LPKAN Desak Pemkot Surabaya Bentuk Tim Investigasi Amblesnya Jalan Gubeng Surabaya.

 

Wakil ketua LPKAN Sugiharto.

 

Surabaya,26 Januari 2019 ketua Umum LPKAN (Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara) muhammad Ali Zaini mengatakan ke media bahwa amblesnya jalan gubeng Surabaya harus di bentuk tim investigasi guna mengetahui sebab dan musababnya jalan itu Ambles,karena kalo tidak tuntas akan membahayakan Konstruksi Gedung gedung di Surabaya lainnya, maka dari itu LPKAN Indonesia mendesak Pemkot Surabaya Bentuk Tim independent Audit kinerja, ujar ali Zaini.

Belajar dari kasus amblesnya tanah Jalan Gubeng Surabaya akibat kelalaian konstruksi proyek pembangunan basemen RS Siloam dan memberikan rasa aman warga Kota Surabaya, maka Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara (LPKAN) Indonesia mendesak Pemerintah Kota untuk melakukan audit secara transparant terhadap konstruksi gedung-gedung di Kota Surabaya.

Wakil ketua LPKAN Sugiharto menambahkan “amblesnya jalan Gubeng, mestinya Pemerintah Kota Surabaya bersama polda jatim bekerjasama dengan cepat melakukan investigasi terhadap konstruksi berbagai gedung perkantoran, Hotel maupun apartemen di Surabaya. Apakah konstruksi bangunan tersebut sesuai standarisasi atau kriteria yang ditentukan, agar keselamatan warga kota terjamin,” kata Sugiharto yang juga caleg DPRD dari partai Demokrat ini.

Ia menambahkan, saat ini polda jatim sudah bekerja dengan baik,4 tersangka sudah ditetapkan,tapi secara transparant hasil dari investigasi amblesnya jalan gubeng belum jelas,masyarakat surabaya perlu tahu,agar masyarakat bisa tenang dan tidak was was atas kejadian ini bakal terulang dikemudian hari,maka dari itu segeralah bentuk tim investigasi yang terdiri dari para pakar konstruksi,ahli geologi,ahli lingkungan,dan ahli ahli yang lain dari berbagai perguruan tinggi serta praktisi jasa konstruksi dan sebagainya, ujar sugiharto

Ini demi keselamatan warga, siapa yang menjamin tiba-tiba saja ambles atau ambruk seperti yang terjadi di jalan Gubeng, akibat kelalaian proyek konstruksi, untung saja di jalan Gubeng tidak ada korban, Pemkot kan bisa kumpulkan para akademisi dan para ahli untuk lihat konstruksi gedung di Surabaya.

Ia melihat banyak apartemen dan gedung di Surabaya yang tidak terawat , tapi tidak ada perhatian sama sekali dari pemerintah kota Surabaya. Padahal, gedung-gedung tersebut jika dikategorikan dalam kategori membahayakan,harus pemilik gedung yang mangkrak di beri teguran atau sangsi.

“ Coba lihat tidak sedikit proyek pembangunan gedung yang belum selesai dan tidak dilanjutkan, tapi pemkot diam saja, belum lagi gedung yang tidak terawat, mungkin jumlahnya puluhan, seperti sebuah apartemen di wilayah jalan Gayung Kebonsari Injoko Surabaya, itu bahaya, apalagi banyak pembangunan basemen tidak sesuai standarisasi,”ujarnya.

Yang sekarang sangat perlu juga untuk diteliti adalah gedung-gedung disekitar jalan Gubeng kota Surabaya yang masih sangat rawan ambruk maupun longsor pasca amblesnya jalan. “ Kalau area jalan Gubeng itu aman dan kuat, tentu Pemkot tidak perlu takut melarang truk melintas, tapi truk tidak boleh lewat, itu tandanya kan masih rawan ambles lagi, dan itu sangat bahaya bagi gedung gedung yang ada diarea tersebut,” pungkas sugiharto.
(Wib)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *