Pelantikan DPD KNPI DKI Jakarta Buka Puasa Bersama 200 Anak Yatim

Pelantikan DPD KNPI DKI Jakarta, di lanjutkan dengan Diskusi, Santunan anak Yatim dan acara Buka puasa bersama.

Dalam kegiatan diskusi di hadiri oleh:
Laksamana Pertama TNI. Mohammad Faisal.S.H., M.H (Direktur Be|a Negara Kemenhan RJ), Kapolda Metro Jaya, Bapak Haryo Putro Nugroho (Pengusaha Muda).
.Dr. Asep Saepudin, M.Pd (Sekertaris Disorda DKI Jakarta) , Syarifuddi ( Anggota DPRD Fraksi Hanura).

Acara di hadiri oleh, Gubernur DKI Jakarta yang di wakili oleh Kesbang DKI Jakarta dan Seluruh SKPD DKI Jakarta
Stake holder BUMD DKI Jakarta.
OKP-OKP Tingkat Se-DKI Jakarta serta santunan kepada
200 Anak Yatim.

  • Dalam sambutannya Ketua KNPI DKI Jakarta, Gusti Arief mengatakan,
    Sebagai generasi penerus, pemuda doharapkan mampu memberikan kontribusi sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Peran generasi muda sangat menentukan dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia.

Para ahli, mengemukakan bahwa cakrawaIa pemikiran yang krltis dan kreatif dengan dilandasi oleh idealisme anak-anak muda pada awal XX mampu menjadi obor pergerakan Indonesia.

Merekalah yang kemudian menjadi tonggak awal dalam melihat realitas sub-Agni sualu kunuksi sosial yang progresif dan revolusioner.

Secara khusus persoalan generasi muda dengan eksistensi jiwa mudanya semakin meninggalkan nilainiIai Pancasila. PancasIIa tidak IagI menjadi landasan utama dalam bertindak dan berperilaku dari berbagai segi kehidupan generasi muda. Seharusnya Pancasila menjadi landasan utama yang dijadikan pedoman dan petunjuk arah bagi semua elemen bangsa Indonesia baik dalam kehidupan individu, bermasyarakat, dan bernegara.

Fenomena kecenderungan perilaku dan kepribadian generasi muda sekarang ini semakin menjauh dari niIai-nilai Pancasila dan kehilangan jati diri sebagai suatu individu yang berakar dari niIai-nilai luhur budaya bangsa.

Kondisi faktual saat ini yang menggerus kepribadian generasi muda seperti: hilangnya identitas budaya bangsa, tawuran pelajar dan mahasiswanarkoba, seks bebas, fenomena genk motor, kekerasan yang dilakukan generasi muda, dan degradasi moralitas pelajar menuntut pihak pihak yang berkompeten untuk mengantisipasi dan penanggulangi berbagai persoalan tersebut’.

Lemahnya ketahanan budaya pada generasi muda juga ditunjukkan oleh terjadinya gejala krisis identitas sebagai akibat semakin melemahnya norma-norma lama dan beIum terkonsolidasinya norma baru, yang telah mengakibatkan terjadinya sikap ambivalensl dan disorientasi tata nilai.

Disorientasi tata nilal, ditambah dengan tumbuh suburnya semangat kebebasan, telah menyuburkan tumbuhnya pandangan yang serba boieh yang telah mengakibatkan menguatnya budaya hedonis generasi muda.

Untuk itu generasi muda perlu mereposisi perilaku dan perannya dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Saatnya generasi muda mereposisi perilakunya dengan meninggalkan budaya hedonis dan budaya luar yang tidak sesuai dengan mlai-nilai Pancasila.

Selain itu pemuda harus memberikan peranan yang Iebih aktif dalam membumikan Pancasila terutama dalam konteks kehidupan bermasyarakat.

Peran inilah yang harus aktif dimainkan secara aktif oleh generasi muda bersama-sama dengan komponen masyarakat lainnya untuk lebih menanamkan nilai-nilai Pancasila di tengah berbagai persoalan masyarakat yang mulai terlepas dari jati diri dan identitas sebagai bangsa Indonesia.

Globalisasi dengan segala dimensinya menyebabkan berbagai ketahanan budaya, identitas nasional, dan jati diri sebagai suatu bangsa menghadapi ancaman dan tantangan, bahkan proses degradasi ketahanan budaya, identitas nasional, dan jati diri sebagai suatu bangsa sudah sangat tampak dalam kehidupan masyarakat di Indonesia. Globalisasi telah mengakibatkan goncangan dan krisis budaya, yang kemudian berujung pada lemahnya ketahanan budaya.

Peran pemuda sangat penting dalam membangun peradaban dan kemajuan suatu bangsa. Sebagai generasi penerus bangsa yang akan menjadi akar bangsa ini di masa mendatang harus bisa mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional dengan memiliki modal dasar sebagai agent of change (agen perubahan) dan agent of soda! control (agen pengawas sosial) dalam masyarakat.

Kemudian tentunya saya tidak sendiri di knpi kita punya sekertaris, bendahara umum dan kita punya sejumlah teman pengurus KNPI yang terus bahu membahu dan luar biasa memberi semangat dan spririt kepada kita semua, bahkan panitin sore ini dengan begitu cekatan dengan anggaran yg sangat minim kita bisa melakukan pelantikan seperti ini dan ini buka acara berfoya-foya tetpi ini memberikan penghargaan teman-teman yang sudah berbuat dan itu merupakan sesuatu yang kita tidak boleh Iupakan.

Kita tidak mau dikatakan sebagai  Pendusta oleh generasi berikut, Kita tdk mau dikata sebagai penghibur ketika kita masih muda, kami ingin berbuat, kami ingin mengukir sejarah kelak bangsa ini. keberadaan anak anak bangsa yang sedang menata diri kelak akan menjadi sebuah kenyataan bahwasanya Jakarta menjadi kebanggaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *