Presiden Jokowi menyerahkan 2.500 sertifikat hak atas tanah kepada rakyat, di Pendopo Kabupaten Ponorogo, Jatim


Presiden Jokowi menyerahkan 2.500 sertifikat hak atas tanah kepada rakyat, di Pendopo Kabupaten Ponorogo, Jatim, Jumat (4/1) siang. (Foto: OJI/Humas)

Presiden Jokowi menyerahkan 2.500 sertifikat hak atas tanah kepada rakyat, di Pendopo Kabupaten Ponorogo, Jatim, Jumat (4/1) siang. (Foto: Oji/Humas)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, pada 2017 lalu dirinya memberikan target kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Jalil ntuk menyelesaikan 5 juta sertifikat hak atas tanah. Alhamdulillah bisa selesai 5,4 juta. Pada 2018, target dinaikkan lagi 7 juta, telah diselesaikan 9,4 juta sertifikat.

“Ini kalau kecepatannya seperti ini terus, tadi Pak Menteri sampaikan di Ponorogo akan selesai di 2023 ini akan selesai semua. Yang janji Pak Menteri bukan saya,” kata Presiden Jokowi saat menyerahkan 2.500 ertifikat hak atas tanah untuk rakyat, di Alun-alun Ponorogo, Kabupaten Ponorogo, Jumat (4/1) siang.

Sebelumnya Presiden mengatakan, di seluruh Indonesia harusnya yang disertifikatkan ini semuanya 126 juta sertifikat, tetapi sampai 2015 baru 46 juta. Artinya, masih kurang 80 juta yang belum bersertifikat.

Dulu, lanjut Presiden,  dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote itu setahun produksinya hanya kurang lebih 500.000 sertifikat. Artinya, kalau 80 juta maka nunggunya perlu 160 tahun. “Inilah kembali lagi kenapa sertifikat ini dipercepat,” ujarnya.

Presiden Jokowi berfoto bersama warga saat menghadiri penyerahan 2.500 sertifikat di Pendopo Kabupaten Ponorogo, Jatim, Jumat (4/1) siang. (Foto: OJI/Humas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *