Duta Tenun dan Songket Internasional, DR Anna Mariana, SH, MH

“Disiplin dan Komunikasi Sebagai Kunci Kesuksesan”Anna Mariana SH, MBA, pengacara yang aktif memajukan citra kain dan songket Indonesia ini memiliki segudang aktifitas demi memperkenalkan keindahan tenun dan songket di mata dunia.

Namun hal ini tak membuatnya melupakan pekerjaan dan aktifitas penting lainnya. Disamping sebagai seorang pengacara, Anna juga pernah aktif mengajar di beberapa Universitas di Jakarta.
Bahkan ia masih bisa menyempatkan diri untuk mengikuti kegiatan arisan dan kegiatan lainnya.Meskipun memiliki begitu banyak kegiatan positif, Anna tak pernah merasa kewalahan menjalani semua itu. Selain displin menerapkan management waktu secara professional, Anna juga menekankan pentingnya berkomunikasi didalam kehidupan sosialnya.Bagi Anna, peran komunikasi adalah “Pintu Gerbang Utama” didalam menjalankan segala aktifitasnya.

Bagaimana ia berkomunikasi dengan suami, anak, keluarga, karyawan, mitra binaan, klien, hingga rekan kerja. “Komunikasi adalah ilmu yang dari kecil selalu saya kedepankan .

Ketika saya merasa bodoh, saya selalu bertanya. Ketika saya sudah merasa pintar dan tahu, saya harus berbagi dengan yang lainnya,” terangnya.Karena menurut Anna, ketika ia berkomunikasi kepada orang lain dengan cara yang baik, dan menyampaikan hal – hal yang bermanfaat untuk kepentingan lawan atau teman bicaranya, maka merekapun akan memahami maksud kita, dan tujuan komunikasi yang disampaikan menjadi terwujud.Bagi Anna,

komunikasi tidak cukup secara verbal, namun ada komunikasi yang lebih berhasil dan terwujud, yaitu “Komunikasi Non Verbal” (komunikasi tanpa kata – kata), seperti do’a dan selalu menebar aura positif.

Karena tujuan utama dari komunikasi adalah agar apa yang disampaikan bisa difahami atau “Nyambung”.“Ketika pesan yang disampaikan dimengerti dan dijalankan, maka hasil yang dicapai pun pasti akan optimal,” demikian penuturan Anna yang sejak September 2016 lalu terpilih sebagai “KetuaUmum soul of Speaking Foundation”, yaitu salah satu Institusi Pelatihan Komunikasi yang mempergunakan teknik komunikasi by SOUL (Soul of Speaking Institute).

Meskipun memiliki jadwal yang padat setiap hari, tak sedikitpun lesu dan lelah tampak di wajahnya. Bahkan Anna terlihat selalu ceria dan tersenyum sumringah bila berjumpa dengan siapapun, termasuk saat bertemu Kebaya Indonesia.
Tak ada rahasia khusus untuk kecantikannya di usia menjelang enam puluh tahun. “Saya selalu menjaga air wudhu untuk wajah lebih fresh. Ia juga menjaga pola makan dengan tidak mengkonsumsi berbagai olahan mie. Anna kerap menggelar pameran di Amerika Serikat dan Perancis, serta mengadakan berbagai perlombaan kain tradisional dari berbagai Negara.

Teman – temannya kerap memintanya untuk mengirimkan karya – karyanya mulai dari dress untuk acara formal, kebaya, pakaian casual, pakaian santai, hingga pakaian balet yang semuanya berbahan kain tenun dan songket untuk diperlombakan disana.Pada setiap event perlombaan, karya – karya Anna selalu menjadi pemenang, terutama kain tenun dan songket dari Bali.

Tak heran kalau Anna dikenal sebagai “Icon Tenun dan Songket Bali”. Anna pun selalu mendapat apresiasi dari komunitas kain tradisional disana.“Insyaallah Oktober tahun depan, saya mendapatkan undangan dari Menteri Pariwisata di New York dan komunitas disana untuk menjadi pembicara di acara mereka, sekaligus mendapatkan apresiasi sebagai “Duta Tenun dan Songket Internasional,” tutur Anna yang diundang secara istimewa untuk melakukan “Pagelaran Seni BudayaTunggal” di New York. 35 tahun berkecimpung di dunia kain tenun dan songket, inilah pencapaian tertinggi yang telah dicapai Anna.

Dengan adanya apresiasi tersebut ia memiliki lebih banyak lagi kesempatan untuk mempromosikan kain dan songket Indonesia di mata dunia.Meskipun kain tenun dan songket buatannya sudah Go Internasional, namun Anna memiliki mimpi lain, yakni agar kain tenun dan songket bisa semakin popular secara meluas dengan adanya kesempatan, yaitu menjadikan adanya satu hari dalam setahun sebagai “Hari Kain Tenun dan Songket Nasional”.

Inilah yang sedang di ikhtiarkan Anna saat ini kepada Pemerintah cq Presiden.“Saya pasti akan merasa gembira, dimana dalam satu hari tersebut banyak orang Indonesia memakai busana yang berbahan kain tenun dan songket, layaknya Hari Batik Nasional.

Dan pastinya masyarakat akan lebih tau keragaman corak –corak kain tenun dan songket dari Indonesia,” harapnya. Oleh karena itu Anna pun berupaya meminta bantuan kepada rekan –rekannya yang saat ini sedang menjabat di Kementerian terkait dan rekan – rekan yang saat ini sedang menjabat di Pusat Pemerintahan, agar bisa mendukung, membantu dan mengkomunikasikan ikhtiarnya ini kepada Presiden RI.Support Penuh dari SuamiPertemuan Anna dengan sang suami Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha, tidak terlepas dari latar belakang keduanya yang sama, yaitu sama – sama di dunia hukum Yang membedakan hanyalah profesi mereka saja, Anna sebagai seorang pengacara dan suami sebagai Jaksa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *