Garda Pas Meluncurkan “Smart Digital Farming” buat milineal untuk mengejar swasembada pangan

 

Jakarta, 14 Januari 2019 Ketua Pendiri Garda Pas (Gerakan Nasional Penyelamat Bangsa) Wibisono memberikan pernyataan ke media bahwa untuk menjawab tantangan terancamnya ketahanan pangan Nasional Dan bagaimana mengejar swasembada pangan terwujud, garda pas meluncurkan program ” Smart Digital Farming”, apa itu smart digital farming?, smart digital Farming adalah Evolusi dalam pertanian dan teknik pertanian dari precision farming yang terhubung kepada sistem produksi pertanian berbasis pengetahuan. Digital farming memanfaatkan teknologi Precision Farming yang terhubung dengan intelligent network dan manajemen data ,ujar wibisono.

Wibi menambahkan bahwa kendala utama yang dihadapi pertanian global adalah :

1.Lambatnya pertumbuhan produktivitas.
2.Ketersediaan lahan garapan yang terbatas.
3.Perubahan iklim.
4.Harga dan ketersediaan energi.
5.Dampak urbanisasi pada pasokan tenaga pedesaan.
Hal lain yang sangat krusial adalah kurangnya SDM milineal yang terjun atau tertarik kebidang pertanian. Saat ini hampir 65% petani berumur di atas 45 tahun,dengan smart digital farming di harapkan dapat memancing kaum muda atau milineal tertarik ke bidang pertanian sehingga mampu menjawab tantangan di atas dengan memanfaatkan teknologi digital.

Precision dimulai ketika sinyal GPS tersedia untuk masyarakat umum.Precision Farming meningkatkan akurasi operasi dan memungkinkan pengelolaan keragaman kondisi lapangan. Tujuannya adalah memberikan setiap tanaman (atau hewan) apa yang dibutuhkan untuk tumbuh secara optimal,dengan tujuan untuk meningkatkan output agronomi sambil mengurangi input /cost produksi.
Precision didorong oleh kemajuan teknologi baru seperti sensor yang menjadi lebih murah dan spek lebih baik. aktuator dan mikro- prosesor,komunikasi seluler bandwidth tinggi,sistem ICT berbasis cloud,dan analitik big data,akibatnya data tidak lagi hanya bersumber dari peralatan pertanian yang digunakan,tetapi layanan baru ditawarkan dengan algoritma baru untuk mengubah data menjadi intelijen yang dapat di tindaklanjuti.

Smart Digital Farming secara struktural mirip dengan konsep “industri 4.0” namun ,parameter dalam proses produksi pertanian agak berbeda dari proses industri ,karena pertanian sangat ditentukan oleh faktor alam dan biologis.

*Apa itu Precision Farming*

Precision Farming adalah mengelola keragaman kondisi dilapangan secara akurat untuk menumbuhkan lebih banyak makanan/hasil produksi dengan menggunakan lebih sedikit,sumber daya dan mengurangi biaya produksi.

Semua aspek lingkungan : tanah,cuaca,vegetasi,air – bervariasi dari satu tempat ke tempat lain,dan semua faktor ini menentukan pertumbuhan tanaman dan keberhasilan pertanian. Petani selalu sadar akan hal ini,tetapi mereka tidak memiliki alat ,untuk mengukur,memetakan, dan mengelola variasi ini secara tepat. Dengan demikian,Precision Farming dapat membuat perbedaan pada produksi makanan/hasil produksi dan membantu petani untuk mencapai keberlanjutan yang lebih baik,produksivitas tinggi,manfaat ekonomi dan perlindungan lingkungan,sy berharap dengan diluncurkan program ini swasembada pangan akan tercapai dengan singkat,sehingga program ini bisa di implementasikan oleh pasangan Prabowo-Sandy,pungkas wibisono.

(Penulis wibisono)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *