Penangguhan Penahanan Mantan Kepala Staf Kostrad Mayjend TNI (AD) Kivlan Zen Tergantung Saran Penyidik.

 

Jakarta,Advokat Rakyat Semesta yang menjadi Kuasa Hukum pertanggal 31 Mei 2019 yang telah mengajukan 4 surat kepada Polda Metro Jaya yakni Direktur Reskrimum belum membuahkan hasil sebagaimana dari hasil kunjungan ke Polda.

Julianta Sembiring Gurukinayan SH adalah 1 dari 13 Kuasa Hukum hanya dapat mengelus dada karena yang turun berupa disposisi “minta saran” sehingga masih harus menunggu beberapa hari kedepan.

Dengan niat mulai membela kepentingan klien dan menjalankan amanah konstitusi UUD 1945 yang terukur berdasarkan UU Advokat dan KUHA Pidana, maka ternyata masih harus mengkomunikasikan lagi dari jabatan terendah di unit 2 Subdit Jatanras yang akan memberikan saran.

Secara patut diketahui Kivlan Zen yang berseteru dengan Jenderal TNI AD (Purn) Wiranto dalam media sosial / youtube berkaitan dengan peristiwa 98 dll., demikian juga aroma Pilpres 2019 dihubungkan adanya skkenario Penangguhan Penahanan Mantan Kepala Staf Kostrad Mayjend TNI (AD) Kivlan Zen tergantung saran penyidik, skenario pembunuhan Wiranto, Luhut Panjaitan, Budi Gunawan, Gorice Mere dan pengusaha quick count diduga bernama Yunarto Wijaya sangat kental dengan kepentingan bukan pidana pembunuhannya, karena conference press Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Irjen Moh Iqbal telah bermetamorfosa dari pembunuhan ke kepemilikan senjata api sebagaiamana Pasal 1 ayat 1 UU Darurat nomor 12 tahun 1951,”Ungkap Advokat Ananta Rangkugo Singarimbun SH.

dalam pemberitaan TV swasta dikatakan Iwan menerima 150 juta pada Oktober 2018 untuk rencana pembunuhan tersebut maka dihubungkan denganIwan menerima 150 juta pada Maret 2019 untuk orasi menggerakkan 1000 orang oleh Iwan begitu juga mengenai Rp 5 juta atau Rp 50 juta telah dimanipulasi untuk rencana pembunuhan yang alih -alih menjadi UU Darurat senjata api.

Semoga dengan turunnya disposisi dari Direskrimum, maka secepatnya penangguhan dapat direalisasikan,” ujar Tonin Ketua Umum DPP Paska Mesima ke awak   hari ini senin 10 juni 2019.(,red).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *