Rakyat Menunggu Pernyataan Wiranto dan Ryamizard Terkait Ancaman Pembunuhan Pejabat Negara, Mana Yang Benar?

 

Pengamat Militer dan Pembina Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara (LPKAN) Wibisono,SH,MH

 

 

Jakarta, Dalam sepekan ini ada dua Statement pejabat tinggi negara yang saling bertentangan, yaitu statement MenkoPolhukam Wiranto dan Statement Menhan Ryamizard Ryacudu, masyarakat disuguhi steatment yang saling menyerang dikeduanya sangat meresahkan,” lalu mana yang benar?”, tanya wibisono menjawab pertanyataan wartawan di media jakarta (2/6/2019).

Menurut pengamat Militer dan Pembina LPKAN ini, waktu itu Yusril hingga Jokowi menyebut Ustadz Abu Bakat Ba’asyir akan dibebaskan. Bahkan, tegas disebut ” Bebas tanpa syarat”. Ujug-ujug, Wiranto tampil berpidato didepan TV. Menegur Presiden agar tak Grasa Grusu, sambil menganulir amnesti lisan yang diberikan sang Presiden.

Sekarang, Kapolri merilis kabar empat pejabat Negara menjadi target pembunuhan : Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Koordinator Maritim Luhut Binsar Panjaitan, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan dan Staf Khusus Presiden bidang Intelijen Gorries Mere.Wiranto, bahkan telah pasrah tentang urusan nyawanya kepada Tuhan,dengan gestur memukau ala Pak Menko.

Tapi uniknya, Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu tak begitu yakin ada kelompok yang benar-benar ingin membunuh empat pejabat negara saat kerusuhan 21-22 Mei. Ryamizard menyebut rencana pembunuhan itu hanya omongan belaka,kata Wibi

“Saya rasa tidak begitulah. Masak sesama anak bangsa begitu? Mungkin hanya ngomong saja itu,” begitu kata Ryamizard di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (29/5/2019).

 

Tahun 2004 saat melaporkan akan Diluncurkan Buku “Perang Modern” kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Merdeka.

 

Kalau melihat fungsi jabatan,secara personal saya sangat mengenal keduanya,saya tentu lebih percaya Menhan yang memang lebih profesional ngurusi keamanan negara, daripada Wiranto yang terbiasa berpolitik atas nama hukum dan keamanan.

Tentunya sekarang aparat kepolisian akan dituntut membuktikan perkara ini. Sebab, kabar tentang ancaman pembunuhan pejabat negara ini telah beredar luas dan menimbulkan keonaran ditengah masyarakat, papar wibi.

Dalam Pasal 14 ayat (1) UU No. 1 tahun 1946, itu berlaku terhadap seluruh warga negara,termasuk berlaku bagi kapolri Tito Karnavian, Menkopolhukam Wiranto, maupun menhan Ryamizard ,bahwa Pernyataan tokoh-tokoh ini menimbulkan kegaduhan dan keonaran. Wajib ditindak, siapa yang sebar hoax atas isu rencana pembunuhan empat pejabat negara.

Selain menimbulkan keonaran, isu rencana pembunuhan empat pejabat negara juga telah mengalihkan pertanggungjawaban pemerintah atas meninggalnya 9 orang rakyat sipil dalam aksi damai 21-22 Mei kemarin, juga korban ratusan lainnya yang mengalami luka luka di Rumah Sakit, Belum lagi, masifnya penangkapan terhadap sejumlah aktivis pendemo hingga petugas medis, yang berpotensi melanggar HAM Berat, jelas Wibi.

Dalam konteks kehidupan sosial, penampakannya menjadi lebih jelas dan nyata. Karakter & integritas yang mumpuni, bisa menutupi kekurangan intelektual – kecerdasan. Tapi berlaku hal yang sebaliknya. Betapapun cerdasnya seseorang tidak akan pernah bisa menolong karakter & integritas  (moral/etika) yang memang rendah dan murah.

Samuel Johnson  (1709-1784), Sastrawan Inggris mengatakan,
_knowledge without integrity, is dangerous and dreadful._ Ilmu pengetahuan tanpa (karakter) dan integritas, pasti berbahaya dan mengerikan.

Hari-hari ini, publik terhenyak oleh peragaan karakter dengan  integritas moral dan etik  yang menawan. Peragaan asli, alami dan tulus. Lugas, tuntas dan tanpa beban.

Adalah seorang Jendral TNI Purn Ryamizard Ryacudu Mantan Kasad yang kini menjabat, Menteri Pertahanan (Menhan) RI. Salah satu “triumvirat” penguasa dan penyelenggara pemerintahan negara – jika dalam keadaan tidak biasa.

Karakter/integritas Bang Mizard – panggilan akrab Pak Menhan ini jelas makin moncer di tengah deru perang opini, antara penguasa yang Mizardpun ada di dalamnya pemerintahan.

Mengutip Clive S. Lewis (1898-1963), Profesor di Universitas Oxford dan penulis novel terkenal dari Inggris, mengatakan :

“Integritas, adalah melakukan hal yang benar, ketika tidak ada yang melihat. Integritas dan kejujuran, adalah kekayaan paling jarang dimiliki manusia”.

Jika bukan karena karakter dan integritas yang kokoh dari sang Jenderal, logika lurusnya akan berbisik bahkan berteriak, untuk apa kau bercanda dengan kesulitan?.

Sebagai pemangku kepentingan Pertahanan Nasional, sikap Menhan seperti itu, tentu tidak main-main. Bukan asal bunyi. Apalagi sekedar menyalakkan hoax untuk menakut-nakuti. Pastinya, Menhan didukung oleh feeling hankam yang kuat. Visi pertahanan yang jelas. Nalar akal sehat atau intelektual yang berkapasitas. Di atas segalanya, tentu asupan olah intelijen pertahanan,yang valid dan akurat.

Walau menjabat selaku Menteri Pertahanan, Jenderal Mizard ternyata bisa juga tak tahan. Menhan juga manusia. Agaknya, Menhan tak tahan dengan kebijakan publik yang tidak smart dan asal jadi. Pelaksana kebijakan – operasional di lapangan – yang dinilai ugal-ugalan dan ngawur. Tidak profesional,disiplin dan netral.

Sang Jenderal yang dikenal irit bicara dan tidak nyinyir apalagi
Lebai, dipaksa keadaan harus bersikap. Harus muncul ke permukaan. Memberi sinyal terang. Sinyal, bahwa mengurus negara tidak boleh amatiran,tidak boleh berdasarkan kepentingan atau sentimen pribadi dan kelompoknya sendiri.

Setidaknya, dua kali karakter dan integritas sikap Ryamizard, yang amat patut dicatat dan digarisbawahi.

 

Pertama, Isu tentang Kebangkitan PKI.

Banyak pihak, termasuk pemerintah sendiri, agaknya tidak percaya dengan isu kebangkitan PKI tersebut, atau komunisme pada umumnya, di Indonesia.

Jenderal Ryamizard, kecewa berat terhadap mereka yang sok HAM dan demokrat itu. Secara satire beliau menegaskan, _”jangan-jangan yang tidak percaya itu, dia sendiri yang PKI” …_

 

Kedua, terkait isu sentral akhir-akhir ini. (1) Rencana pembunuhan terhadap 4 (empat) pejabat negara. (2) Isu makar yang berujung munculnya kesan kuat upaya _kriminalisasi,_ terhadap sejumlah purnawirawan perwira tinggi TNI (AD).

Atas semua itu, dengan tegas juga geram/marah, Menhan menolak dan menyanggahnya. “Tidak ada rencana (pembunuhan) itu,” katanya.
Apalagi rencana makar dari para purnawirawan TNI. Mereka itu patriot dan pejuang lanjutnya tegas.

 

Tahun 2004 Peluncuran buku “Bangsa Indonesia Terjebak Perang Modern

 

Pada tahun 2004 ,Saya pernah terlibat kerjasama dengan Ryamizard disaat beliau mejabat KASAD, beliau menggagas teori “Perang Modern”,dan saya bersama DanSeskoad saat itu Mayjen TNI Purn Syarifudin Tippe membuat Kajian Perang Modern ditinjau secara Akademis dengan melibatkan Para Akademisi dari berbagai perguruan Tinggi di Indonesia, Perang Modern dikaji dari sudut pandang disemua bidang secara Akademisi, dan Akhirnya lahirlah Buku “Bangsa Indonesia Perang Modern”, yang diluncurkan di balai Sudirman jakarta saat itu berbarebgan dengan hari Juang Kartika,dan gagasan Perang Modern ini terus berlanjut sampai sekarang dengan “Prodi Perang Semesta”, ancaman ancaman Perang Modern telah mulai nampak pada saat saat ini,pungkas Wibisono.
[2/6 13.15]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *