Pembangunan Proyek Jakarta Integrated Tunnel

Koranexpres- Jakarta. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, menjelaskan kepada media perihal hasil pertemuan hari ini Paparan Rencana Pembangunan Proyek jalan tol bawah tanah Jakarta Integrated Tunnel (JIT).

Proyek ini merupakan kerja sama PT Antaredja Mulia Jaya dengan PT Jakarta Tollroad Development (JTD).

PT JTD menggarap proyek 6 ruas tol dalam kota DKI Jakarta telah dimulai sejak Februari 2017 lalu. Enam ruas tol dengan total panjang 69,77 km diperkirakan baru akan rampung pada tahun 2022 mendatang.

“Proyek Tunnel terpadu yang akan menanam investasi sebesar US$ 3 miliar atau Rp 39 triliun di wilayah Jakarta yang akan menyambungkan 2 fase daripada 2 section dari enam ruas tol dalam kota. Ini sudah kami laporkan tadi, ada progress yaitu sudah tercapai kesepakatan awal dengan PT Jakarta tol Development yang punya konsesi 6 ruas jalan tol,” papar Sandiaga, saat Konferensi Pers media di Balai Kota,Provinsi DKI Jakarta, Rabu 17/1/2018.

Untuk fase 2 ini akan dibangun dua ruas jalan tol. Rutenya dari Duri Pulo-Kampung Melayu sepanjang 12,65 km, kemudian dari Kemayoran-Kampung Melayu sepanjang 9,6 km.

“Jadi, 2 ruas dibangun di bawah tanah dengan kedalaman 7-15 meter, dan itu akan digunakan untuk transportasi kendaraan sebagai jalan tol, untuk air, pembangkit energi, dan utilitas kabel listrik,” jelas Sandiaga.

Sandiaga mengungkap, yang menarik dari proyek jalan tol bawah tanah ini yakni tidak menggunakan APBD DKI.

Sandi ingin proyek tersebut dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong laju investasi di DKI Jakarta.

“Ini menarik karena US$ 3 miliar yang dikucurkan proyek ini tanpa APBD, feasibility study dilakukan oleh swasta. Dengan kerja sama ini kita harapkan bisa mengurai kemacetan, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan investasi, atasi masalah banjir, menambah energi di wilayah Jakarta,” harap Wakil Gubernur DKI tersebut.

Sementara ditempat yang sama, Komisaris Utama PT Antaredja Mulia Jaya, ML Wibosono, mengatakan, Pemprov DKI diuntungkan dengan adanya proyek tersebut. Untuk pendanaannya didapat dari jasa penyedia keuangan asal Amerika Serikat.

“Pemprov diuntungkan karena tidak perlu mengeluarkan anggaran pembangunan atau pemeliharaan selama 45 tahun. Setelah itu jadi milik Pemprov DKI.

Kami telah mendapatkan pendanaan dari Ryan Project funding Amerika Serikat sesuai yang dibutuhkan yakni sekitar 3 billion dollar atau sekitar Rp 40 triliun,” jelas Wibisono, usai Rapat Paparan Rencana Prmbangunan Proyek Jakarta Integrated Tunnel (JIT) bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta dan jajarannya di Balai Kota, Provinsi DKI Jakarta.

 

 

Wibisono menjelaskan pihaknya akan menerapkan public private partnership dalam pembangunan. Ia optimistis program itu akan selesai dalam jangka waktu tiga tahun.

“Program ini sudah masuk ke Rencana Pemerintah Jangka Menengah Daerah Pemprov DKI 2013-2017. Tahun depan mulai, selesai tahun 2021,” ujarnya.

(Panjang ruas JIT Balekambang-Manggarai dan Ulujami-Tanah Abang sekitar 12 kilometer. Rinciannya, 9 km untuk jalan tol dan 3 km untuk fasilitas umum.

 

“Terowongan ini ada 4 fungsi, yaitu fungsi pengendali banjir, fungsi tol, fungsi bahan baku air minum karena itu akan jadi long storage bagi pemerintah tidak kekurangan air minum, keempat fungsi power plan, yaitu menyiapkan listrik. Dari kita sudah buat konsepnya ada 600 megawatt kita akan bangun memakai tenaga air,” tambahnya.

Groundbreaking proyek JIT ini, kata Wibisono, rencananya dilaksanakan pada pertengahan 2018. Ada dua ruas JIT yang akan dibangun, yaitu Balekambang-Manggarai dan Ulujami-Tanah Abang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *