Imlek PSMTI Wujud Kebersamaan Tanpa Memandang Agama dan Suku.

PSMTi sebagai organisasi sosial kemasyarakatan marga marga tionghoa seluruh indonesia dan komponen integral Bangsa Indonesia. Merasa bersykukur dengan banggga merayakan perayaan imlek tahun 2569 di Jakarta.

Perayaan Imlek PSMTI dilaksanakan di TOKO MERAH pada hari Minggu, 25 Febuari 2018.

Dibawah kepemimpinan Ketua Umum Bapak David Herman Jaya. Citra PSMTI semakin baik. Hubungan marga marga Tionghoa semakin erat dan terus meningkat.

Pengembangan PSMTI didaerah berjalan dengan baik. Hubungan pusat dan daerah juga terus dipererat. Saat ini PSMTI telah tersebar di 29 provinsi dan lebih dari 300 kabupaten / kota. Mereka adalah pendukung penting dan bagian integral yang memberikan kontribusi dan andil sangat besar memperkuat PSMTI.

Perayaan IMLEK tahun ini dilaksanakan di Toko Merah ini karena sejarah bangunan yang melekat dengan budaya tionghoa di Indonesia sejak zaman kolonial Belanda. Toko merah dibangun pada tahun 1730 oleh Gustaaf Willem baron an imhoff. Nama Toko Merah yakni sebagai sebuah toko milik warga tionghoa,Oey Liauw Kong sejak pertengahan abad ke 19 untuk jangka waktu yang cukup lama.

Tahun ini adalah tahun anjing tanah. Sebagaimana peruntungan tahun anjing ini. Namun yang terpenting adalah kita bersama sama menjaga kerukunan dan menjaga tahun politik ini dengan kedamaian .

Perayaan IMLEK dimulai pukul 10 pagi dengab atraksi barongsai sampai selesai. Perayaan dimeriahkan dengan acaraa pembagian angpao oleh Cai Shen Ye. Dilanjutkan dengan Prosesi Pengadukan Yu Sheng disusul dengan acara makan siang dan ranah tamah.

Undangan dihadiri oleh para pengurus PSMTI se Indonesia. Para anggota Organisasi perkumpulan Marga marga dan organisasi Tionghoa di Indonesia.
Ketua Panitia bapak Johnnie Sugiarto berharap acara perayaan Imlek PSMTI ini semakin mempererat hubungan antara pengurus PSMTI Pusat dan daerah di seluruh Indonesia. Serta semakin memantapkan langkah PSMTI untuk melaksanakan program kerja yang bermanfaat bagi kemajuan negara Indonesia pada umumnya dan masyarakat Tionghoa Indonesia pada khususnya.
Ketua Umum PSMTI, David Herman Jaya mengatakan, acara perayaan Imlek tahun ini berlangsung sukses. David  berharap Imlek dijadikan momentum untuk menguatkan rasa persaudaraan warga Tionghoa di Indonesia.

Menurut David,  rasa persaudaraan yang kuat  dapat membangun Indonesia ke arah yang lebih baik lagi. David pun mengajak warga Tionghoa untuk turun langsung bersinergi dalam memajukan Indonesia.

“Harapan negara  kita Tionghoa Indonesia ya kita harus sinergi bangunlah negara ini. Harus kita rawat dan kita besarkan,”jelas David.

David  meminta warga Tionghoa, agar  Imlek dijadikan sebagai  rasa syukur kepada Sang Pecipta dan tak lupa juga untuk memanjatkan doa agar kehidupan di masa yang datang dapat lebih baik.

“Imlek juga dijadikan moment silaturahmi dengan keluarga dan kerabat serta rasa syukur,” ujarnya.

Ketua Panitia Perayaan Imlek PSMTI 2018, Johnnie Sugiarto. Johnnie mengatakan suksesnya acara ini merupakan hasil kerja tim panitia yang begitu solid. Johnnie menilai semua anggota panitia bekerja keras dan  rela mengorbankan waktunya agar perayaan Imlek 2018 berjalan lancar.

“Yang membuat saya surprise adalah kebersamaan itu sendiri karena setelah kita bentuk panitia, semua orang bantu membantu mensukseskan event ini, jadi semua yang diundang menjadi panitia semuanya rela mengobarkan waktu dan pikiran. Semuanya ikut nimbrung ikut mensukseskan acara ini.,” ujar Johnnie.

Menurut Johnnie, tim panitia fokus untuk menjadikan Imlek sebagai wujud kebersamaan tanpa memandang agama dan suku.

“kita lebih fokus pada kebersamaan, kebersamaan bahwa kita dari suku, etnis bangsa Indonesia kita bersama-sama merayakan acara kebudayaan yang lintas agama dan lintas suku itu yang kita rayakan tahun ini,” kata Johnnie.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *