Jokowi Absen lagi di Sidang Tahunan PBB,Apa Dampak buat Indonesia?

Pengamat Militer Indonesia Wibisono,SH,MH

Jakarta, Wapres Jusuf Kalla, selaku perwakilan dari Presiden Joko widodo akan memimpin Delegasi Indonesia di Sidang Umum Tahunan PBB tahun 2019 dan menyampaikan pidato berjudul ” Galvanizing Multilateral Efforts For Poverity Eraducstion,Quality Education, Climate Action and Inclusion”

Selama Kabinet Kerja jokowi-JK, Wapres JK selalu hadir mewakili Presiden Jokowi disidang Tahunan PBB.

Pengamat militer Wibisono,SH,MH mengkritisi ketidakhadiran Presiden Jokowi dalam sidang tahunan PBB tahun ini, Pasalnya, selama lima tahun periode pertama kepemimpinnya, sudah lima kali Jokowi absen dalam sidang tahunan PBB.

“Mungkin kalau terus-terusan lima tahun tidak pernah hadir, pendapat publik akan berpikir presiden indonesia bukan kaliber internasional,” ujar wibi saat menanggapi pertanyaan awak media di Jakarta, Selasa pagi (23/9/2019).

Menurut dia, sikap Jokowi itu tidak baik untuk perfomance /wibawa kenegaraan, semestinya sekali kali kepala negara hadir langsung tanpa harus diwakili. Jika yang hadir wakil presiden atau menlu, esensinya sangat berbeda sebagai kepala negara di sidang PBB tak ada.
“Secara fungsional sih tidak ada masalah, tapi dalam segi wibawa, harga diri, mungkin itu agak berbeda,” kata wibi.

Kemarin, Indonesia lagi-lagi diwakili Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam Sidang Umum Tahunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). JK tiba di markas besar PBB di New York, Amerika Serikat, Sabtu (21/9/2019) malam waktu setempat.

Menlu Retno Marsudi menyambut JK yang telah berada di AS sejak Ahad (15/9/2018) pekan sebelumnya. Selama periode Kabinet Kerja Jokowi-JK, Wapres JK selalu hadir mewakili Jokowi di sidang umum tahunan PBB.

Di Hotel Westin New York, tempat JK menginap, berkumpul juga sejumlah menteri. Selain Retno, ada Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara; Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan, dan; Duta Besar RI untuk AS, Mahendra Siregar.

Sidang umum ke-74 PBB kali ini dihadiri 100 kepala negara, tiga wakil kepala negara, 47 perdana menteri, tiga menteri, dua pimpinan delegasi, dan 193 delegasi negara anggota PBB.

Di sela-sela rangkaian kegiatan sidang umum ke-74 PBB, Wapres juga dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah kepala negara, serta menghadiri undangan makan malam gala bersama Presiden AS Donald Trump di Lotte New York Palace Hotel. (AIJ).

Sedangkan anggota komisi I dari Fraksi PDI Effendi Simbolon menyarankan, Presiden Jokowi tak lagi diwakili oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Menurut dia, sudah saatnya presiden berani berpidato di sidang umum PBB, khususnya terkait posisi Indonesia di mata Internasional.

“Berani dong bicara satu dua menit di general assembly di UN sana. Bicara dong, sebutkan apa posisi kita. Itu enggak bisa kita wakilkan dengan Menlu, harus presiden dan presiden saya kira punya kemampuan sebenarnya,” ujar dia.

Selanjutnya, Effendi mengatakan, sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, Indonesia harus memanfaatkan posisi tersebut. Ia mengatakan, sudah saatnya Indonesia ikut masuk membahas isu-isu negara lain.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *