DPN GERCIN NKRI MENDESAK NEGARA VANUATU JANGAN PROVOKASI ISU PAPUA KE FORUM INTERNASIONAL

 

Atas nama seluruh rakyat NKRI dari sabang sampai merauke dan bahkan yang berada di seluruh dunia kami memberikan apresiasi sebesar besarnya kepada Sekretaris Jendral Forum kepulauan pasifik ( PIF) dame Meg taylor yang sudah menolak kehadiran United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) untuk membawa isu Papua merdeka kedalam forum internasional.

 

ULMWP bukan sebuah negara berdaulat yang mewakil negara negara di kepulawan pasifik dan juga bukan merupakan anggota tetap PIF dan tidak berhak mewakili Papua kedalam forum forum internasional di kepulauan pasific dan bahkan dalam forum forum PBB sebab Papua adalah merupakan bagian integral dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, kata Ketum Gercin NKRI, Hendrik Yance Udam dalam keterangan releasenya kepada media tanggal 10 september 2018.

 

“Kami juga memberikan  dukungan dan penghargaan setinggi tingginya kepada beberapa negara-negara di pasifik rumpun Malanesia antara lain negara Australia, Fiji dan PNG yang telah memberikan dukungan politiknya dalam diplomasi politik internasional untuk menolak negara Vanuatu yang  menganggu kedaulatan NKRI dengan membawa isu-isu papua merdeka ke forum forum internasional negara-negara di pasifik selatan rumpun malanesia  serta ke forum PBB,” ucap HYU .

 

Menurut HYU, Hal tersebut merupakan langkah diplomasi politik yang sangat baik dalam menjaga hubungan persahabatan dan bilateral NKRI sebagai mitra strategis di kawasan negara-negara di pasific rumpun malanesia.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Rakyat Cinta NKRI, Hendrik Yance Udam menegaskan, langkah-langkah yang di ambil oleh negara PNG, FIJI dan Australia adalah sangat tepat dan harus pula di ikuti oleh negara-negara di pasifik termasuk negara Vanuatu untuk mendukung kedaulatan NKRI dari sabang sampai dengan merauke.

 

”Sebab Papua sudah final dalam NKRI sesuai dengan pepera tahun 1962  Untuk itu saya sebagai anak Papua asli ras malenesia dan sebagai anak bangsa NKRI mengutuk keras negara vanuatu yang selalu mencampuri urusan domestik NKRI.

 

Sebaiknya negara Vanuatu lebih fokus  mengurus masalah dalam negrinya dan membawa kesejahtraan bagi rakyatnya sendiri ketimbang mengurus urusan dalam negri NKRI,” ujarnya.

HYU menjelaskan, Kami sudah hidup damai dan tenang dalam NKRI untuk itu  kami meminta kepada negara-negara di pasifik rumpun malanesia terlebih khusus negara vanuatu untuk kiranya dapat menghargai kedaulatan NKRI dari sabang sampai dengan merauke dan tidak usah melakukan manuver-manuver politik yang akan dapat menganggu hubungan bilateral NKRI di negara negara rumpun malanesia,” tegasnya.

 

” Kami juga meminta agar supaya negara Vanuatu kiranya dapat mematuhi piagam PBB untuk tidak mencampuri urusan domestik negara lain termasuk NKRI.

 

Negara Vanuatu harus menghargai kedaulatan NKRI dan juga harus berterima  kasih kepada NKRI sebab pada tahun 2015 yang lalu NKRI memberikan bantuan kemanusian senilai dua juta dolar US kepada Vanuatu yang hancur dan lumpuh akibat badai tropis dan juga memberikan bantuan kemanusian dalam menangani  bencana alam, seperti proses rekonstruksi dan rehabilitasi negara Vanuatu, katanya.

 

HYU juga meminta, Negara Vanuatu tidak boleh mendengar berita-berita bohong terhadap isu-isu papua yang di kembangkan oleh ULMWP bahwa Papua tidak di bangun dengan baik.

Nanti kalau Dewan Pimpinan Nasional  Gerakan Rakyat Cinta NKRI sudah mendapatkan operasional organisasi yang tetap maka salah satu program kami adalah melakukan tour ke negara-negara di pasific rumpun malanesia.

 

“Anak anak asli Papua saya akan ajak untuk bisa melihat perkembangan pembangunan di negara-negara tersebut terlebih khusus negara Vanuatu sehingga mereka bisa membandingkan pembangunan yang ada di negara-negara tersebut dengan pembangunan yang ada di papua sehingga generasi muda asli papua papua ini yang adalah merupakan pilar-pilar pembagunan di papua dan NKRI akan  bersuara dengan lantang bahwa papua  sangat maju dalam segala sektor,” terangnya.

“Bila perlu kami juga akan melakukan komunikasi-komunikasi dan dialog dengan tokoh-tokoh negara di pasifik rumpun malanesia  untuk menjelaskan bahwa papua sudah sangat maju sekali di dalam NKRI untuk itu kami juga meminta untuk negara-negara yang tergabung di dalam rumpun malanesia di pasifik untuk mendukung sepenuhnya Papua dalam NKRI serta teritorial NKRI dari sabang sampai merauke,” harapnya.

 

Menurut HYU, Presiden NKRI Ir Joko widodo sangat konsentrasi untuk membangun Papua yang merdeka dalam NKRI sudah banyak dana yang bersumber dari APBN, APBD, Dana desa serta dana Otsus dan bantuan bantuan lainya untuk membangun papua dalam bingkai NKRI.

Tambahnya, buktinya dengan UU OTSUS yang di berikan kepada Papua ,Semua jabatan-jabatan strategis di pemerintahan di papua sudah di pegang oleh anak anak asli papua mulai dari gubernur bupati walikota ketua DPRP ketua MRP dan lain sebagainya tinggal bagaimana mereka mengelola kewenangan dan uang yang banyak yang di berikan oleh negara untuk kemakmuran rakyat papua.

 

“Kami meminta  untuk negara Vanuatu jangan  memprovokasi negara negara rumpun malanesia dengan mengelola isu isu papua di dunia internasional  untuk kepentingan kelompok tertentu di luar negri yang bersembunyi di balik isu politik Papua merdeka.

 

sebab Papua sudah final dalam bingkai NKRI dan tidak dapat di ganggu gugat oleh  bangsa-bangsa di dunia termasuk negara Vanuatu, ujar nya.

HYU meminta,  ULMWP harus di bubarkan saja karena tidak mewakili orang asli Papua dan dapat menganggu dan memprovokasi orang papua yang saat ini sedangn ikut membangun papua yang jauh lebih baik dari hari kemarin dalam bingkai NKRI.

yang dapat mewakili orang asli papua adalah pemerintah yang sah yaitu NKRI.

“Di Papua ada 312 dua suku suku yang hidup dan kami di apersatukan dengan Idiologi pancasila .

Untuk itu kami juga meminta kepada pemerintah NKRI harus dapat mengambil langkah-langkah preventif dalam mengatasi isu isu papua yang  sudah menglobal  di luar negri dan melibatkan tokoh tokoh asli anak papua untuk terlibat aktif dalam diplomasi diplomasi luar negri dalam meredam isu-isu politik papua merdeka yang selama ini di mainkan oleh  ULMWP yang selalu menyebarkan berita bohong dalam panggung politik internasional mengenai isu-isu papua.

Kepada para elit-elit birokrasi dan politik di Papua harus kita satu hati satu tujuan untuk membangun papua dan mengelolanya dalam bingkai nkri untuk kemakmuran rakyat papua.

Kita tidak boleh bermain main di dua kaki  satu dalam nkri satu kaki pula menyuburkan semgat disintgrasi bangsa di Papua.

 

Ungkap HYU. Papua dalam NKRI adalah anugrah Tuhan dan kita tidak boleh  melawan anugerah Tuhan untuk membawa papua keluar dari NKRI sebab jikalau kita melawan anugrah Tuhan maka kutuk dari Tuhan akan jatuh ke atas tanah papua.

“Dan generasi muda di tanah papua kita juga harus ikut turut terlibat di dalam pembagunan di tanah papua dan tidak boleh terprovokasi dengan isu-isu papua merdeka yang di mainkan oleh elit-elit politik kita yang akhirnya merusak masa depan kita dalam NKRI  serta  membuat kita  tidak berkembang,

Kami juga memberikan apresiasi sebasar-besarnya kepada presiden NKRI Ir Joko widodo yang sangat berbaik hati dan membangun Papua dengan tulus dan iklas, sebab selama presiden ganti-ganti presiden belum ada presiden seperti jokowi yang membangun papua dengan kasih dan hati yang dalam.,” Tutup HYU.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *