Perselisihan Pedagang Kolam Renang Kebon Jahe

 

 

Perselisihan Antar Pedagang Kantin Kolam Renang Kebon Jahe Tanah abang 

Jakarta. Apa Sebenarnya Terjadi Dengan Kolam Renang KONI Kebon Jahe, Jakarta Pusat Dibawah Kepemimpinan Bapak Elik Irianto?

Meskipun berada di bawah pengawasan Kepala UPT GOR Planet Senen, Taufik, Kepala Suku Dinas Olahraga dan Pemuda Kota Administrasi Jakarta Pusat Drs. Eduward Situmeang, MM serta Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Provinsi DKI Jakarta Firmansyah Wahid, sejak tahun 1997 masih belum ada yang bisa menyelesaikan masalah pengelolaan pedagang kantin di Kolam Renang KONI Kebon Jahe, Tanah Abang.

 

Permasalah tersebut kerap mengundang perselisihan antar kalangan pedagang. Hal tersebut terjadi berlarut-larut dan belum terselesaikan.

Oleh karena itu,  Bapak Stephanus, SH selaku Kuasa Hukum dari Wairoh dan Jajang Sumardi yang adalah salah satu pedagang di Kolam Renang Kebon Jahe yang merasa tertindas dengan perselisihan telah hadir dan bertemu dengan Bapak Taufik, Kepala Kantor UPT GOR Planet Senen,Jakarta Pusat.

Stephanus, SH selaku kuasa hukum telah menjelaskan mengenai kronologis keributan yang terjadi sesama pedagang di Kolam Renang Kebon Jahe, Tanah Abang.

Bapak Taufik, Kepala Kantor UPT GOR Planet Senen,Jakarta Pusat menjanjikan akan mengadakan mediasi sesama pedagang di Kolam Renang Kebon Jahe, Tanah Abang.

 

Jajang Sumardi selaku suami dari Wairoh dan yang merupakan salah satu pihak yang dirugikan dengan permasalah yang terjadi  memberikan Surat Pernyataan pada hari Senin, tanggal (22/8/2016), yang berisikan pernyataan Jajang atas apa yang terjadi kepada ia dan istrinya, Wairoh yang merasa bahwa ada penyalahgunaan atau penggelapan nama yang dilakukan oleh pimpinan kolam renang terhadap hak kontrak kantin miliknya.

Ia berharap keadilan dapat segera ditegakkan dan yang bersalah dapat segera ditindak.

Jajang Sumardi selaku suami dari Wairoh,  pada hari senin, tanggal 22 Agustus 2016 sudah memberikan Surat Pernyataan lewat aplikasi Whatsapp saudara Stephanus, SH sbb =

Awal kontrak kantin kolam  renang kebon jahe 1 pebuari 1997 atas nama  wairoh. Keterangan wairoh mengajak ke dua orang tuanya ke kantin kolam renang karena orang tua nya tidak ada kegiatan nya. Kemudian orang tuanya wairoh yang di suruh menjalankan.

Tahun 2000 saya Jajang  sumardi menikah dengan  Wairoh / Tahun 2004 terjadi kekerasan dalam  rumah tangga istri  saya Wairoh di  gampar muka nya sampai 3 x dan saya langsung melerai dengan pegang  tangan bapaknya yang bernama Makrad.

Di kejadian itu Makrad sebagai bapaknya Wairoh mengusir saya dan istri saya yang tidak terima karena hak kontrak awal istri saya Wairoh dari pimpinan kolam renang bapak Baryadi.

Tahun 2006 istri saya Wairoh minta ijin sama bapak nya minta tempat  usaha di posisi belakang di kolam renang .

Kontrak kantin depan belakang atas nama Wairoh tetapi atas kekerasan orang tuanya istri saya minta dagang di belakang dengan janji istri saya yang akan bayar kontrak kantin.

Ternyata bapak nya tidak menerima nya tempat di belakang juga d pakai untuk dagang juga yang sama dagangan nya . Pimpinan kolam renang bpk Alamsyah. Tahun 2011/ 2012 dibawah pimpinan bpk Elik irianto.

Tempat yang saya tempati di ukur Panjang 7 meter x Lebar 4  meter dan saya bayar dengan permintaan istri saya minta di resmikan di terbitkan surat pemda.

Keluarlah atas nama wairoh yang di belakang Tahun 2014 .  Pada akhir 2014 Bapak Saulim di suruh oleh bapak pimpinan bpk Elik untuk meminta foto copy KTP saya Jajang sumardi tanpa pemberitahuan untuk keperluannya atau kepentingannya .

Tahun 2015 keluarlah surat kontrak kantin belakang atas nama Jajang sumardi. Yang sebelumnya atas nama Wairoh. Dengan pemberitahuan sama saya jajang bahwa nama istri kamu tidak bisa di Dinas.

Dengan pertanyaan apakah istri kamu punya tempat di Pemda lagi.Saya bilang istri saya itu tempat buat  usaha yang kantin depan  belakang di kolam renang ini saja.Ternyata dibikin dua nama kantin depan atas nama Darwanti / di belakang jajang sumardi.

Padahal sebelum di bikin dua nama bapak pimpinan kolam renangnya bilang sama saya jajang kalo di tanya orang Dinas .

Tempat kantin depan belakang di suruh bilang punya saya satu nama. Ternyata ada manipulasi nama atau penggelapan nama.Mohon segera Tindak Pelaku penggelapan hak kontrak kantin depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *