Mengungkap Fakta Fakta Kecurangan Pilpres 2019,

 

 

Pada hari Selasa, 14 Mei 2019 pukul 14. 45 wib s.d 17.48 Wib dii Sahid Jaya hotel, Jl. Jend. Sudirman No. 96 Jakarta Pusat dilaksanakan kegiatan mengungkap Fakta Fakta Kecurangan Pilpres 2019, yang diselenggarakan oleh masyarakat peduli pemilu bersih dan berintegritas (MPPBB) yang dihadiri Lk 800 orang. MC : Dedi “Miing” Gumelar.

Tokoh yang hadir:
1. Prabowo Subianto
2. Sandiaga S. Uno
3. Djoko Santoso
4. Amien Rais
5. Madani Ali serta
6. Sarwan hamid
7. Rizal Ramli
8. Said didu
9. Fadli Zon
10. Rahmawati Soekarno putri
11. Titik Soeharto
12. Neno Warisman
13. Hasyim Djoko hadikusumo
14. Salim Assegaf
15. Zulfilki Hasan
16. Letjen (purn) Sjafri samsudin
17. Tejo Edi
18. Tyasno.
19. Laode K
20. Agus Maksum
21. Danhil Azhar Simanjuntak
22. Fuad Bawazier

Acara dimulai dengan menyanyikan lagu indonesia raya.

Hal yang disampaikan antara lain:
a. Dedi Miing Gumelar (MC):
Saat ini pikiran diadili, ada tim asistensi menkopolhukam yang kerjaannya ngatet nyatet omongan orang. Tetap semangat dan yakin bahwa kita akan menang. Tidak perlu ada keributan di negeri ini apabila dipimpin melalui cara yang benar dan adil.

2. Sambutan:
A. Sandiaga Salahudin Uno:
Kita perjuangkan banyak orang, kepentingan rakyat, kepentingan umat untuk memberikan yang terbaik bukan hanya untuk negara tetapi untuk keadilan masyarakat. Hari ini paparan para ahli yang peduli terhadap bangsa ini.

Semakin nyata pilpres 2019 kali ini memprihatinkan, yg pertama adalah lebih dari 600 petugas pemilu wafat, dan 3000 yg masih terbaring sakit. Disini hadir salah satu korban ibu Eti yang ayahnya (umar hadi) wafat. Kita mencium politik uang yang tajam, salah seorang tim kampanye 01 yang tertangkap dengan barang bukti ribuan amplop yang dipersiapkan untuk Serangan fajar. Gelombang tsunami money politik yang bukan hanya oleh tim pemenangan tetapi juga aparat keamanan. Kami mengakui mencari bukti, tapi ini benar terjadi.

Sepanjang kampanye dan pungut suara banyak kejanggalan dan ketidakadilan yang terjadi, DPT bermasalah Kotak suara dari kertas yang gampang sekali hancur, 6.5 juta tidak memilih dan pengusiran serta intimidasi 02. Sulitnya perijinan, pemda memberikan tempat kampanye yang susah dijangkau. Dikumpulkannya instrumen kontrol / media. Ada upaya penggembosan suara 02 dengan kriminalisasi ulama, penangkapan cerdik pandai, bahkan dibentuknya Tim asistensi/Tik Tok yang dibentik Menkopolhukam. Sistem yang menyuguhkan kesalahan kesalahan itung KPU masih tetap dilakukan.
Legitimasi pemerintah yang diperoleh melalui kecurangan pasti akan menyisakan masalah, makanya kita harus jaga kedaulatan rakyat, lawan kecurangan sampai titik darah penghabisan.

B. Danhil Azhar Simanjuntak:
Sejak awal BPN sudah mendeteksi potensi kecurangan, antara lain temuan DPT Tuyul, kami bolak balik ke KPU, namun kita dapat komitmen dari KPU bahwa akan segera diperbaiki, faktanya seperti apa?, selanjutnya adalah Banyaknya keterlibatan aparat negara, BUMN, Bupati, Gubernur dan Polri, di setiap daerah dilaksanakan protes keras, tapi ada komitmen dari pimpinan Polisi akan netral, tetapi kenyataannya??.

C. Rizal Ramli :
Tahun 2014 sebetulnya ada kecurangan, memang skalanya relatif kecil, pak Prabowo dulu legowo, bromo, tidak protes tetapi kali ini tidak akan pernah, lawan.

Dari pra pemilu adanya DPT abal abal 16,5 juta, tahun 2014 Jokowi populer. Pemilu kali ini dirancang Jokowi menang 56%, salah input KPU sampai 13%. Ada tangan tangan dibelakang (back hand) komputer yang mengotak atik surat suara. Maka itu kami minta dilakukan Digital forensik IT, tetapi mereka tidak mau, karena kekurangannya pasti akan terang benderang dan terbuka. Apakah kita akan pilih pemimpin yang curang seperti itu, sementara pemerintahan memble, ekonomi memble tapi maksa 2 periode. Kita harus rebut kedaulatan rakyat yang dicuri dan dikhianati ini.

D. Agus Maksum:
Kekacauan siring dimulai dari DPT yang sudah kita protes berkali kali, DPT tidak pernah final sampai dengan pelaksanaan Pilpres. Ada 16.5 juta DPT tuyul dan ada 1.117 ada KK manipulatif. Artinya KPU tidak pernah ada coklit dan terverifikasi. Selanjutnya adanya KTP palsu. Dalih dan alasan KPU adalah salah ketik, dan ini tidak mungkin karena banyaknya kesalahan itu dibawa saja 19 juta. Bahkan sistem KPU tidak memenuhi ISO 9000, tanpa security system IT.

Persoalan entry data ini merupakan bukan data yang sebenarnya. Cukup banyak cacat yang kita tahu dan ketika viral muncul disclaimer yang sebutkan akan benahi system entry data dan akan dilakukan penghitungan berjenjang. Disclaimer ini merupakan bentuk pernyataan sikap bahwa adanya kekacauan system IT di KPU. Harusnya bisa diantisipasi dalam lroses design program. Bisa dipastikan ada intruder dalam system ini. System mainan, yang harga programnya hanya puluhan juta, tidak butuh harga triliunan.

E. Ir. Haerul Anas:
Dalam situng KPU tidak realtime, ada jeda lebih kurang 15 menit. Tidak validasi terhadap kesalahan entry, sehingga ditemukan 13 ribu lebih kesalahan itu. Tidak ada verifikator di pusat hanya ada di KPU dan itu diakui KPU dan belum diperbaiki.

Kejanggalan dari salinan C1 yang berubah, adanya penggelembungan suara. Perkawanan kita ada 3 hal antara lain data monitoring yaitu data diubah, perubahan di angka kehadiran dan C1 tidak lengkap, Adanya kesalahan entry. Tidak adanya sertifikat audit pada server/aplikasi KPU dengan anggaran mencapai 24 Triliun maka kita hanya bisa bertanya-tanya. Selain itu, seluruh aplikasi tsb berpotensi kena hack. Namun tetap saja lebih berat indikasi adanya penyusup yang mengganggu dari dalam KPU. Kita bisa artikan semua ini bahwa KPU tidak mau system ini aman dengan pembiaran adanya gangguan yang akan masuk. Kesimpulannya, IT KPU itu janggal dan mencurigakan.

F. Laode :
Sistem IT BPN SANDI dengan ini mengemukakan antara lain Surat suara berbasis C1 posisi kita di 54,24 % dengan data 444.975 TPS. Apabila ada pihak pihak yang meragukan mari kita adu da row data c1 tervalidasi yang sudah terkumpul 1.433.200 C1, dan saya berani mengatakan bahwa Prabowo Sandi menang dalam Pilpres 2019.

Hari ini kita, BPN dan Rakyat semua menyatakan keputusan ada ditangan Prabowo, ditangan Sandi.

G. Djoko Santoso:
Pemilu 2019 seharusnya dengan prinsip Jurdil Luber, kita telah mendengar,.melihat dan memperhatikan serta mencermati yang telah dipaparkan para ahli, baik sebelum, saat dan setelah pencoblosan yang bersifat terstruktur, sistematis dan massive.

Kami BPN Prabowo Sandi bersama sama rakyat indonesia yang sadar hak hak demokrasinya menyatakan menolak hasil penghitungan suara dari KPU RI yang sedang berjalan.kami telah bersifat ke KPU RI tanggal 01 mei 2019 tentang audit IT KPU serta menghentikan situng suara KPU.

*Suara djoyo jayaningrat, kabur dening pangastuti*

G. Prabowo Subianto:
Kita mengerti bahwa demokrasi adalah jalan yang terbaik dalam kehidupan berbangsa dan negara, tapi kita merasakan dan memiliki bukti dan mengalami rekan rekan pejuang kita pemerkosaan demokrasi di Indonesia ini. Setelah kita memperhatikan dengan saksama, mendengar dan meyakinkan diri dan Rakyat kita, bahwa kita telah memenangkan mandat dari rakyat. Kalau kita menyerah berarti kita menyerah kepada ketidakadilan dan Artinya kita berkhianat kepada bangsa, negara ,rakyat dan pendiri bangsa.

Setelah kegiatan ini saya akan kumpulkan ahli hukum di warganegara akan saya buat surat wasiat saya, saya tidak bisa ditakuti dengan makar. Kita tidak makar, tapi kita membela Bangsa ini, jangan takuti kami dengan senjata yang dibeli oleh rakyat.
Sikapnsaya badalah kami masih menaruh secercah harapan, kami menghimbau insan insan di KPU, anak anak indonesia yang di KPU masih dan masa depan bangsa Indonesia di Pundakmu, kau yang memutuskan dan harus mengatakan kebenaran dan keadilan keselamatan bangsa, apabila kau memihak ketidak adilan berarti membiarkan penjajahan atas bangsa.
Kami masih menaruh harapan ke KPU, tapi saya menolak hasil penghitungan yang curang. Kami tidak bisa menerima ketidakadilan dan ketidakjujuran, saya dan sdr. Sandi tidak ada ambisi pribadi. Saya tidak akan meninggalkan rakyat indonesia, saya timbul dan tenggelam bersama rakyat.

Apabila pemerkosaan ini berjalan terus hanya rakyat yang menentukan, selama rakyat percaya dengan saya selama itu saya akan selalu bersama rakyat sampai titik darah penghabisan.

Kita bela kebenaran, keadilan dan kejujuran sampai kemenangan berada ditangan rakyat.

Catatan:
1. BPN Prabowo Sandi menyatakan menolak penghitungan suara yang dilakukan oleh KPU RI.

2.Dalam kegiatan ini juga ditayangkan video video dugaan kecurangan dalam Pilpres 2019.

3. Pada hari kamis, 16 mei 2019 barisan emak emak akan melaksanakan unjuk rasa ke KPU.

Pukul 17. 48 wib kegiatan selesai, kondusif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *