Poin Penjelasan BPOM RI Terkait Video Viral Bubuk Luwak White Koffie Bisa Terbakar

Poin Penjelasan BPOM RI Terkait Video Viral Bubuk Luwak White Koffie Bisa Terbakar

 

Minggu, 30 September 2018 11:55

Heboh video viral bubuk kopi. Viralnya video terkait produk kopi cap Luwak yang terbakar, sudah meresahkan masyarakat, terutama penggemar kopi bubuk instan.
Sejumlah penggemar kopi mengaku khawatir setelah melihat video tersebut, apakah kopi yang selama ini ia konsumsi aman untuk kesehatan atau tidak.
Video tersebut terus viral dan sambung menyambung dari satu grup whatsapp ke grup whatsapp lain, sehingga Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI perlu mengeluarkan penjelasan terkait video tersebut.
Baca: Sudah Lihat Video Bubuk Luwak White Koffie Terbakar yang Viral? Begini Penjelasan BPOM

Berikut 4 poin pernyataan BPOM RI sebagaimana dilansir dari akun resmi BPOM RI di media sosial twitter:
Sehubungan dengan beredarnya video di jaringan media sosial yang meresahkan masyarakat tentang produk Kopi cap Luwak, BPOM RI memandang perlu memberi penjelasan sebagai berikut:

1. Berdasarkan pengelompokan produk pangan, Kopi cap Luwak termasuk dalam kategori minuman serbuk kopi gula krimer, dengan komposisi produk antara lain gula, krimer nabati, dan kopi bubuk instan. Produk tersebut telah melalui evaluasi keamanan dan mutu oleh BPOM RI serta telah mendapatkan nomor izin edar.

2. Dalam video tampak bahwa produk Kopi cap Luwak terbakar. Hal ini terjadi karena produk tersebut berbentuk serbuk, ringan, dan berpartikel halus serta mengandung minyak yang memiliki kadar air yang rendah sehingga mudah terbakar dan menyala. Seperti telah dijelaskan BPOM RI sebelumnya, bahwa produk pangan yang memiliki rantai karbon (ikatan antar atom karbon), kadar air rendah, terutama yang berbentuk tipis dan berpori dapat terbakar/menyala jika disulut dengan api.

3. Di sekitar kita terdapat banyak bahan pangan yang mudah terbakar, seperti terigu, kopi bubuk, kopi-krimer, merica bubuk, cabe bubuk, kopi instant, putih terlur, susu bubuk, pati jagung, biji-bijian, kentang. Hal ini bukan berarti bahan pangan tersebut berbahaya atau tidak aman untuk dikonsumsi.

4. BPOM RI melakukan evaluasi keamanan, mutu dan gizi pangan termasuk terhadap semua bahan yang digunakan untuk pembuatan pangan olahan sebelum pangan tersebut diedarkan dan memberikan nomor izin edar (MD atau ML) yang dicantumkan pada labelnya. Apabila produk pangan sudah memiliki nomor izin edar BPOM RI, berarti produk tersebut aman untuk dikonsumsi masyarakat.

# Disosialisasikan oleh Lembaga FPKM Forum Peduli Kesehatan Masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *