Profil Jaksa Bang Tjoke

 

“Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha, SH, MH, ” alias Bang Tjoke.

Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha, SH, MH, Jaksa kelahiran Desember 1960 ini tercatat memiliki reputasi gemilang dalam karirnya. Sejak 1999 hingga 2002, ia mulai ditugaskan di Jakarta untuk memeriksa dan menangani kasus-kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Selepas menangani perkara BLBI, ia ditunjuk untuk mengikuti program pendidikan :
“Pendidikan Hakim dan Jaksa Spesialis Menangani Perkara Korupsi” yang dilaksanakan oleh Makhamah Agung RI dan Kejaksaan Agung RI.

Setelah selesai mengikuti pendidikan tersebut kemudian pada tahun 2005 dengan Perintah Jaksa Agung RI, ia ditunjuk sebagai Jaksa yang diperbantukan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pada tahun 2007, Ia kembali bertugas di Kejaksaan Agung RI yaitu sebagai Jaksa Pengacara Negara (State Lawyer) pada Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara sampai dengan sekarang.

“Sekarang ini masyarakat sudah memiliki keberanian dan sudah semakin pintar untuk memperjuangkan hak-hak nya secara hukum, sehingga setelah era reformasi ini banyak gugatan terhadap Pemerintah, Presiden dan para Menteri dan juga gugatan kepada Lembaga-lembaga negara  serta BUMN dan Badan-badan milik pemerintah lainnya,” terang Tjokorda.

Di Bidang Tata Usaha Negara (TUN) banyak gugatan terhadap Keputusan Badan Aparatur Negara yg dibuat baik oleh Presiden, Menteri maupun Lembaga Aparatur Pemerintah lainnya. Serta berbagai Gugatan Hak Uji Materiil atas Undang-undang dan berbagai peraturan setingkat Undang-undang maupun Perpu yang bertentangan dengan UUD 1945.

Berbagai Gugatan Tata Usaha Negara terhadap Keputusan Pejabat Tata Usaha Negara yang bersifat Individual dan final seperti misalnya Keputusan Presiden, Keputusan Menteri dan Keputusan Kepala Badan/lembaga negara bersifat Tata Usaha Negara.

“Pada saat ini, boleh dibilang pekerjaan Jaksa Pengacara Negara di Kantor Pengacara yg dipimpin oleh Bapak Jaksa Agung Muda  Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (JAM . DATUN ) sangat menumpuk dan menjadi tugas yang sangat strategis karena mewakili Negara, Pemerintah, Presiden, Para Menteri dan lembaga Tinggi Negara lainnya,” jelas Tjokorda.

Kedepannya ia sangat berharap agar Bidang Datun kelak akan menjadi Ujung tombak Kejaksaan, bersama-sama dengan Bidang Pidana Khusus dan Bidang Pidana Umum.

Menurutnya, Kinerja Bidang Datun pada saat ini sangat mumpuni karena memiliki Jaksa Pengacara Negara (JPN) yang sangat terlatih dan mumpuni.

“Ini adalah hasil kerja keras dari Bapak Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jam Datun) dengan Jajaran Pimpinannya untuk selalu memberi peluang untuk mengembangkan jenjang pendidikannya,” imbuh Tjokorda.

Disela – sela kesibukannya, Tjokorda aktif pula menggelar Coaching Clinic terhadap berbagai keahlian dan teknik-teknik  penyelesaian dan penanganan perkara, serta berbagai seminar dan Workshop.

“Kedepan saya harapkan Bidang JAM DATUN ini dapat berkembang lebih maju seiring jaman yang selalu berubah dan juga bersama-sama dengan Bidang Lainnya seperti Pidsus, Pidum, Bidang Intelijen, Pengawasan dan Bidang Pembinaan bisa bersinergi dengan baik untuk memajukan Kejaksaan Republik Indonesia dibawah kepemiminan Jaksa Agung Bapak A.M. Prasetyo,  sehingga mampu memberi dukungan dan nilai yang positif terhadap Pemerintahan Bapak Presiden Joko Widodo,” harapnya.

Dalam Dunia Politik tanah air, ia juga berharap kelak menjadi lebih positif dan stabil, serta lebih kondusif demi keberhasilan Pemerintahan  Presiden Joko Widodo didalam tugasnya untuk memajukan Negara RI, dan masyarakatnya lebih sejahtera dan berkeadilan, serta terhindar dari gonjang ganjing politik.

Tjokorda juga memiliki berbagai kegiatan dibidang luar kedinasan, diantaranya yaitu;

–          Dibidang Perkoperasian, dengan mendirikan Induk Koperasi Syariah Masjid Indonesia (INKOSYAMI). Anggota INKOSYAMI terdiri dari koperasi- koperasi Masjid Se-JABODETABEK dan seluruh Indonesia.

–          Selain itu dibidang ke-Ormasan, ia tercatat sebagai salah satu Ketua dari DPP MKGR (Diponegoro Jenderal Purn Soejono), dan sekarang menjadi Anggota Dewan Pembina MKGR.

–          Dibidang Olahraga, ia menjadi Ketua PENGDA PERCASI BALI selama 2 periode, dan sekarang menjadi salah satu ketua di DPP PERCASI.

“Saya bersama dengan teman-teman di Masjidil Istiqlal dan dari Dewan Masjid Indonesia, berkomitmen melalui berbagai diskusi. Akhirnya ide saya untuk mendirikan suatu Induk Koperasi yang berbasis Masjid dapat diwujudkan, melalui beberapa kali rapat yang bertempat di Masjid Istiqlal dan dihadiri oleh beberapa Ahli dibidang Koperasi, para Ketua Koperasi Masjid yang mewakili beberapa Masjid se Jabodetabek dan beberapa daerah di Indonesia. Rapat ini dipimpin oleh Prof Dr. Fauzi Achmad (Ketua Bidang Ekonomi dan Koperasi Dewan Masjid Indonesia/DMI),” ulas Tjokorda.

“Resmilah disepakati Berdirinya Induk Koperasi Syariah Masjid Indonesia (INKOSYAMI) dengan Ketua saya sendiri dan Sekretarisnya adalah Syekh Daud Poliraja,” sambungnya.

“Saya lihat Koperasi ini terbukti, bahwa didalam menghadapi krisis ekonomi saat ini Koperasi telah terbukti Handal. Masyarakat kita diberbagai daerah dan saat krisis ekonomi, mengalami tiba-tiba Sembako Hilang dipasaran,” ujar Tjokorda.

Selanjutnya ia berharap agar Koperasi berbasis Mesjid ini bisa menjadi bagian Kontrol untuk membaginya. Istilahnya adalah membangun Link dengan Koperasi Mesjid berbasis Mesjid, sehingga Sembako yang ada bisa dijual dari jaringan Mesjid ini.

“Kita bisa menjalankan itu. Saya kira, seperti contoh nya usaha bisnis Indomaret akan bisa kita saingi,” tegasnya.

Acara kegiatan Diskusi juga kerap diselenggarakan di tempat tersebut, diibaratkan sebagai tempat teman-teman dari DMI, Bamus Betawi, dan Forum Pemuda Betawi untuk memanfaatkan Rumah Diskusi. Terutama adalah bagaimana untuk membangun Jakarta kedepan. Hal ini menurut Tjokorda, murni merupakan gerakan sosial.

“Harapan saya kedepan, kita akan mengadakan langkah terobosan dalam waktu dekat, karena Bamus Betawi juga punya Koperasi jadi akan disinergikan. Dalam arti supaya ada percepatan pelaksanaan Koperasi ini. Langkahnya sesuai Gerakan itu adalah dengan DMI punya slogan, yakni Memakmurkan Mesjid dan Dimakmurkan Mesjid.

Jadi Mesjid ini akan kita makmurkan dahulu. Sehingga nanti masyarakat akan merasa dimakmurkan oleh Mesjid,” papar Tjokorda.

Melalui kegiatan ini, Mesjid Anggota koperasi diharapkan akan semakin bertambah. Saat ini tercatat ada sekitar 100.000 di seluruh Jabodetabek.

“Bila sebagian menjadi anggota, maka sekitar 50.000 Mesjid diharapkan menjadi anggota. Padahal outlet Indomaret cuma sekitar 8000 saja,” ucap Tjokorda.

Sebagai gambaran, apabila keanggotaan Mesjid dapat diraih sebanyak 50.000, maka Koperasi ini kelak akan dapat menguasai pasar di Indonesia. Bisa membeli barang murah dari BULOG, Beragam kebutuhan seperti Beras, Gula, dan Minyak goreng dapat disalurkan melalui jaringan Mesjid ini.

“Karena kita membeli dalam jumlah banyak, jadi harganya tentu bisa lebih murah.

Harapan saya, masyarakat disekitar Masjid bisa mengambil manfaat dari koperasi Mesjid. Misalnya, bisa membeli beras,sembako,dan lain-lain,” papar Tjokorda.

“Umpamanya jaringan mesin ATM, kita bisa kerjasama dengan Bank BRI. Jadi mereka kalau mau ke ATM tidak usah mencari jauh jauh. Dan masyarakat apabila mau menabung bisa melalui Jaringan Mesjid. Maksud saya sepeti itu langkah-langkahnya. Ini masih dikaji terus dengan teman-teman sesama Forum Diskusi INKOSYAMI,” pungkas Tjokorda.

No

Jabatan

Tahun

Kursus/Diklat

1

2

3

4

1.

Jaksa Fungsional Pada Kejaksaan Tinggi Bali di Denpasar

1991 s/d 1993

Diklat PPJ Mei 1991

2.

Kepala Sub Seksi Perdata pada Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan  Negeri Denpasar

1993 s/d 1995

3.

Kepala Sub Pengamanan Investasi dan Produksi pada Seksi Ekonomi dan Keuangan – Asisten Intelijen Kejati Bali

1995 s/d 2000

Diklat HAKI Indonesia – Australia, Spesialis Training Project 19 Juni 1996

4.

Kepala Sub Pengamanan Sumber Daya pada Seksi Ekonomi dan Keuangan – Asisten Intelijen Kejati Bali

2000 – 2001

Diklat Intelijen Yustisial Kejaksaan RI 10 Oktober 2000

5.

Kepala Seksi Ekonomi dan Moneter pada Asisten Intelijen Kejati Bali

2000 – 2004

Diklat Tindak Pidana Korupsi “Jaksa Hakim Spesialis Menangani Kasus Korupsi” 25 Agustus s/d 2003

6.

Melaksanakan Tugas Sebagai Jaksa pada Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK)

Jaksa Fungsional pada JAM DATUN Kejaksaan Agung RI

September 2007.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *