kerap melakukan intimidasi.

Hal ini dikatakan Maryanto, selaku Ketua Paguyuban Pedagang Mie Ayam dan Bakso (Papmiso) Kota Bekasi, bersama sejumlah Pengurus Papmiso Bekasi melakukan audensi ke Komisi IV lantai dasar gedung DPRD Kota Bekasi, yang terletak di Jalan Chairil Anwar Nomor 112, Margahayu Bekasi Timur untuk mengadukan kejadian yang menimpa anggotanya tersebut pada, Rabu (13/11/2019).

 

Pasca insiden pedagang bakso yang ditabrak kendaraan patroli oknum petugas security Kota Harapan Indah (KHI), Kasus ini terus bergulir. Dan ketika pertemuan dengan anggota dan ketua dewan, Maryanto pun menceritakan kronologis kejadian pedagang bakso bernama Soleh yang diduga sengaja ditabrak oleh oknum security saat tengah keliling melintas di sekitar Perumahan Kota Harapan Indah.

Dalam penuturannya, Yanto SBY sapaan akrab Maryanto ketua Papmiso ini, ia juga menerangkan bahwa memang jelas ada larangan (pedagang), kalau ada pedagang masuk dikawasan Kota Harapan Indah. “Namun itu pun pilih kasih, ya tidak diterapkan oleh (kepada) semua pedagang,” tuturnya.

Ketua Papmiso Kota Bekasi ini pun sangat menyesalkan tindakan semena-mena yang dilakukan oknum petugas security Kota Harapan Indah.
“Kalau kami selalu di intimidasi, selalu dilarang, dimana letak ruang kami untuk berjualan keliling. Kami tuh hanya sebatas keliling, bukan pedagang yang pasang tenda, ada dibahu jalan. Kami bukan pedagang yang mangkal, tapi kami tuh keliling namun oleh oknum petugas security justru diperlakukan seperti itu,” papar Yanto SBY.

Papmiso akan terus menuntut keadilan dari kesewenangan oknum petugas security HDP (Hasanah Damai Putra), Kota Harapan Indah yang terletak di Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat tersebut.

“Saya mohon ini (pada) Komisi IV, dapat menjembatani dengan membuka ruang kepada kami, bagaimana kami diberi ruang usaha, ruang usaha yang luas. Diberikan kesempatan untuk berjualan bakso keliling agar tidak dilarang, tidak di intimidasi lagi,” imbaunya.

Masih kata Yanto SBY, intinya ia minta keadilan melalui anggota DPRD Kota Bekasi. “Ini untuk meneruskan kepada pihak-pihak yang selama ini mempunyai (kuasa) atau yang berkompeten di bidangnya, berilah keleluasaan pada kami. Izinkanlah kami berjualan keliling,” pungkasnya.

Tim Advokasi Papmiso, selaku kuasa hukum Soleh, Edi Wahono mengatakan bahwa keterkaitan laporan polisi terhadap pelaku sampai saat ini masih dalam proses pertimbangan untuk melanjutkan atau tidak (pelaporan) hal ini tentunya terkait dengan bagaimana nanti sikap dari pengembang, maksudnya dari HDP, dari HDP seperti apa.

“Nanti kalau kooperatif dengan kami dari Papmiso atau pun para pedagang kecil, tentunya niatan kami untuk melaporkan akan kami urungkan. Akan etapi dengan tidak menutup kemungkinan laporan kami akan lanjutkan ketika mereka tidak kooperatif dengan kami, mungkin itu,” tegas Wahono.

Menanggapi keluhan Papmiso tersebut, Komisi IV mengaku akan meneruskan ke Pimpinan DPRD Kota Bekasi untuk segera memanggil pihak menejemen HDP agar ada tindak lanjut terkait hal tersebut.

“Kita akan panggil, kita tanya dasarnya dilarang berdagang dikawasan Kota Harapan Indah. Kenapa developer melarang orang berdagang, maka tindak lanjut Komisi IV ini secara nota dinas kita akan teruskan ke pimpinan DPRD supaya memanggil para pihak,” ujar Sardi Effendi, Ketua Komisi IV.

Termasuk yang memang, lanjut Sardi, terlibat saat kejadian dikawasan Kota Harapan Indah. “Ya, manajemen HDP kita inginkan supaya ada titik temu, dan mereka (Papmiso) inginnya damai, ingin diberikan kebebasan. Diberikan space lah, tempat ruang untuk mereka berdagang, itu yang mereka inginkan,” ungkap Sardi.

“Kita segera membuat notulensi audensi hari ini, kemudian kita sampaikan nota dinas Komisi IV ke pimpinan DPRD agar ada tindak lanjut dari pimpinan DPRD. Yaitu, dengan memanggil pihak menejemen HDP untuk menyelesaikan secara damai, secara baik-baik ya. Bagaimana agar ada space, ada tempat yang diberikan (selain) kebebasan untuk semua pedagang tidak hanya tukang bakso. Ya hal ini supaya merupakan bagian dari penguatan pemberdayaan ekonomi kerakyatan,” ucapnya.

Sementara itu, pihak menejemen Kota Harapan Indah melalui Marketing Communication (Marcom) Damai Putra Group, Claudia Zevanya Hayat saat diminta konfirmasinya menjelaskan bahwa terkait Papmiso mengadu ke Dewan pihak menejemen belum tau, dan kasus tersebut tidak hanya ditangani pihak Intern Security HDP, namun juga melibatkan manajemen HDP.

“Pihak management (HDP) terlibat pak, namun mengenai informasi yang di berikan bapak hal itu belum sampai ke kami. Konfirmasi akan dilakukan, jika sudah ada informasi secara resmi ke pihak kami yaa pak, karna informasi belum sampai ke management, maka konfirmasi tersebut belum bisa (di) lakukan,” terang Claudia melalui pesan singkatnya (WhatsApp).

Kalau sudah begini, sepertinya upaya wong cilik menuntut keadilan telah menemui jalan berliku. Koridor hukum yang dijalankan jadi preseden buruk warga marjinal. Kasus tukang bakso yang sempat viral di sosial media yang ditabrak kendaraan oknum petugas sekurity Kota Harapan Indah Bekasi menjadi polemik tak berujung jadi sorotan publik, karena kasus ini jangan sampai terus bergulir liar.[]red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *