Peristiwa Penusukan Menkopolhukam Sangat Memalukan Dimata Dunia Internasional

 

Jakarta, Publik dikejutkan Peristiwa penusukan MenkoPolhukam Wiranto kemarin di Pandeglang (10/10), “Saya menyesalkan apabila kejadian ini benar benar nyata bukan yang di ramaikan di media sosial bahwa kejadian ini adalah rekayasa (play victim), karena apapun atas kejadian ini sangat memalukan di mata dunia internasional terkait jaminan keamanan terhadap pejabat negara.”, ujar Pengamat militer Wibisono,SH,MH menanggapi pertanyaan awak media di jakarta jumat (11/10) pagi.

Lanjut wibi, menyesalkan adanya sejumlah kalangan yang mencurigai penusukan Menko Polhukam Wiranto sebagai rekayasa.

 

Pengamat Militer Wibisono, SH,MH

Dalam dinamika politik saat ini, masih rentan narasi atau penggiringan opini yang menyesatkan, tentang isue radikalisme dan keterkaitan pelaku yang dikatakan terpapar ISIS, “Saya kok belum bisa mengambil kesimpulan atas peristiwa ini, biarlah aparat keamanan yang bisa menyimpulkan,” imbuh wibi.

Saat ini masyarakat Indonesia belum benar-benar menyadari keberadaan kelompok radikal teroris di negara ini, itu wajar karena mereka menilai banyak sekali kejanggalan dalam peristiwa ini.

Lebih lanjut wibi menegaskan perlunya literasi yang benar terkait bahaya terorisme dan aktivitas kelompok radikal kepada masyarakat.

“Kita semua punya kewajiban mengajak masyarakat luas untuk melawan tindakan radikalisme dan terorisme dengan memberikan wawasan edukasi literasi yang benar,dan satu hal lagi bahaya laten komunis,” kata wibi.

Kalau ada sebagian kelompok yang masih menganggap tindakan teror, termasuk terhadap Menko Polhukam Wiranto, adalah peristiwa rekayasa, anggapan yang salah itu harus diluruskan dan dibuktikan kebenarannya oleh Aparat yang berwenang, agar peristiwa ini jadi jelas dan bisa dibuat catatan atas kondisi keamanan yang memprihatinkan.

“Kalau ada yang menganggap ini rekayasa, ‘play victim’ perlu kita luruskan dan beri pemahaman secara utuh tentang bahayanya kelompok ISIS terutama JAD,” tandas wibi.

Dari penyelidikan yang dilakukan polisi, kata direktur eksekutif Center of Intelligence and Strategic Studies (CISS) itu jelas pelaku penusukan terhadap Wiranto berasal dari kelompok JAD.

Bagaimanapun di kalangan masyarakat memang masih ada yang rentan terkena atau terpapar terorisme dan harusnya BIN lebih kerja keras agar semua bisa terdeteksi dini.

“Saya kira kita semua sedang melawan apa pun bentuk kekerasan, apalagi ini menjelang agenda politik yaitu pelantikan Presiden dan wakil presiden terpilih,aparat harus lebih extra dalam pengamanan,” ujar Wibi.

Akhir akhir ini dinamika politik semakin memanas, agenda pelantikan presiden akan dijadikan alasan untuk semua gerakan yang mengarah penggagalan pelantikan. Pemerintah harus peka dan tanggap untuk merangkul semua komponen anak bangsa agar mensukseskan agenda politik ini dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *