Ratusan Buruh 10 depo Menggeruduk Kemenaker agar Menegakan Hukum Ketenagakerjaan

 

Pertamina Patra Niaga dan Elnusa Petrofin bersikukuh untuk tidak mematuhi hukum ketenagakerjaan dengan melanggengkan praktik outsourcing/kontrak untuk Awak Mobil Tangki (AMT).

Kedua perusahaan distributor migas itu malah mem-PHK 414 buruh, sebagian besar anggota serikat, untuk melemahkan protes terhadap sistem kerja kontrak/outsourcing.

 

Praktik ini membuat buruh bekerja lebih 12 jam tanpa jaminan kesehatan dan kepastian kerja dalam kondisi kerja berbahaya. Anak-anak perusahaan Pertamina itu bahkan bersikukuh meski AMT melakukan pemogokan di berbagai depo.

Menanggapi situasi tersebut, buruh AMT mendesak Kementerian Tenaga Kerja untuk tegas bertindak dengan memberi sanksi pada dua perusahaan milik negara tersebut.

Sebanyak ratusan buruh dari 10 depo akan menggeruduk Kemenaker agar menegakan hukum ketenagakerjaan di Pertamina Patra Niaga dan PT.Elnusa Petrofin. Peserta unjuk rasa itu berasal dari Banyuwangi, Surabaya, Tegal, Ujung Berung, Padalarang, Plumpang, Lampung, Makasar, Merak, dan Tasikmalaya.

Bertempat di lokasi : Depan Kementerian Tenaga Kerja, Jl. Jendral Gatot Subroto Kav 51.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *