Fatayat NU menggelar perhelatan besar diajang olahraga, PEKAN OLAHRAGA PEREMPUAN

 

Jakarta.Pimpinan Pusat Fatayat NU menggelar perhelatan besar diajang olahraga, PEKAN OLAHRAGA PEREMPUAN (POP).

“Ada tiga cabang olahraga yang akan dipertandingkan yaitu bulu tangkis, bola voli dan gobag sodor,” jelas Ketua Umum PP Fatayat NU, Anggia Ermarini, Selasa (24/4/2018).

Peserta pertandingan adalah perempuan-perempuan muda anggota dari organisasi perempuan lintas agama, suku, profesi, dan lainnya.

Kegiatan ini akan dilaksanakan dalam dua babak yaitu babak penyisihan dan grand final.

Anggia menambahkan, pada babak penyisihan POP 2028 ini akan dilaksanakan di tiga tempat yaitu di Semarang untuk region Jawa Tengah dan Jogjakarta, di Tulungagung untuk region Jawa Timur, dan di Bogor untuk Region Jawa Barat, Banten dan DKI.

Menariknya, perhelatan ini memperebutkan piala Kemenpora RI. Semua pemenang di babak penyisihan dari masing-masing region akan mengikuti babak grand final yang diselenggarakan di Jakarta sekaligus memperebutkan hadiah ratusan juta rupiah.

POP 2018 merupakan event pertama kali yang dihelat di Indonesia. Pesertanya bukan dari atlet perempuan melainkan masyarakat umum. “Yang kami harap adalah keterlibatan aktif para perempuan dalam bidang olahraga,” imbuhnya.

Sementara itu, Babak penyisihan pertama akan diselenggarakan di Semarang pada 5-10 Mei 2018, di Bogor pada 8 – 13 Juli 2018, di Tulungagung pada 5 – 10 Agustus 2018, dan babak Grand Final di Jakarta pada 7 – 10 Oktober 2018.

POP diselenggarakan atas kerjasama PP Fatayat NU dengan Kemenpora ini tidak hanya bertujuan untuk mentradisikan gaya hidup sehat bagi perempuan Indonesia, tetapi lebih dari untuk memperat persaudaraan antar peserta dari latar belakang yang berbeda, memperkuat rasa kebangsaan, membangun karakter kompetitif sekaligus sportifitas untuk membangun bangsa. Karena itu tema yang diambil dalam kegiatan ini adalah ‘Perempaun Sehat, Indonesia Hebat’.

“Jadi intinya adalah pembudayaan olahraga dan menjadikan olahraga sebagai media pemersatu bangsa” tambah Anggia.

PP Fatayat NU sebagai penyelenggara POP juga didukung penuh oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Sebagai badan otonom dari NU, Fatayat NU selalu menjunjung tinggi nilai-nilai ke NU an yaitu tasamuh (toleran), tawazun (seimbang), taadul (keadilan). Nilai-nilai yang sangat dibutuhkan oleh kondisi Bangsa Indonesia yang beragam tidak hanya diimplemntasikan dalam kehidupan sosial dan beragama, tetapi juga dalam kegiatan menyenangkan seperti ajang POP yang mempertemukan lintas elemen masyarakat.

“Maka kami mengajak seluruh elemen organisasi perempuan untuk turut berperan aktif dalam pembudayaan olahraga terhadap kaum perempuan. Dan kami berdoa semoga event POP ini berjalan lancar dan berkelanjutan,” tutup Anggia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *