Nenek Sri Mengadu Ke Presiden Jokowi, Terkait ‘Pos Onegate’ Yang Berdiri di Depan Pintu Gerbang Rumahnya

_*Nenek Sri Mengadu Ke Presiden Jokowi, Terkait ‘Pos Onegate’ Yang Berdiri di Depan Pintu Gerbang Rumahnya*_

KOTA BEKASI – Saat ditemui awak media usai bertemu Presiden Jokowi, nenek Sri Hari Suwardani (64 tahun) nampak sumringah yang sebelumnya tampak bingung, raut wajahnya menunjukan kekecewaan yang mendalam. Bagaimana tidak, nenek ini mengaku sudah mengadu kepada banyak pihak tentang permasalahan Pos Onegate, dari Lurah, Camat, Wali Kota Bekasi, Dinas terkait hingga ke Gubernur Jawa Barat. Ironisnya, hingga saat ini belum mendapatkan titik terang terkait permasalahan pos “sakti” ‘One Gate’ tersebut.

“Saya sudah ajukan keluhan dan protes sejak pos itu mulai dibangun pada 18 Januari 2016, namun tidak mendapatkan tanggapan yang memuaskan hingga saya laporkan ke Ombudsman dan Komnas HAM,” tutur sang nenek kepada harian Sentana.

Permasalahan pos “One Gate ” hingga saat ini masih belum menemui titik terang. Pasalnya, _’Pos Onegate’ telah berdiri tepat didepan pintu Gerbang rumah*Nenek Sri Hari Suwardani (64)* yang terletak di *Perumahan Setia Bina Sarana (Komplek SBS) Blok AB-2 nomor 6, RT 04 RW 07, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi Jawa Barat.*

Seperti diketahui, permasalahan pos “One Gate” yang diduga berdiri didepan pintu gerbang sang nenek sudah berlangsung berkisar 4 tahun, dan nenek Sri Hari Suwardani (64) adalah pemilik rumah yang menjadi korban kokohnya pos “One Gate” yang seakan tidak tersentuh tersebut.

Pos ‘One Gate’ yang berada di RW 07 Kelurahan Harapan Jaya itu pun masih tampak berdiri kokoh selama 4 tahun tanpa ada penyelesaian. Bahkan rekomendasi permohonan pembongkaran yang ditandatangani Wali Kota Bekasi, DR. H. Rahmat Effendi serta Wakil Wali Kota saat itu, H. Ahmad Syaikhu pun seakan tidak berpengaruh sedikitpun.

Nenek Sri yang tinggal seorang diri dirumahnya itu pun kini seakan hilang harapan, ia pun tidak tahu harus kemana lagi mengadu akan permasalahan tersebut.

“Saya sudah tidak tahu harus kemana lagi, semua pengaduan sudah saya lakukan, tapi sampai saat ini belum ada kejelasan konkret terkait pengaduan saya, hingga akhirnya saya mengadu ke presiden Jokowi,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *