DOKTER LUKAS BUDI MENUNTUT KEADILAN KEPASTIAN HUKUM

 

 

Jakarta.Berawal adanya tawaran kcrjasama pengelolaan penambangan pasir besi di Desa Adipala, Bulon Cilacap Jawa Tcngah Terlapor sdr. Virga Raya Damanik (Dirut PT Putra Garuda Mas Raya) dan Doni Manscn Aritonang (Direktur PT Putra Garuda Mas Raya) kepada PT Avetama (Pelapor Lukas Sebagai Kuasa Direksi PT Avetama) mengaku memiliki lahan dan KP/IUP (Kuasa Penambangan/ljin Usaha Penambagan) dan dokumen terkait lIainya untuk melakukan kerjasama, maka pada tanggal. 27 Juli 2011.
Pelapor dan Terlapor mengikatkan diri dalam Akta Notaris No.08 di hadapan Notaris Maharani .

Pelapor bersedia membayar royalti dibayar di depan (Royalty up front) untuk dapat memulai persiapan dan pembangunan di area tambang sebesar 1.500.000.000 (satu milyar lima ratus juta rupiah) secara bertahap scbanyak 3 (tiga) kali pembayaran (3 X 500 Juta).

Dalam perjanjian notaris tersebut hak dan kewajiban diatur dengan sangat jelas, namun dalam pelaksanaan banyak kendala, sampai pada akhimya terlapor menyadari ada yang janggal dengan perjanjian dengan Terlapor, akhimya Pelapor mencari informasi terkait hal tersebut, temyata dalam temuannya bahwa Terlapor temyata tidak bisa membuktikan memiliki Kuasa Pcnambangan/Izin Kuasa Penambangan dan dokument pendukung seperti yang dijanjikan diawal, bahkan Terlapor diduga mengunakan dokumen palsu .

Antara lain KTP yang digunakan dalam perjanjian dinotaris setelah dilakukan pengecekan tidak dikena‘ oleh pihak aparat kelurahan setempat, document yang diduga palsu didalamnya menimbulkan kejanggalan dalam kerjasama tersebut.
Akhimya pada tanggal IS November 2013 Pclapor (Lukas Budi ~Selaku Kuasa Direksi Avctama) melaporkan Tcrlapor sdr. Virga Raya Damanik sclaku Dirut PT Putra Gamda Mas Raya dan Doni Manscn Aritonang selaku Direktur PT Putra Garuda Mas Raya ke Polda Metro Jaya Jakarta dengan dugaan Pidana Penipuan dan/atau Penggelapan sebagaimana dimaksud dalam pasa! 378 dan/atau 372 KUH Pidana. Dengan Tanda Bukti Lapor TBL/4028/Xl/20]3/PMJ/DitReskrimum tertanggal 15 Nopember 2013, pada unit I Subdit Renakta .

Dari hasil dari pengembangan laporan terscbut Penyidik mencoba beberapa kali memanggil terlapor beberapa kali namun kerap tidak pemah hadir, akhimya dilakukan Gelar Perkara (Terlapor dipanggil) secara patut tidak pemah hadir).

Akhimya Gelar Perkara tersebut telap dilaksanakan dalam gelar perkara tersebut status Terlapor ditingkatkan
Menjadi Tersangka dengan nomer penetapan Tersangka R/Sl98/lZ/2017/DATRO tanggal l4 Desember 2017 Bahkan Peyidik mengeluarkan DPO untuk Virda Raya Damanik .

Kejaksaan Tinggi Jakarta juga sudah memberikan Nomor SPDP B/663/1/2016/DATRO/l4 Januari 2016 dan telah memberikan petunjuk P-19 kepada peyidik unit 1 subdit renakta.

Setelah dijadikan Tersangka, Sdr Virga Raya Damanik Cs melakukan Pra Peradilan terkait statusnya di Pengadilan dalam putusannya Pengadilan Menolak Gugatan yang diajukan sdr Virga Raya Damanik Cs.

Namun Pelapor merasa bahwa perkara ini tidak menemukan titik terang, padahal kasus ini sudah begitu lama bahkan terlapor sudah menjadi tersangka, namun berkas ini tidak kunjung selesai, Pelapor tidak memiliki kuasa dan kemampuan untuk mendesak para pihak khususnya kepolisian dan kejaksaan untuk meyelesaikan kasus ini, bahkan laporan dan surat secara resmi sudah Terlapor lakukan kepada para pihak~pihak yang terkait seperti, Kapolri, Kapolda Metro Jaya, Kabareskrim.
lrwasum, Kadiv Propam Mabes Polri, dll namun tidak ada satupun titik penjelasannya.

Akhimya dibalik putus asanya sebagai warganegara meminta Perlindungan keadilan dan kepastian hukum terkait kasus kepada Presiden dan Komisi 3 DPR RI agar dapat memberikan jawaban terhadap kasus ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *