NARASI ITU ENERGI

NARASI ITU ENERGI

Islam itu turun tidak di Romawi yang militernya kuat. Tidak juga di Persia yang memiliki budaya yang tinggi. Namun wahyu langit itu turun di masyarakat yang tertinggal dan berpecah belah.

Islam turun di jazirah arab, ditengah bangsa arab yang rawan konflik dan terbelakang. Yang menarik, dalam 22 tahun lebih sedikit, Quran yang diwahyukan melalui Rasulullah Muhammad Shallallahu’alaihiwassalam telah mengubah bangsa yang terbelakang ini menjadi pemimpin dunia.

Dalam kurun waktu kurang dari 100 tahun semenjak Rasul Wafat, kaum muslimin yang dipimpin oleh para sahabat utama telah menjadi penguasa setengah dunia. Tapak perluasan Islam meluas merenggut area kekuasaan Romawi. Dari afrika utara hingga eropa.

Mari kita berfikir, bagaimana Qur’an bisa membangkitkan bangsa yang tertinggal menjadi bangsa yang luar biasa. Jawabannya adalah narasi. Narasi Qur’an telah mengubah bagaimana sebuah bangsa di jazirah ini berfikir dan merasa.

Bangsa Arab tidak memiliki apa-apa, mereka tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah. Letak geografis pun tidak mendukung sama sekali. Hadirnya Islam ditengah masyarakat tidak serta merta mengundang emas jatuh dari langit.

Emas memang tidak jatuh dari langit, tetapi hikmah dan kesadaran memicu hati ummat untuk bangkit.

Narasinya dimulai dari “IQRO”… bacalah… renungilah… maknailah…

Lalu narasi langit itu menghentak batin ummat dengan pandangan jauh atas kehidupan. Ada kehidupan yang lebib abadi, di dunia sementara, maka berbuatlah yang baik, karena semuanya dipertanggungjawabkan.

Mendadak, bangsa arab jazirah ini menjadi bangsa yang penuh akhlaq dan perilaku mulia.

Narasi berlanjut dengan “Kamulah Ummat terbaik, selama kamu menyeru yang baik dan mencegah yang mungkar.”

Persepsi seorang manusia yang berislam berubah drastis. Mental inferior sebagai bangsa gurun berubah menjadi rasa sebagai bangsa terhormat.

Narasi terus bergerak “semua manusia sama dimata Allah, yang membedakan adalah ketaqwaannya.” ….

Narasi langit lalu berlanjut ke nubuwah Rasul… “Islam akan menaklukkan dunia dari timur ke barat… masyriq wal maghrib…”

Mental bangsa gurun berubah menjadi mental bangsa penakluk.

Inilah kekuatan sebuah narasi yang bekerja didalam fikiran manusia. Ia menjadi energi kebangkitan yang luar biasa.

*****

200 kerajaan Islam bertahan merespon serangan penjajah. Entitas kerajaan-kerajaan nusantara akhirnya berguguran menghadapi serangan penjajah dalam bentuk korporasi dagang yang didukung negara besar di eropa.

Kerajaan-kerajaan kecil yang tersebar diseluruh nusantara ini akhirnya perlahan takluk satu persatu. Kesadaran baru mulai menyeruak dianak bangsa, bahwa kebersatuan entitas penjajah ini haruslah disambut dengan narasi kebersatuan yang serupa.

Anak bangsa kemudian mengeja narasi baru yang namanya “Indonesia”. Elemen bangsa yang terdiri dari berbagai etnis kemudian memutuskan berbangsa satu.. bangsa Indonesia.. berbahasa satu.. bahasa Indonesia…

Narasi itu yang menggerakkan anak banhsa untuk membangun Indonesia.

*****

Ray Kroc menghentak Mc Donald, sang pemilik McD pertama. “Jika kamu gak mau meluaskan McD untuk dirimu sendiri, lakukan ini untuk Amerika.”

Ray Kroc membangun McD bukan dengan Narasi kosong. Ray Kroc membangun McD dengan narasi yang kuat. “Akan kubentangkan outlet McD dari pesisir timur hingga pesisir barat Amerika”

Lalu apa narasimu?

Sahabatmu,
*Rendy Saputra*

*****************************
Dapatkan lisensi kemitraan bisnis tour and travel seharga Rp.500.000,- *GRATIS!!!*

*****************************

Pengen jadi Reseller baju lebaran dan dibimbing jualan?

๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒท๐ŸŒท๐Ÿ’๐Ÿ’

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *