Jandi Mukianto Pengusaha Muda Indonesia dengan Banyak Prestasi Namun Tetap Rendah Hati.

 

JAKARTA. Saat pelantikan Pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia HIPMI di Dian Ballroom Raffles Hotel, Ciputra World 1 Kuningan Jakarta Rabu, (15/01/2020). Tampak hadir para pengusaha muda dari seluruh provinsi Indonesia.

Ada terlihat satu pemuda yang tergabung di Pengurus HIPMI dengan begitu banyak prestasi yaitu Jandi Mukianto, Konsultan bisnis yang aktif di HIPMI sejak 2013

Jandi Mukianto SH, MH, CLA adalah
Sarjana hukum dan sedang menempuh gelar doktor di Universitas Indonesia

Sebagai kurator tersertifikasi membantu pengusaha yang pailit atau memiliki masalah pembiayaan, dia berharap agar dalam menyambut era bonus demografi ini pengusaha swasta umumnya dan pengusaha muda yang tergabung di HIPMI khususnya dapat mengambil peran serta maupun kesempatan dengan ide yang menjawab kebutuhan masyarakat saat ini dan yang akan datang, ujarnya.

Bagaimana komentar Jandi Mukianto tatkala ditanya terkait Imlek 2020 ini sesuai kalender China adalah masuk periode tahun tikus. Tahun Tikus adalah tahun penuh kesempatan dan peluang ujarnya.

Sederet prestasi Jandi Mukianto adalah pernah menjabat Presiden
Junior Chamber International (JCI) tahun 2017. JCI adalah organisasi nasional pemuda non-politik dan non-sektarian, bagian dari organisasi kepemudaan internasional terbesar di dunia yang berafiliasi pada PBB. Organisasi ini bertujuan untuk menciptakan perubahan positif di seluruh dunia.

Di Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) aktif sejak tahun 2007. Saat ini menjabat Wasekjen.

Selain itu juga masih menyempatkan diri disela kesibukannya menjadi pengusaha, dosen Universitas Tarumanegara, dan penulis adalah sebagai
Ketua Harian Pengurus Provinsi Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) DKI.

Jandi Mukianto selain aktif menjadi konsultan, advokat LBH INTI juga pegiat kerukunan antar Umat beragama pernah mengikuti Diklat SABDA FKUB. Di WALUBI duduk sebagai Wakil Harian DPP.

Disela-sela kesibukannya yang amat padat Jandi Mukianto masih sempat menulis buku dan sudah terbit dua buah yang berjudul “Prinsip dan Praktik Bantuan Hukum di Indonesia” satunya lagi berjudul “Investasi Indonesia mp3ei dan tol laut”. (Johan Sopaheluwakan/Lili Judiarti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *