GARDA PAS Mengisi Sila ke 5 Yang Belum di Amalkan

 

 

Jakarta,Pada saat rapat konsolidasi tgl 14 oktober 2018 di bambu apus raya,ketua pendiri Garda Pas wibisono,SH,MH membacakan pesan dari Ketua Dewan Pakar Garda Pas letjen TNI (purn).Prof Syarifudin tippe,Sip yang mengatakan,bahwa dalam menyikapi situasi yang berkembang saat ini,kita harus konsisten dengan nilai filosofis Pancasila yang menjadi landasan kita dalam berbangsa dan bernegara.

Sedangkan Ketua dewan pembina Jendral TNI (purn) Djoko Santoso juga memberi pesan bahwa empat sila dari Pancasila ,sila ke 1 sampai dengan ke 4 sudah dilaksanakan meski tidak sempurna,tinggal sila ke 5 yang belum di amalkan , bahkan semakin parah dipertontonkan pemerintag.

Garda Pas harus bisa menciptakan itu yaitu sesuai dengan pasal 33 UUD 45,dalam menciptakan masyarakat yang adil dan makmur.

 

Ketua Pendiri GARDA PAS Bersama Ketua Dewan Penasihat,Dewan Pakar dan Dewan Pembina GARDA PAS

 

 

Pasangan prabowo-Sandy (PAS) telah mengusung tema kampanye dengan slogan “Adil dan makmur”,sangat selaras dengan visi misi Garda Pas yang mempunyai tujuan meningkatkan ketahanan pangan yang berbasis ekonomi kerakyatan yang mensejahterakan masyarakat petani,
sangat relevan dengan kondisi sekarang ini yang memprihatinkan,ujar wibisono..

Salah satu program kerja Garda Pas adalah membuat demplot demplot ketahanan disetiap propinsi…yang nantinya menjadikan demplot2 ketahanan pangan nasional..

Terutama menghasilkan panen rata rata minimal 8-10 ton,dan menghasilkan beras organik yang  berkuwalitas ,singkat wibisono menambahkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *