GERCIN-NKRI PAPUA MENDUKUNG UPAYA STRATEGIS APARAT TNI/POLRI TERKAIT PENEMBAKAN DUA TNI AD

GERCIN NKRI PAPUA Mohon Kepada Para Pendeta-pendeta dan Tokoh-tokoh Papua untuk Tidak Melarang TNI/POLRI Menangkap KKSB.

Papua.23 agustus 2018. Kami Gerakan Cinta NKRI (Gercin-NKRI) Papua mohon dengan sangat kepada aparat penegak hukum yaitu TNI/POLRI untuk secepat mungkin mengambil tindakan tegas dalam mengejar para pelaku Kelompok kriminal Sipil Bersenjata (KKSB).

KKSB yang melakukan aksi-aksi tidak terpuji dalam melakukan penembakan kepada dua prajurit TNI AD yang baru-baru ini yang terjadi di tinggi nambut kabupaten puncak jaya provinsi papua.

Bukan hanya kejadian ini saja, sudah berungkali aksi-aksi kekerasan yang menghilangkan nyawa korban dilakukan di wilayah pegunungan papua oleh kelompok sipil bersenjata.

Gercin-NKRI sangat mendukung upaya-upaya stretegis yang dilakukan oleh aparat TNI/POLRI untuk melakukan penyisiran diwilayah tersebut untuk menangkap kelompok sipil bersenjata.

Kami juga meminta kepada tokoh-tokoh agama, tokoh adat, tokoh-tokoh perempuan dan tokoh-tokoh lainya untuk membantu pihak TNI/POLRI dalam melakukan penyisiran atau operasi khsusus oleh TNI/POLRI guna menangkap kelompok kriminal sipil bersenjata diwilayah pegunungan tengah papua terlebih khusus diwilayah tinggi nambut kabupaten puncak jaya provinsi papua, jelas Albert Ali Kabiay, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gercin-NKRI Papua.

Kami meminta juga kepada para elite politik dipapua serta tokoh-tokoh agama untuk tidak menghalangi dan melarang pihak aparat TNI/POLRI untuk melakukan penyisiran dalam rangka menangkap para pelaku kelompok sipil bersenjata, tambahnya.

Albert dalam pesan elektroniknya kepada media menegaskan, ini adalah wilayah Negara kesatuan republik Indonesia, oleh sebab itu kita semua harus tunduk kepada hukum yang berlaku di NKRI. Jayapura, Kamis 23 Agustus 2018.

Saparatis berkedok agama sudah sering terjadi di papua, tokoh agama atau pendeta sering berlindung dibalik isu agama serta isu Ham, kemiskinan orang papua dan memakai istilah rakyat kecil untuk memuluskan rencana besar yaitu visi dan misi mereka untuk memerdekakan papua keluar dari NKRI.

Biasanya kelompok tersebut menggunakan senjata Ham dan tindakan represif aparat untuk melindungi kelompok tertentu yang bersebarangan dengan pemerintah.

Mereka terpengaruh dengan doktrin-doktrin gereja abad pertengahan yaitu melibatkan politik dalam ajaran agama dan gereja.

“Untuk itu kami mohon kepada para pendeta-pendeta dan tokoh-tokoh papua lainya untuk tidak melarang TNI/POLRI dalam melakukan penyisirin untuk menangkap para pelaku Kriminal Bersenjata di papua karena ini wilayah NKRI dan papua telah final dalam NKRI,” tegas Ketua DPD Gercin-NKRI Papua.

Tugas pendeta adalah mengajarkan kebaikan cinta kasih dan kedamaian bagi umatnya bukan malah menyuburkan semangat kekerasan dan semangat disintegrasi bangsa di papua dan melindungi kejahatan kejahatan yang dilakukan oleh kelompok sipil bersenjahta dipapua.

“Kami juga dengan tegas meminta kepada Presiden RI untuk segara memerintahkan staf khusus presiden yang membidangi masalah masalah papua yaitu Lenis Kogoya untuk turun ke papua dan melakukan dialog dengan kelompok sipil bersenjata yang ada di wilayah pegunung papua,” kata Albert.

Albert tambahkan, bukan hanya duduk duduk di Jakarta saja dan kasih laporan asal bapak senang ke presiden, kalau tidak mampu untuk mengurus masalah-masalah papua sebagai staf khusus presiden, kami minta untuk saudara lenis Kogoya mundur dengan hormat saja.

Sebab persoalan papua hari ini sangat komplek, untuk itu di butuhkan seorang staf khusus Presiden yang cerdas dan lincah dalam menyelesaiakn persoalan papua yang bermartabat dalam Bingkai NKRI.(red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *