PENDIDIKAN DAN PELATIHAN CALON LEGISLATIF DPR RI PARTAI BERKARYA

 

 

Sambutan Pembukaan DIKLAT Partai Berkarya 2019
oleh bapak H. Hutomo Mandala Putra SH

 

 

 

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Puji syukur kepada Allah, Tuhan yang Maha Esa, Tuhan yang penuh kasing sayang kepada hamba-hambanya, yang memberikan petunjuk dan jalan keluar bagi hamba-hambanya, sehingga memperoleh hikmah dalam setiap keadaan.

Sholawat dan salam, kita sampaikan kepada junjungan kita baginda Nabi besar Muhammad Saw, yang selalu berpikir akan keselamatan umatnya hingga akhir hayatnya.

Salam sejahtera untuk kita semua, Alhamdulillah dengan izin Allah pada hari ini tanggal 22 Juli 2018 kita akan melaksanakan rangkaian pendidikan dan pelatihan (DIKLAT) calon legislatif DPR-RI yang diadakan oleh DPP Partai Berkarya. Ini adalah silaturahim akbar bagi kita semua, untuk menyamakan persepsi, visi, misi dan energi untuk membawa Partai Berkarya menuju kemenangan-kemenangan gemilang, Insya Allah. Mari kita bawa semua semangat ini dalam perjuangan kita melalui Partai Berkarya, bersama-sama dengan harapan dan cita-cita rakyat. Menuju bangsa dan negara yang kuat, tangguh, maju dan mandiri. Menjadi bangsa yang di ridhoi oleh Allah Swt karena kita berjuang dengan baju keikhlasan.

Saudara-saudaraku, kita mengetahui bersama bahwa bangsa Indonesia sedang diuji dengan berbagai macam persoalan. Situasi dan kondisi yang sulit bagi rakyat, persoalan kedaulatan yang mempengaruhi Ketahanan Nasional kita, sungguh harus segera diusahakan solusi dan pemecahannya. Kita tidak boleh tergantung kepada asing, baik ekonomi dan politik, kita harus memiliki kedaulatan pangan karena persoalan inilah yang ke depan akan jadi hal yang sangat penting yang berpengaruh pada eksistensi sebuah bangsa.

Berkaitan dengan pangan, saya ingat, pada tahun 1984 almarhum Presiden Soeharto dianugerahi sebuah medali bertuliskan ”from rice importer to self sufficiency” dari Food and Agriculture Organization (FAO) juga di tahun 1986 dianugerah medali emas karena prestasinya itu, bahkan Indonesia pada saat itu memberikan bantuan bibit, beras dan bantuan teknik kepada negara-negara Afrika dan ASEAN. Pandangan almarhum yang visioner tersebut baru saya sadari, bahwa di masa ini dan masa depan, kedaulatan pangan akan menunjang kedaulatan bangsa. Krisis pangan dunia yang sedang kita hadapi bersama, akan menjadi alat bagi bangsa-bangsa lain untuk saling menguasai secara Geopolitik. Bangsa yang besar ini kini sedang dikepung oleh berbagai kekuatan yang akan mengikis keutuhan kita. Itulah yang kita sering lupa, para politikus hanya berpikir untuk menang dan menguasai simpul-simpul kekuasaan, kita hanya suka memimpin dan tidak mau dipimpin, kita lupa bekerjasama sebagai satu tubuh, lupa tentang gotong royong. Kita semua terbuai, hingga lupa makna dari keikhlasan, ikhlas untuk membangun bangsa dan negara dengan peran dan fungsi kita masing-masing sebagai putera-puteri bangsa.

Partai Berkarya hadir, dengan semangat perbaikan di segala bidang. Partai Berkarya hadir, untuk mengajak seluruh rakyat Indonesia, bukan saja bekerja, tapi berkarya meraih prestasi-prestasi terbaik di segala bidang, Partai Berkarya hadir dan bercita-cita untuk mengembalikan berbagai fungsi kenegaraan, sehingga negara benar-benar hadir di tengah-tengah rakyatnya, sehingga tidak ada lagi petani dirugikan, anak-anak kecil menangis karena lapar, tidak ada lagi pihak asing yang secara arogan berbuat seenaknya. Partai Berkarya hadir untuk mengingatkan kembali bahwa Pancasila dan UUD 1945 harus dibumikan sehingga benar-benar hidup di tengah-tengah rakyat, Partai Berkarya hadir untuk mengembalikan citra bahwa kita bangsa rukun dan damai, bangsa yang ramah, bangsa yang religius, karena sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, adalah panglima dari empat sila selanjutnya. Pada akhirnya Partai Berkarya hadir untuk mengajak seluruh komponen bangsa bergerak bersama, khususnya kader, calon legislatif dari Partai Berkarya untuk memegang teguh amanah-amanah, dan harapan-harapan rakyat, serta cita-cita bangsa dan negara, menjadi negara yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Partai Berkarya bukanlah Partai yang terjebak pada nostalgia masa lalu, seperti yang digembar-gemborkan pihak-pihak tertentu. Justru Partai Berkarya hadir membawa semangat perubahan, semangat perbaikan di segala bidang, bagi bangsa dan negara. Semangat dari bapak Pembangunan, almarhum Presiden Mohammad Soeharto adalah semangat yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 untuk membawa bangsa ini gemilang dan disegani, itulah inti dari strategi kita dalam berbangsa dan bernegara. Almarhum merupakan panutan, dalam banyak hal, lantas mengapa kita tidak mengambil contoh yang baik yang telah berhasil dengan gemilang, lalu kita rumuskan konsep dan strategi yang lebih komprehensif sebagai energi baru untuk diterapkan pada masa ini.

Alhamdulillah, Partai Berkarya mendapatkan nomor yang sangat baik, nomor yang akan memacu semangat kita semua. Yaitu nomor Tujuh, tujuh langit, tujuh lapis bumi, tujuh benua, tentu ini merupakan petunjuk dan hikmah untuk kita semua, bahwa kita harus bersemangat bahwa segalanya sudah dimulai dengan sangat baik, dan niat kita pun harus baik dan bersih.

Pada kesempatan ini, dalam rangkaian acara pendidikan dan pelatihan calon legislatif Partai Berkarya 2019 kita semua akan mendengarkan, belajar, mengevaluasi, dan merumuskan strategi untuk memenangkan pemilu legislatif 2019 sebagai dari ikhtiar kita untuk membawa cita-cita tersebut. Cita-cita yang merupakan bagian dari harapan rakyat atas suatu perubahan dan kehidupan yang lebih baik dalam berbangsa dan bernegara. Yakinlah kita mampu, optimis, dan jadilah calon legislatif yang mau benar-benar mendengarkan aspirasi rakyat, dan peka terhadap situasi dan kondisi bangsa kita. Karena itulah ciri khas kader Partai Berkarya. Tujuan kita bukanlah kekuasaan semata, tapi tujuan kita adalah untuk memperjuangkan keadilan yang kita raih dengan memenangkan kompetisi di seluruh wilayah.

Kepada para bakal calon legislatif, persiapkanlah diri anda sebaik-baiknya, waktu yang sangat singkat ini rumuskanlah strategi yang tepat dan jitu, pemilu legislatif serentak sebagai implementasi dari undang-undang no. 7 tahun 2017 merupakan ujian awal bagi seluruh kader Partai Berkarya untuk membuktikan diri bahwa kita semua memiliki potensi yang sama dengan kader partai-partai yang sudah lebih dahulu berdiri. Saya yakin seluruh calon legislatif dari Partai Berkarya memiliki komitmen besar untuk dapat memenangkan seluruh pertarungan di seluruh wilayah, 34 provinsi dan 80 daerah pemilihan.

Partai Berkarya sebagai Partai yang baru lahir memiliki tugas untuk mendelegasi kader-kadernya agar dapat duduk di parlemen. Namun tugas itu tentu harus didukung sepenuhnya oleh para kader sebagai bukti loyalitas dan totalitas saudara-saudara sekalian terhadap paltform Partai Berkarya itu sendiri. Artinya kita tidak dapat sendirian dalam mencapai kemenangan, ada kerjasama, loyalitas dan totalitas yang harus kita bangun bersama. Parliamentary trheshold di angka 4% menjadi ambang batas juga bagi kita, angka tersebut merupakan target minimal yang harus dan wajib kita penuhi. Tapi saya yakin, jika kita memiliki cita-cita besar yang sama dalam Partai Berkarya, kita harus menyatakan bahwa tidak pantas bagi kita hanya berjuang untuk mendapat hasil minimal, kita optimis dan kita yakin kemenangan akan dapat kita raih, dan angka ambang batas sebesar 4% Insya Allah dapat kita lampaui.

Untuk menyusun strategi yang jitu, maka kita semua harus melakukan analisa terpadu dan komprehensif, secara jeli kita harus menyusun peta kekuatan. Ingat metode SWOT yaitu Strenght, Weakness, Oppurtunity, Threat. Analisa dasar yang dapat kita gunakan untuk mengetahui kekuatan kita sebagai potensi, kelemahan kita sebagai sesuatu yang harus dievaluasi, peluang yang harus kita manfaatkan, serta pendekatan yang harus kita gunakan dalam memenangkan setiap pertarungan di pileg 2019. Termasuk jika memungkinkan instrument lainnya seperti survey elektabilitas, pemetaan serta pemahaman secara komprehensif terhadap wilayahnya merupakan modal yang cukup baik untuk merumuskan strategi pemenangan pemilu legislatif 2019.

Kuota 30% keterwakilan perempuan menjadi satu tantangan tersendiri bagi Partai Berkarya, namun Alhamdulillah, kita dapat membuktikan bahwa kaum perempuan percaya dan memiliki visi dan misi yang sama dengan Partai Berkarya, itu dibuktikan dengan dipenuhinya bakal calon legislatif dari Partai Berkarya yang 30% nya diisi oleh kaum perempuan.

Saudara-saudara sekalian calon legislatif dari Partai Berkarya, hendaknya memperhatikan strategi yang saudara-saudara rumuskan, bagaimana implementasinya, setelah itu bagaimana pengawasannya kemudian yang tak kalah penting lakukan evaluasi untuk penyempurnaan bagi terwujudnya kemenangan yang kita citakan bersama. Pada akhirnya cita-cita, visi dan misi Partai Berkarya tidak akan dapat berjalan jika kita tidak dapat memenangkan pemilu legislatif 2019. Oleh karena itu rumusan startegi yang efektif dan efesien harus disertai dedikasi dan totalitas serta loyalitas bukan saja kepada partai, tapi juga kepada rakyat yang menitipkan harapannya kepada saudara-saudara sekalian. Rebut hati rakyat dengan tulus, ikhlas dan strategi yang jitu, Insya Allah kemenangan akan kita raih.

Saudara-saudaraku calon legislatif Partai Berkarya, jadilah insan-insan Berkarya yang terus berdampak positif bagi lingkungan kita, bangsa dan negara. Jadilah insan-insan Berkarya yang akan membawa perubahan dan semangat perjuangan yang telah diamanahkan oleh para pendiri negara kita, berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Pada akhirnya kita akan memohon kepada Allah Swt, agar memberikan kita kekuatan dan ridho-Nya, untuk mulai memantikkan api semangat perjuangan dalam Berkarya membangun negeri.

Siap untuk Berkarya?! (audiense menjawab)
Siap untuk menang?! (audiense menjawab)
Hidup Berkarya..! Nomor Tujuuuh..!

Dengan mengucapkan Basmallah.., Bismillahirakhmanirakhim.., atas nama ketua umum Partai Berkarya secara resmi kami buka acara DIKLAT Partai Berkarya 2019.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *