Pemilik dan Pengurus PT. Silva Inhutani Lampung Dituntut Puluhan Milyar Rupiah.

Pemilik dan Pengurus PT. Silva Inhutani Lampung Dituntut Puluhan Milyar Rupiah.

Jakarta.Setelah PT Silva Inhutani Lampung dan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI kalah dalam perkara nomor 07/Pdt.G/20178/PN.Mgl di pengadilan negeri Menggala terhadap 400 hektar tanah di Mesuji ternyata masih berkelanjut dalam perkara perbuatan melawan hukum di Pengadilan Negeri Tanjung Karang dengan nomor perkara 176/Pdt.G/2018/PN.Tjk.

 

Dalam pembicaraan via telepon dengan Kuasa Hukum Penggugat Hj. Mustlka Reny dan H. Hendy T Haroen diperoleh keterangan mengenai gugatan perbuatan melawan hukum diajukan akibat tergugat ada 5 (lima) orang di duga keluarga dari Bumi Waras yaitu : Widarto, Santoso Winata, Widiana, Oey Albert dan Benny Susanto yang telah dengan melawan hukum atau secara salah mengajukan gugatan bantahan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang nomor 74/Pdt.Bth/2018/PN.Tjk dan secara mendadak mencabutnya pada saat pembacaan gugatan. Menurut Adv. Ir. Tonin Tachta Singarimbun SH dari ANDITA’S LAW FIRM Jakarta, terhadap gugatan bantahan dan pencabutan tersebut telah memenuhi disebutkan perbuatan melawan hukum sebagimana pasal 1365 KUHPerdata dan peraturan perundang-undangan berkaitan dengan perkara perlawanan/ bantahan terhadap sita jaminan Conservatoir Beslaag berdasarkan ketentuan hukum diperbolehkan atau dapat diajukan oleh Para Tergugat setelah diletakkan sita jaminan sehingga kesalahan Para Tergugat tersebut patut dinyatakan suatu perbuatan melawan hukum berbunyi:

“Tiap perbuatan yang melanggar hukum clan membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang menimbulkan kerugian itu karena kesalahannya untuk menggantikan kerugian tersebut.

 

Klien kami merasa kenyamanannya terganggu dan membuat menjadi repot akibat perkara banahan tersebut dan sepatutnya diselesaikan sampai dengan selesai dan tidak main-maian seperti ini dan telah merugikan klien secara materil dan imateril, dan oleh karena itu menuntut puluhan milyar rupiah sesuai dengan amar putusan yang tersebut pada gugatan nomor 176/Pdt.G/2018/PN.Tjk.

 

Awak media telah melihat kepiawian Adv. Singarimbun dalam memenangkan perkara di PN Menggala melawan PT. Silva Inhutani Lampung terhadap 400 Ha lahan kepala sawit yang diakui oleh PT. Silva di dalam areal Register 45 ternyata kemampuan Tonin dapat memenangkan perkara tersebut sehingga PT. Silva ada di pihak yang kalah dan harus membayar puluhan milyar rupiah.

Dan dengan diajukannya perkara di PT. Tanjungkarang membuktikan adanya kesewenang-wenangan dari Tergugat dan selama ini tidak ada yang menang melawan keluarga tersebut dan dengan kalahnya di Pengadilan Negeri Menggal maka sepatutnya juga di PN Tanjungkarang mengikutinya ujar masyarakat yang mengikuti perjalanan perkara H. Hendy T Haroen melawan Group Sungai Budi (Bumi Waras) tersebut.

 

Dakam berkas perkara disebutkan apa-apa yang menjadi objek perbuatan melawan hukum adaah rumah/ tanah miliki tergugat sebagaimana berikut ini:
1- Widarto, SHM No. 34/PS seluas 133 m2
2- Widarto, SHM No. 230/PS seluas 366 m2
3- Wldiana, SHM No. 45/PS seluas 165 m2
4- Santoso Winata, SHM No. 38/PS luas 163 m2
5- Dey Albert, SHM No. 97/PS seluas 141 m2
6- Benny Susanto, SHM No. 2194/BW SU No. 29/BW/1998 luas 2070 m2
7- Rumah/tanah yang dimiliki dan tersebut pada penetapan sita jaminan 07/Pdt.G/2017/PN.Mgl. yang terletak pada wilayah hukum berikut ini:
PN Tanjungkarang
1- Widarto, dengan alamat JI. lkan Kakap No. 12 LK. 1, Pesawahan,Teluk Betung.
2- PT. Silva Lampung Abadi dengan alamat Jl. lkan Kakap No. 9/12, Pesawahan, Teluk Betung
3- Benny Susanto, dengan alamat Perum Nila Rahayu II Blok C 6, Teluk Betung
PN Jakarta Utara
4- Joko Winata dengan alamat Villa Gading Indah B/5 B, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara
PN Jakarta Selatan
5- Oey Albert, dengan alamat Permata Hijau CV/57, Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan
PN Jakarta Barat
6- Santoso Winata dengan alamat JI. Pluit Timur Raya No. 25, Pluit, Penjaringan, Jakarta Barat
7- Djunaidi Nur, dengan atamat JI. Puri Kembangan Blok A4 No. 8, Kembangan, Jakarta Barat
dan Keruglan yang bersifat aktual (actual loss)

a. Materil
i. 400 Ha x Rp. 150.000.000,- total Rp. 60.000.000.000,-( enam puluh milyar rupiah);
Harga transaksi jual beli lahan kepala sawit produktif adalah Rp. 150.000.000,-/ Ha. yang mengandung komponen berikut ini:
1- Pembelian lahan 400 HA
2- Biaya land dearing 400 HA
3- Biaya membangun sarana dan prasarana
4- Biaya pembibitan dan penanaman kelapa sawit
5- Biaya pemeliharaan kepala sawit
ii. Biaya pengamanan guna mempertahankan lahan seluas 400 Ha beserta isinya sejak tahun 2010 adalah 5 tahun x 12 x Rp. 50.000.000,-= Rp. 3.000.000.000.- (tiga milyar rupiah)
iii. Biaya berperkara hukum guna membela diri dan mempertahakan lahan Rp. 5.000.000.000,- (lima milyar rupiah)
b. Imateril
i. Menjalani penahanan di Rutan sebagai akibat laporan polisi PT. Silva Inhutani Lampung sehingga mengalami gangguan kesehatan, jiwa dan harga diri Rp. 5.000.000.000,-( lima milyar rupiah);
ii. tidak dapat bekerja dan memiliki hutang untuk menghidupkan istri dan anak sejak tahun 2012 sebesar Rp. 1.000.000.000,-
iii. ketakutan dan dikejar oleh Aparat Penegak Hukum/ Penyelenggara Negara (Kejaksaan dan Kepolisian) mengakibatkan ganguan kejiwaan dan kesehatan Rp. 1.000.000.000.000,-(satu triliun rupiah);
c. Kerugian yang akan datang
i. Gagal Panen Kelapa Sawit Rp. 10.000.000.000,00.
ii. Kerusakan kelapa sawit akibat dilarang memasuki areal Rp. 10.000.000.00,00.
iii. Kerusakan lahan akibat dimasuki/ diinjak-injak Tergugat Rp. 500.000.000,00.
iv. Akibat dipenjara dan proses persidangan pidana kehutanan Rp. 1.000.000.000,00
v. Membayar Tenaga Kerja yang tidak dapat bekerja Rp.1.000.000.000,00
vi. Biaya Pengacara Rp. 1.000.000.000,00.
(1) Kerugian akibat tidak terjadinya sita jaminan:
i. Penundaan persidangan pembacaan putusan 6 x Rp. 50.000.000,00 total Rp. 300.000.000,-(tiga ratus juta rupiah)
ii. Menghadap Ketua/Wakil Ketua!Panitera/Jurusita di Pengadilan di Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Tanjungkarang masing-masing minimal 3 (tiga) kali dan secara lumpsum biiaya yang telah dikeluarkan Rp. 500.000.000,-(lima ratus juta rupiah)
iii. Mencari dan menemukan objek sita iaminan 7 x Rp. 10.000.000,-Rp. 70.000.000,-{tujuh puluh juta rupiah).
iv. Menghadapi persidangan perlawanan 74/Pdt.8111/2018/PN.TKG sampai dengan Berkekuatan Hukum Tetap secara lumpsum Rp. 1.000.000.000,-(satu milyar rupiah)
(2) Kerugian akibat gugatan bantahan di cabut.
i. Biaya langsung (materil) yang telah dikefuarkan sampai dengan pembacaan penetapan perkara 74/Pdt.Bth/2018/PN.Tkg untuk transportasi, akomodasi dan pengacara total Rp. 5.000.000.000,-(lima milyar rupiah).
ii. lmateril akibat was-was, isue, dan menjadi pemikiran Rp. 10.000.000.000,­(sepuluh milyar rupiah)

 

Dan dalam akhir wawancara via telepon tersebut Ketua Umum DPP Paksa Mesima tersebut menerangkan biasanya perkara akan dimulai 2 minggu dari sekarang karena Law Firm menggunakan alamat di Tanjungkarang sebagai domisili selama berperkara di pengadilan negeri dan ternyata persidangan pertama pada tanggal 24 Oktober 2018 pada hari Rabu di ruang Mawar sebagaimana telah dipublish melalui CTS http://sipp.pn-tanjungkarang.go.id/index.php/detil_perkara , dan semoga Majelis Hakim Pengadilan berlaku adil dan tidak dapat dipengaruhi ujar Tonin pada akhir wawancara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *