Grand Final Pemilihan Koko Cici Indonesia 2018

Koko Cici Indonesia sebagai Standarisasi Koko Cici Daerah
Jakarta. Jumat, 13 April 2018 di Nafiri Bay Ballroom, Baywalk Pluit, telah terpilih 6 pasang juara dari Koko Cici Indonesia 2018. Mereka mengikuti kegiatan pemilihan dari karantina, pembekalan, city tour, malam unjuk bakat, penjurian tatap muka langsung dengan para juri meliputi bidang pariwisata, budaya dan bahasa Tionghoa, public speaking, psikologi, pemerintahan, serta Koko Cici Indonesia

.Rangkaian kegiatan ini dilakukan untuk standarisasi Koko Cici Indonesia supaya dapat diterapkan di masing-masing provinsi masing-masing. Pemilihan Koko Cici Indonesia diselenggarakan oleh Ikatan Koko Cici Indonesia, didukung oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa (PSMTI).

Acara Grand Final Pemilihan Koko Cici Indonesia 2018 dihadiri oleh Ibu Esthy Reko Astuty, M.Si. selaku staff ahli menteri pariwisata RI.

“Senang sekali kami Keluarga besar Koko Cici Indonesia menyambut 3 provinsi yang baru bergabung yaitu Riau, Nusa Tengara Timur dan Sulawesi Selatan, saya berharap semakin banyak pihak yang terpanggil untuk turut mengadakan pemilihan Koko Cici di provinsinya masing-masing agar pemilihan berikutnya semakin banyak provinsi yang berpatisipasi.

Kepada 32 Koko Cici Indonesia 2018 saya harap dapat aktif berkontribusi bagi negara kita, karena kalian semua adalah kebanggaan Indonesia. Kami memberikan tongkat estafet untuk Pemilihan Koko Cici Indonesia 2020 kepada Ketua Ikatan Koko Cici Sulawesi Selatan,” kata Koko Tjong Iwan, S.Sos selaku Ketua Ikatan Koko Cici Indonesia 2018.
Menurut Koko Dumas Flis Tang, selaku Koko Indonesia 2016 & Ketua panitia pemilihan Koko Cici Indonesia 2018, “Kedepannya diharapkan Koko Cici Indonesia 2018 dapat berkontribusi banyak untuk Indonesia, dalam melestarikan budaya Tionghoa, mempromosikan destinasi wisata Inodnesia, dan turut aktif dalam kegiatan sosial. Audiensi dengan Kementrian Pariwisata Republik Indonesia pun, menghimbau Koko Cici Indonesia dapat membantu promosi pariwisata terkhususnya untuk wisatawan mancanegara asal Tiongkok, Taiwan, Hongkong, dll serta diharapkan dapat membangun dan menginspirasi generasi muda Indonesia di daerah masing-masing.”
Pemenang Koko Cici Indonesia 2018:
Best traditional costume: Koko Jimmy Efriyanto – Riau
Cici Siti Dewinta Anggraini – Sumatera Selatan
Best talent: Koko Firman Adi Saputra – Daerah Istimewa Yogyakarta
Cici Putri Un Tanjung Malada – Nusa Tenggara Timur
Most People Choice: Koko Yan Sen – Sumatera Selatan
Cici Jaswenny – Riau
Runner Up II: Koko Steven Candra – Sumatera Selatan
Cici Melina Dewi Lukman Lo – Sulawesi Selatan
Runner Up I: Koko Jason Joulanda – Sulawesi Selatan
Cici Bella Arista -Jawa Barat
Koko Cici Indonesia 2018: Koko Steven Tanuwijaya Tjhin – DKI Jakarta
Cici Fransciska Karundeng – Sulawesi Selatan.
“Saya sangat senang dan bangga dapat menjadi Cici Indonesia 2018 sebagai perwakilan dari pemuda pemudi Tionghoa Indonesia, kedepannya saya akan berusaha menjalankan tugas saya sebaik mungkin dan mengemban visi dan misi dari Koko Cici Indonesia, dan juga saya mengajak seluruh generasi muda untuk bersama-sama melestarikan budaya Tionghoa dan juga mengembangkannya karena kita Indonesia.” kata Cici Siska.

“Semoga kedepannya Koko Cici Indonesia dapat mengajak lebih banyak Koko Cici di provinsi lainnya agar tahun berikutnya dalam pemilihan Koko Cici Indonesia 2020 lebih banyak provinsi yang dapat berpartisipasi” tambah Koko Steven.
Rangkaian Pemilihan Koko Cici Indonesia 2018 terdiri dari karantina 6-12 April 2018 di Best Western Hariston Bandengan serta malam final 13 April 2018 di Nafiri Baywalk Mall pada pukul 19.00 dan city tour di Museum Nasional di Jakarta tanggal 14 April 2018. Pemilihan Koko Cici Indonesia diikuti oleh Koko Cici dari 8 provinsi yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, D.I. Yogyakarta, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Riau dan Nusa Tenggara Timur dan diharapkan akan ada Koko Cici daerah lainnya.

 

Tentang Koko Cici Indonesia
Koko Cici Indonesia dimulai dari Koko Cici DKI Jakarta (2002), Koko Cici Sumatera Selatan (2008), Koko Cici D.I Yogyakarta (2013), Koko Cici Sulawesi Tengah (2015), Koko Cici Jawa Barat (2016), Koko Cici Lampung (2015), Koko Cici Nusa Tenggara Barat (2016), Koko Cici Sulawesi Selatan (2018), Koko Cici Nusa Tenggara Timur (2018), Riau (2018). Koko Cici dibuat atas ide dari Bapak Sarimun di tahun 2002 selaku walikota Jakarta Barat pada saat itu, bersama Ibu Erna sugondowati, Bapak Suryadi, dan Bapak Husein.

Pemilihan ini mengembalikan citra Indonesia mengingat tragedi Mei 1998 dan meningkatkan inklusivitas pemuda Indonesia dalam budaya Tionghoa sebagai bagian dari kekayaan Indonesia.

 

 

Public Relation & Media .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *