Garda Pas Soroti Import Pangan yang Terus Membengkak.

Garda Pas soroti import pangan yang terus membengkak.

Jakarta,hari kamis tgl 8 november 2018 ketua pendiri Garda Pas Wibisono menyatakan ke media di jakarta, bahwa akhir2 ini import pangan semakin membengkak sepanjang semester 1/2018,komoditas seperti beras,kedelai,gula dan garam menjadi penyumbang terbesar import dari luar negeri pada periode ini.
Sy mencatat data BPS,nilai import barang konsumsi sepanjang januari-juni 2018 mencapai usd 8.18 milyard,naik menjadi 21.64%.

Catatan saya yang lain adalah pemerintah import Jagung 100 ribu ton,dan
Kemendag Kembali buka Izin import 100 ton bawang putih,belum lagi import daging sapi yang defisit sekitar 233 ribu ton yang akan dipenuhi dari sapi import sebanyak 600 ribu ekor atau setara daging sekitar 119 ribu ton, sisanya dipenuhi dari daging import.ujar wibisono.

Selain itu pemerintah Izinkan Impor 1,1 Juta ton gula tahun Ini,
pemerintah juga akan import beras sampai sampai akhir tahun ini capai Beras 2 Juta ton ,belum cukup hanya beras
Pemerintah juga akan impor garam Industri 3,7 Juta ton.
Komoditi lain sepanjang januari-juli yaitu import singkong Vietnam mencapai 1.234 ton dengan nilai 499,8 ribu dolar AS. Sedangkan pada April 2017 impor singkong mencapai 499,8 ton dengan nilai 94,6 ribu dolar AS.

Dalam kurun waktu 10 bulan, Indonesia mengimpor sayur dari sejumlah negara senilai US$ 654,70 juta dan buah-buahan senilai US$ 942,10 juta.

Nilai Impor Buah Melewati Ekspor Buah Lokal.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai impor buah periode Januari-September 2018 sebesar US$ 908,5 juta atau naik 11,5% dibandingkan periode sama 2017 yang sebesar US$ 814,8 juta.

Agustus 2018, Impor Telur, Susu, dan Mentega Melonjak 94,19 PersenData BPS menunjukkan, nilai impor susu, mentega, dan telur pada Agustus 2018 mencapai 100,2 juta dollar AS. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan pada bulan sebelumnya yang mencapai 51,6 juta dollar AS.

Inilah catatan saya dalam hal import pangan…tentunya miris kan?,bangsa yang mempunyai lahan yang begitu luas untuk pertanian dan perkebunan tapi masih saja import dari negara lain,ini artinya pemerintah telah gagal menciptakan kedaulatan pangan buat rakyatnya,singkat wibisono mengakhiri pernyataannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *