JUMPA PRESS PUTUSAN SELA PTUN PARTAI HANURA

 

JUMPA PRESS PUTUSAN SELA PTUN PARTAI HANURA.
Terkait No. M.HH-01.AH.11.01 tgl 17 Januari 2018.

Bersama Pak Adi Warman, Wakil ketua umum DPP Hanura (kuasa hukum Dpp Hanura).

 

 

Jakarta .Hakim PTUN Kabulkan Gugatan Hanura Kubu Daryatmo-Sudding Senin, 19 Maret 2018.

Majelis hakim PTUN memutuskan mengabulkan permintaan Hanura Kubu Daryatmo-Sudding melalui kuasa hukumnya Wakil Ketua Umum bidang Hukum DPP Hanura Adi Warman dan kuasa hukum Ahmad Yani terkait Permohonan Penundaan SK Kemenkuham nomor M.HH-01.AH.11.01 tahun 2018 milik OSO (Oesman Sapta).

Dimana dalam SK tersebut berisi tentang Restrukturisasi, Reposisi, dan Revitaliasi Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Partai Hati Nurani Rakyat (DPP Hanura) masa bakti 2015-2020.

Oleh karena putusan tersebut maka diadakan .

JUMPA PRESS PUTUSAN SELA PTUN PARTAI HANURA.
Terkait No. M.HH-01.AH.11.01 tgl 17 Januari 2018.

Bersama Pak Adi Warman, Wakil ketua umum DPP Hanura (kuasa hukum Dpp Hanura).bersama David Khalik, Didi Apriadi,  dan pengurus DPP  Partai Hanura di hotel sultan , Jakarta malam ini.
.Kuasa hukum Partai Hanura kubu Sudding, Adi Warman, mengungkapkan, putusan sela ini telah dibacakan majelis hakim pada sore tadi, Senin (19/3).

“Alhamdulillah tadi sesuai dengan permohonan, penundaan SK Menkumham dikabulkan kurang lebih jam 14.30 tadi,” jelas Adi dalam konferensi pers.

Sebelumnya, kubu Sudding menggugat SK Menkumham bernomor M.HH-01.AH.11.01 tahun 2018 ke PTUN Jakarta pada 22 Januari 2018 lalu.

Dalam SK yang terbit pada 19 Januari 2018 ini, Kemenkumham menyatakan bahwa kepengurusan Hanura yang sah adalah yang dipimpin oleh OSO sebagai Ketua Umum dan Heri Lotung Siregar sebagai Sekjen.

Dengan keluarnya putusan sela ini, Adi mendesak agar semua pihak terkait untuk mengabaikan struktural Hanura yang disahkan oleh SK Menkumham.

“Langkah selanjutnya, kami akan mendatangi lembaga terkait, termasuk KPU, Bawaslu, atau bahkan Presiden RI, untuk tidak menanggapi orang yang mengatasnamakan Hanura dengan Ketua Umum OSO dan Sekjen Herry Lontung Siregar,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, Partai Hanura telah mengalami konflik pada Januari lalu. Partai yang didirikan oleh Wiranto ini terbagi dalam dua kubu, yaitu kubu Sudding dan kubu OSO.

Kubu Sudding telah memecat OSO sebagai Ketua Umum lantaran adanya dugaan mahar dalam pencalonan kepala daerah pada Pilkada serentak 2018.

Kubu Sudding juga telah melakukan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) untuk mencari Ketua Umum yang baru tak lama setelah pemecatan OSO.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *