Peresmian Program BBM 1 harga di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah

 

Peresmian Program BBM 1 Harga ke-137 SPBUN 58.835.13 Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat pada hari Kamis, 18 Juli 2019 oleh Staf Ahli Menteri Bidang Lingkungan Hidup dan Tata Ruang Saleh Abdurrahman

Pujut – Sebagai langkah kerja nyata dalam melaksanakan amanat Peraturan Menteri ESDM Nomor 36 Tahun 2016 tentang percepatan pemberlakuan satu harga untuk Jenis BBM Tertentu dan Jenis BBM Khusus Penugasan secara nasional sesuai amanah, pada hari Kamis (18/7) Staf Ahli Menteri Bidang Lingkungan Hidup dan Tata Ruang, Saleh Abdurrahman meresmikan titik ke-137 SPBUN 58.835.13 Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat. SPBUN 58.835.13 ini terletak di Teluk Awang Dusun Awang Desa Mertak, berjarak 16 KM dari penyalur terdekat dan 60 KM dari sumber pasokan yaitu TBBM Ampenan. Turut hadir pada peresmian kali ini, antara lain:

1. Bupati Lombok Tengah H. Moh. Suhaili Fadhil Thohir
2. Junior SER Pertamina XI Sigit Wicaksono
3. Kepala Subdit Pelabuhan Perikanan Pantai Ady Chandra
4. Camat Pujut, Kapolres Pujut, Muspida dan Dandim

 

Pada saat meresmikan acara tersebut, Saleh Abdurrahman menyampaikan bahwa dengan hadirnya program BBM 1 harga di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, masyarakat khususnya Nelayan akan lebih terlayani serta memacu pertumbuhan ekonomi sekitar. Sebelumnya masyarakat Kecamatan Pujut harus membeli BBM jenis solar dengan harga Rp. 7.000,-.

Kedepannya beliau juga mengharapkan PT. Pertamina (Persero) untuk terus menjamin pasokan BBM ke SPBUN ini serta partisipasi aktif dari Pemerintah Daerah dan Masyarakat Kabupaten Lombok Tengah dalam mengawasi ketersediaan dan pendistribusian BBM di penyalur satu harga ini agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

BPH Migas akan terus mengawal pelaksanaan program BBM Satu Harga sesuai target yang telah ditetapkan oleh Pemerintah yaitu 170 Penyalur BBM Satu Harga sampai tahun 2019.

#bphmigas
#bphmigaskawalbbmsatuharga
#energiberkeadilan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *