Proyek Apartemen Sakura Garden City dibangun PT Sayana Integra Properti di Timur Jakarta

 

 

 

Jakarta. Sekitar 300 warga berdemo di depan PT.Sawana Integra Properti pada hari Sabtu (24/11).

Mereka datang untuk memperjuangkan hak sebagai warga negara di RW.06 Jl.Bina Marga Kelurahan Cipayung Jakarta Timur.

PT.Sawana Integra Properti rencananya akan membangun Lifestyle mall, apartemen, infinity pool, retail promenade, boulevard (raw 35m)
Dan PT ini bernaung di brand Daiwa House Sakura Gardan City.
Daiwa merupakan Japan overseas infrastruktur Investment corporation for transport and urban development

Adapun perumahan dan mall ini telah mengantongi IMB kelas A 11/C.37 a- PONDASI/31/1.785.5/2018 Tgl 3 September 2018
dan IMB kelas B tgl 23 NOV 2017 No.2852/C.37B/31.75/1.784.51/2017.

Saat  aksi demo ada spanduk yang berisi tulisan Bapak Jokowi Tolonglah kami, Membangunlah tapi jangan rusak rumah kami, Difotoin terus dibenerin kaga, kompensasi kapan dibiayai, musim hujan rumah pada bocor, dan bisa mana lu.

Sementara Ketua Dewan Kota Jakarta Timur Syarifudin mengatakan bahwa Aksi hari ini merupakan aksi aspirasi masyarakat yang selama ini belum ada titik temu antara PT. Sawana dengan warga RT 3, RT 6, RT 8 Di RW 6 di Jl. Bina Marga 88 Cipayung Jakarta Timur.

” Kami sudah melakukan negosiasi sebanyak 5 kali, tetapi belum ketemu, tambah Syarifudin.

Rencana pada malam ini team 5 akan bertemu dengan pengembang PT.Sawana, kami akan segera berdiskusi bermusyawarah untuk mencapai mufakat.
Yang akan hadir pada team 5 mewakili warga yaitu RT 3, RT 6 , RT 8, Pak Adit dan saya sendiri ( Yuri-red)

Terkait dengan ijin yang belum didapatkan di perusahaan PT.Sawana adalah ijin lingkungan , sementara untuk AMDAL (Analisa Dampak) lingkungan warga belum pernah dilibatkan.

Akibat pengunaan drop hammer (paku bumi) pada proyek ini ada 45 Kepala keluarga telah mengalami rumah rusak , baik itu ringan dan berat.
Adapun pihak perusahaan pernah memberikan uang 200 juta, namun biaya itu tidak jelas peruntukkannya.

Kami juga telah menyampaikan keluhan kami ini ke Pengacara Kondang Hotman Paris Hutapea di kopi Joni Kelapa Gading Jakarta Utara tadi pagi, tambah Syarifudin.

 

 

Sementara itu kemarin hari senen tanggal 26 november 2018. media berhasil konfitmasi bertemu dengan bapak  Asep selaku Humas sekaligus mandor kordinator lapangan dari PT Sayana Integra Properti ) menjelaskan, perusahaan telah mengundang para TR/RW/serta kelurahan, dan RT itu membawa beberapa tokoh Masyarakat datang untuk mensosialisasikan dan menjelaskan semuanya di daerah Rt 06 dan sekitarmya akan dibangun apartemen.

Untuk menyampaikan inspirasi itu, utusan kepada warga  perusahaan dengan para RT dan RW sering berkumpul,   dan kepada RT dan RW  perusahaan menyampaikan kepada RT2 agar disampaikan kepada warga untuk kompensasi nya.

Menurutnya, Cara penyampaian dari RT2 tersebut tidak plong kepada warga nya, makanya warga tidak puas dengan penjelasan dari RT2 tersebut  warga jadi demo.

Asep menambahkan bahwa perusahaan setiap bulan memberikan  kepada  setiap RT untuk para warga untuk penjagaan lingkungan , dan 2 bulan kemudian terjadi  demo,  para RT membentuk FKPL ( Forum Komunikasi Peduli Lingkungan) dibawahi oleh RT 6, kemudian perusahaan dan  FKPL mengadakan pertemuan di kelurahan.

keputusan mereka membentuk supaya resmi dibikin lah namanya Paguyuban 06  disitu pak RW dan pak Lurah sebagai penasehat, didalam paguyuban ini perusahaan di undang, untuk membicarakan keinginan warga.

Kemudian tidak puas dengan penjelasan dari perusahaan maka mereka membuat Tim 15, dan masih dikuti oleh perusahaan, kemudian terjadi lg pertemuan tim 15 ini dengan perusahaan.

Tim 15 ini atas nama warga dan RT2 meminta kepada perusahaan konpensasi  71.7 M setiap 6 bulan, perusahaan merasa keberatan .

Menurut Asep  dengan masalah kebrisikan dari proyek , warga yang dekat dengan proyek silakan cari kontrakan dan perusahaan yang akan membayar selama proyek berlangsung, ujarnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *