Platform Pertahanan dan Keamanan untuk Indonesia

Pengamat Militer Indonesia Wibisono,SH,MH

 

Jakarta, Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ) adalah negara kepulauan terbesar di dunia, negara terpadat
keempat di dunia, negara berpenduduk mayoritas Muslim, memiliki masalah
pertahanan dan keamanan yang kompleks.

Indonesia terletak di antara India
dan Pasifik lautan, antara benua Asia dan Australia, ini tersebar di kedua sisi
khatulistiwa. Dengan kondisi ini, “Saya menawarkan konsep satu platform yang berbasis IT dan tampilan terpadu untuk semua
lembaga,terutama untuk kementrian Pertahanan dan disemua tahapan siklus kehidupan intelijen di Indonesia”, ujar Pengamat Militer Wibisono menyatakan ke Media di Jakarta (3/8/2019).

Platform berbasis IT terdiri dari peringatan dini dan ditambah sistem respons yang lebih cepat terhadap ancaman keamanan – hari ini dan
besok. Analitik preventif dan prediktif menggunakan manajemen data besar (Big Data)
menjadi kata kunci untuk platform pertahanan dan keamanan Indonesia.

TOPICS

Dalam topics Platfom Security terdiri dari :

1.Big Data. Akan menyiapkan semua data yang relevan dari semua sudut. Dan
ekstrak wawasan kritis.

2.Nation Security. Pengetahuan. Senjata TNI yang paling kuat saat ini.

3.Predictive Analysis and Dashboard. Dipersiapkan untuk beradaptasi
dengan cepat terhadap kebutuhan yang berkembang saat ini.

4. Food, Water, Energy Security. Krisis FEW adalah pemicu potensial
untuk konflik.

5.Logistics and Asset Management, Dipersiapkan untuk beradaptasi
dengan cepat terhadap kebutuhan yang berkembang.

Predictive Analytics

1.Meningkatkan Akurasi dan Ketepatan Waktu Prediksi.
2.Pembuat keputusan sekarang dapat menentukan tindakan tepat yang mungkin diambilnya untuk ancaman tertentu.
3.Menyederhanakan proses dan dapat merespons kesulitan dengan lebih baik. Tindakan dapat diluncurkan untuk menghindari gesekan – sangat diperlukan pada saat siklus keputusan pendek.
4. Analisis Operasional, Tujuan analitik tersebut adalah untuk memberikan intelijen yang dapat ditindaklanjuti metrik operasional yang berarti dalam waktu nyata atau dekat waktu nyata.
5. Menemukan Makna dan Hubungan Tersembunyi, secara berurutan menanyakan data untuk jawaban atas pertanyaan tertentu, atau menginstruksikannya untuk melakukan operasi tertentu (seperti penyortiran), untuk melihat apa yang muncul.
6. Analisis Sentimen, teknologi semantik untuk secara otomatis menemukan, mengekstrak, dan merangkum emosi dan sikap yang diungkapkan dalam konten yang tidak terstruktur.
7.Pengayaan Basis Data, Setelah data dikumpulkan, dianalisis, dan diorganisir Big Data tidak terstruktur, ia dapat meningkatkan dan mengontekstualisasikan sumber daya data terstruktur yang ada seperti database dan gudang data. Misalnya, informasi data diekstraksi dari sumber volume tinggi seperti email, obrolan, log situs web, dan jejaring sosial untuk memperkaya profil pelanggan dalam sistem Manajemen Siklus Hidup Cerdas.

Sedangkan untuk Logistic and Asset Management yaitu terdiri dari Pemeliharaan prediktif. Identifikasi masalah yang muncul yang dapat menyebabkan masalah lebih besar, dengan antarmuka berbasis web point-and-click untuk mengakses indikator utama pemeliharaan dan kinerja yang andal.

Perkiraan permintaan. Kenali sinyal permintaan dari banyak sumber, untuk hasil perkiraan yang lebih akurat.

Analisis rantai pasokan. Dapatkan satu tampilan komprehensif seluruh rantai pasokan untuk mengetahui di mana aset Anda setiap saat.

Food, Water, Energy Security

Di masa depan, harus diantisipasi kekurangan pangan yang disebabkan oleh beberapa faktor termasuk kerusakan lingkungan, konversi lahan, tingginya harga bahan bakar fosil, dan perubahan iklim,papar Wibisono

Lanjutnya, Krisis pangan, air, dan energi merupakan pemicu potensial konflik. Masalah sumber daya strategis tersebut dapat menjadi sumber konflik
baru dan mendorong konflik kepentingan, terutama jika gagal dalam pengelolaannya,

Dengan kondisi saat ini,kementrian Pertahanan belum mempunyai Platfom yang integrated dengan lembaga keamanan yang lain,seperti dengan Panglima TNI dengan AL,AD dan AU,sehingga kondisi Cyber Security nya pun sangat rawan, pungkas Wibisono
[3/8 18.04]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *