PLN Harus Membayar Kerugian Pelanggan, karena Aktifitas Masyarakat terganggu

 

BEKASI, MajalahCEO.Com –
Aliran listrik di sebagian besar wilayah barat Jawa, meliputi Jawa Barat, Banten dan Jakarta mengalami pemadaman selama kurang lebih 13 jam untuk wilayah Bekasi, sejak pukul 10:23 WIB hingga pukul 00:48 WIB pada, Minggu (4/08/2019).

PT PLN (Persero) memastikan padamnya listrik di wilayah Jawa-Bali pada pukul 10.23 WIB, akibat terlepasnya jaringan (trip) transmisi pada circuit breaker SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi) sepanjang daerah Saguling, Cibinong, dan Cilegon.

Padahal, ketiga SUTET ini menanggung beban dari pembangkit besar di Paiton Unit VII dan VIII sebesar 1.300 MW dan pembangkit besar di PLTU Suralaya Unit IV, VI, dan VII sebesar 2.700 MW.

Akibatnya, jaringan Jakarta kehilangan 2.300 MW dan 11.400 Mph daya hilang, atau sekitar 3,1 juta pelanggan. Untuk seluruh Jakarta dan Banten. Sedangkan sebagian wilayah Jabar, Jatim, Jateng juga ikut padam.

Pernyataan resmi dari I Made Suprateka selaku Vice President Corporate Communication and CSR PLN mengungkapkan bahwa ;

1. Pemadaman listrik terjadi akibat Gas Turbin 1 sampai dengan 6 Suralaya mengalami trip. 2. Gas Turbin 7 di Suralaya, dalam posisi mati. Dan, 3. Pembangkit Listrik Tenaga Gas Turbin Cilegon mengalami gangguan atau trip.

Akibatnya aliran listrik di wilayah Jabodetabek mengalami pemadaman, dari keterangan PLN tersebut, maka terungkap sumber masalah pemadaman di tiga provinsi itu. Selain itu, akibat gangguan ini aliran listrik di Jawa Tengah juga mengalami pemadaman.

Tentang Trip ; Listrik yang tiba-tiba padam tersebut dikenal juga dengan istilah-nya ; TRIP. Dan Trip ini disebabkan oleh “saklar” yang dikenal juga dengan istilah MCB (Main Circuit Breaker).

Setiap instalasi listrik di tempat atau gedung tertentu, seperti rumah, kantor, pabrik, gudang dan lainnya memiliki MCB (Main Circuit Breaker); analogi-nya, MCB adalah suatu gerbang utama tempat listrik masuk.

Fungsi MCB dalam suatu instalasi adalah membatasi aliran listrik yang masuk. MCB menghentikan (menutup gerbang) listrik yang mengalir masuk segera begitu terjadi korsleting listrik. Sehingga dapat mencegah terjadinya kebakaran.

Ketua Umum Komunitas Edukasi dan Advokasi Publik IHI (Indonesia Hari Ini), Jappy M. Pellokila angkat bicara bahwa hal tersebut tentunya sangat berdampak kepada para pelanggan PLN.

“Pertanyaan yang muncul, kemudian, mengapa bisa terjadi, Pemadaman listrik terjadi akibat Gas Turbin 1 sampai dengan 6 Suralaya mengalami trip. Sementara Gas Turbin 7 saat ini dalam posisi mati dan Turbin Cilegon juga trip,” tegasnya.

Seperti diketahui, lanjut Opa Jappy, sapaan akrabnya, 7 (tujuh) turbin : 6 yang bias on/hidup dan 1 cadangan ‘bisa mati’. Agaknya, PLN harus memberi jawaban resmi dan secara detail ke publik,” imbaunya.

“Dan, jika jawaban PLN tersebut, trip akibat kesalahan teknisi PLN, maka PLN patut membayar Kompensasi terhadap kerugian yang dialami para Pelanggan,” tegas Opa Jappy.(*)red (zark).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *