Proyek Sakura Garden City Mendapatkan Protes dari beberapa RT Berada di wilayah RW 6 Kelurahan Cipayung,

Jakarta.Pembangunan Proyek Sakura Garden City mulai mendapatkan protes dari beberapa RT yang berada di wilayah RW 6 Kelurahan Cipayung, Kecamatan Cipayung, Kota Administrasi Jakarta Timur.

Warga menuntut kompensasi dari Perusahaan Pengembang Sakura Garden City dengan nilai yang cukup pantastis yaitu 71,7 milyar per 6 Bulan, demikian ucap Asep selaku juru bicara Sakura Garden City, pada media, 26/11/2018 saat di konfirmasi usai demo warga beberapa hari lalu.

Lebih lanjut Asep mengatakan, selama ini perusahaan telah melakukan semua kewajibannya kepada warga yang terdampak langsung oleh Pembangunan Proyek Sakura Garden City. “Kewajiban yang di berikan oleh perusahaan seperti: perbaikan rumah + uang tunai 5 juta per KK, warga yang merasa bising akibat pengerjaan proyek mendapatkan jaminan biaya jika ingin ngontrak rumah dan dapat kembali lagi jika proyek telah selesai, serta perusahaan telah memberikan bantuan air ke pada semua RT di wilayah RW 6.” Jelas Asep.

Di ketahui bahwa Pembangunan Proyek Sakura Garden City di mulai pada bulan Juli yang lalu melalui peletakan batu pertamanya, yang artinya telah melalui semua tahapan baik perizinan dari Pemerintah maupun sosialisasi kepada warga, semua berjalan lancar dengan adanya persetujuan dan tandatangan dari perwakilan tokoh masyarakat, RT, RW serta Lurah untuk pembangunan Proyek Sakura Garden City yang merupakan masterpice PT Sayana Integra Properti, Pengembang Properti kolaborasi Daiwa House Industry (kontraktor terbesar di Jepang) join dengan pengembang lokal Trivo Group.

Asep berharap kepada warga yang berdemo beberapa waktu yang lalu, “mari kita berkomunikasi yang baik, datang dengan baik, karna selama ini perusahaan sangat terbuka kepada warga, jika pada saat demo kemarin pak Firman dari pihak Managemen tidak hadir jangan di salah artikan, itu karna hari libur.” Jelasnya.

Yang menjadi tanda tanya dari Sakura Garden City hingga sekarang adalah masih ada saja warga yang mengaku tim 5, “Yang kami tahu hanya tim 15 yang merupakan Paguyuban warga yang di dalamnya berisi para tokoh masyarakat, Lurah, RT, RW yang di bentuk dari awal rencana Pembangunan Proyek Sakura Garden City, tim 15 inilah lah yang secara inten berkomunikasi dengan Perusahaan, siapapun yang mengaku tim 5 yang melakukan demo Sabtu kemarin, perusahaan tidak tahu, yang kami tahu adalah tim 15 yang selama ini tetap berkomunikasi dengan pihak perusahaan.” ujarnya.red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *